28 January 2017

Penjelasan BPOM atas Dugaan Mi Samyang Mengandung Babi

Mi Samyang kemasan kuning yang diduga
 mengandung enzim babi. 
(Sumber foto: JPNN.com)


Mi instan yang diduga mengandung enzim babi beredar di Sumenep, Madura. Hal itu berdasarkan hasil temuan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dinas Kesehatan dan Polres setempat saat melakukan sidak ke sejumlah pasar (18/1).
Dalam sidak yang dilakukan, ditemukan mi Samyang kemasan kuning asal Korea yang diduga mengandung enzim babi dan tidak memiliki izin edar dari BPOM RI. 

"Pada kemasan tidak ada keterangan yang menggunakan Bahasa Indonesia, hanya tulisan Hongul yang merupakan Bahasa Korea Selatan. Bagi orang awam dan yang tidak mengerti tulisan tersebut tentu sangat menyulitkan untuk mendapatkan informasi komposisi dari mi Samyang. Setelah diterjemahkan, ternyata hasilnya sangat mengejutkan. Dalam kemasan itu tertulis bahwa mi tersebut mengandung babi," kata Ketua MUI Sumenep, KH A Safradji, kepada Jawa Pos (19/1).

Sehubungan adanya pemberitaan produk mi instan asal Korea merek Samyang yang beredar di Madura dan diduga mengandung enzim babi, dalam situs resminya BPOM RI memberikan penjelasan sebagai berikut:

1. Berdasarkan data base Badan POM, produk mi instan merek Samyang asal Korea terdaftar di Badan POM atas nama beberapa importir.

2. Badan POM menerbitkan izin edar setelah melakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, mutu, dan gizi, serta label produk pangan. Apabila bahan baku yang digunakan berasal atau mengandung babi atau turunannya dan atau proses produksinya bersinggungan dengan produk mengandung babi, maka:
• Produk harus mencantumkan gambar babi dengan tulisan berwarna merah “mengandung babi” pada label produk pangan.
• Penempatan termasuk display di sarana retail, produk yang mengandung babi harus diletakkan terpisah dari produk non-babi.

3. Berdasarkan hasil pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran (post-market vigilance) melalui pengambilan contoh dan pengujian terhadap parameter DNA babi, ditemukan bahwa tidak semua produk mi instan Samyang mengandung babi. Terhadap produk yang mengandung babi namun tidak mencantumkan peringatan pada kemasan, Badan POM telah memerintahkan importir yang bersangkutan untuk melakukan penarikan produk.

4. Menindaklanjuti kasus peredaran produk mi instan yang diduga mengandung babi, petugas Balai Besar POM di Surabaya bersama   petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep telah melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap peredaran mi instan merek Samyang di Sumenep dengan hasil ditemukan produk mi instan Samyang yang tidak memiliki izin edar. Hal tersebut telah ditindaklanjuti sesuai ketentuan perundang-undangan.

5. Sebagai langkah antisipasi dan perlindungan konsumen, Badan POM telah menginstruksikan Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia untuk terus melakukan pengawasan terhadap kemungkinan beredarnya produk yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk ketentuan penggunaan Bahasa Indonesia pada label produk pangan.

6. Badan POM terus memantau perkembangan isu ini dan mengambil langkah hukum jika terbukti melanggar peraturan perundang-undangan.

7. Badan POM mengimbau para pelaku usaha agar tidak memproduksi dan/atau mengedarkan Obat dan Makanan tanpa izin edar/tidak memenuhi ketentuan.
Kepada masyarakat dihimbau untuk tidak membeli produk tanpa izin edar, dan apabila menemukan produk yang tidak memenuhi ketentuan atau mencurigakan, untuk melaporkan pada Badan POM atau Balai Besar/Balai POM terdekat. 





Emoticon Emoticon