23 January 2017

Klarifikasi BPOM RI tentang Klorin pada Kantong Teh Celup


Ilustrasi. (Foto Sekoci/Ivone Suryani)

Kekhawatiran menghinggapi pecinta teh kala isu klorin pada kemasan teh celup menerpa. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa klorin adalah bahan kimia penting dalam pemurnian air, desinfektan dan dalam pemutih. Klorin juga digunakan dalam produksi kertas, antiseptik, zat warna, makanan, insektisida, cat, produk minyak bumi, plastik, obat-obatan, tekstil, pelarut, dan banyak produk lainnya.

Klorin  juga digunakan untuk membunuh bakteri dan mikroba pada air minum. Selain itu, unsur ini  juga digunakan untuk pemutih pulp kayu sebelum digunakan untuk membuat kertas.

Klorin disebut-sebut dapat memicu iritasi dan kanker.

Terkait penggunaan klorin pada kertas, beredar kabar di media sosial bahwa kantong teh celup berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan kanker. Disebutkan ada kandungan klorin sebagai pemutih di dalam kantong kertas yang bisa larut ketika teh diseduh terlalu lama.

Menanggapi hal tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) memandang perlu memberikan klarifikasi. 

Dalam situsnya BPOM RI menyampaikan penjelasan sebagai berikut:

  1. Kantong teh celup umumnya terbuat dari kertas dan plastik.
  2. Kantong teh celup terbuat dari kertas biasanya berupa jenis kraft dilapisi plastik polietilen  yang berfungsi dalam perekatan panas. Industri kertas untuk kemasan pangan sudah tidak menggunakan senyawa klorin sebagai pemutih dan syarat ini disertakan pada saat permohonan penilaian keamanan produk.

Teh celup kantong kertas. Sumber: BPOM RI


  1. Polietilen yang digunakan sebagai fungsi perekatan tidak meleleh pada suhu titik didih air, hal ini terlihat saat kantong kertas teh celup tidak terbuka saat diseduh dengan air panas.
  2. Selain kantong kertas, kantong plastik teh celup juga terbuat dari plastik jenis nilon, polietilen terefltalat (PET) atau asam polilaktat (PLA).

Teh celup kantong plastik.  Sumber:  BPOM RI


  1. Teh celup yang terdaftar di Badan POM telah melalui evaluasi penilaian keamanan pangan termasuk penilaian keamanan kemasannya (kantong teh celup).
  2. Penilaian keamanan kantong teh celup juga mensyaratkan pemenuhan terhadap batas migrasi baik yang berbahan kertas maupun plastik yang tercantum dalam Peraturan Kepala Badan POM Nomor HK.03.1.23.07.11.6664 tahun 2011 tentang Pengawasan Kemasan Pangan.
  3. Sebagai perlindungan terhadap masyarakat, Badan POM senantiasa terus melakukan pengawasan terhadap produk yang kemungkinan tidak memenuhi syarat.
  4. Dihimbau kepada masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM 1-500-533, SMS 0812-1-9999-533, e-mail halobpom@pom.go.id atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM diseluruh Indonesia.

Salam Icokes, Indonesian Hoax Buster!


Emoticon Emoticon