04 January 2017

Kesalahan Sejarah Ilmuwan dan Penemuan Hak Paten Teknologi


Peradaban manusia modern tidak lepas dari peran para ilmuwan masa lalu yang sejatinya telah bekerja keras dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Beberapa hasil temuan mereka menjadi kontroversi hingga saling melempar klaim menghiasi sejarah ilmu pengetahuan.

Banyaknya kontroversi hasil penemuan dan hak paten, hingga sejarah kelam yang mencoreng buku sejarah yang pernah kita pelajari saat di bangku sekolah.

Berikut penemuan-penemuan dunia yang kontroversi hingga sosok ilmuwan sebenarnya dibalik klaim palsu hak paten.

Siapakah penemu Email sebenarnya?

Shiva Ayyadurai, ilmuwan Amerika kelahiran India adalah sosok yang dianggap sebagai penemu email. Pada 30 Agustus 1982, Pemerintah Amerika Serikat secara memperkenalkan Ayyadurai sebagai penemu email, dengan menganugerahkan US Copyright untuk Email, dari penemuannya pada tahun 1978.

Les Michelson, mantan ilmuwan partikel di Brookhaven National Labs menugaskan Ayyadurai untuk menciptakan sebuah sistem surat elektronik dengan menggunakan konvensi header nota hardcopy.

Michelson berkata kepada Ayyadurai: ".. Tugas Anda adalah untuk mengkonversi ke dalam format elektronik. Tidak ada yang melakukan itu sebelumnya."

Sebuah versi sebelumnya disebutkan Shiva Ayyadurai sebagai penemu pesan elektronik, namun versi ini telah diperbaiki. Versi lainnya juga tidak benar yang menyatakan bahwa Ayyadurai adalah orang yang pertama kali memproduksi baris kode 'bcc, 'cc', 'to' and 'from' fields. Faktanya fitur-fitur itu sudah ada sebelumnya dalam dokumen terpisah dari pekerjaan yg dilakukan oleh Ayyadurai.

Bahkan versi yang menyatakan bahwa Ayyadurai telah diberikan paten tidak benar, karena secara signifikan dapat menghambat pertumbuhan teknologi dan akan membuatnya menjadi sangat kaya raya. Untuk saat itu, paten tidak diberikan untuk perangkat lunak.

Shiva Ayyadurai

Email sebenarnya sudah dikembangkan satu dekade sebelum Ayyadurai menciptakan Email, dimulai oleh Ray Tomlinson yang mengirim surat teks pertama antara dua komputer pada tahun 1971. Ia juga pencetus simbol '@' untuk alamat email, Ray Tomlinson meninggal dunia pada 5 Maret 2016 di usia 74 tahun.

Tweet Gmail atas meninggalnya Ray Tomlinson

Thomas Haigh, seorang sejarawan teknologi informasi dari University of Wisconsin, ia telah menelusuri sejarah surat elektronik. Ia menulis di komunitas ACM pada tahun 1980: "Surat elektronik telah digunakan di MIT selama 15 tahun, Xerox telah mengembangkannya menjadi lebih modern, sistem email grafis yang dijalankan untuk komunikasi kantor. Compuserve yang pertama menjual akses Email ke publik, dan Email selama bertahun-tahun telah menjadi aplikasi yang paling populer hingga mempengaruhi perkembangan internet.

Sejarawan Marc Weber mengatakan bahwa pada tahun 1978, hampir semua fitur-fitur yang kita kenal saat ini telah muncul pada satu sistem selama belasan tahun sebelumnya, seperti emoticon, mailing lists, flame wars, dan spam.

Ray Tomlinson pada tahun 2004

David Crocker, anggota dari komunitas riset ARPANET, ia percaya bahwa asal-usul email tidak dalam sengketa bahkan tidak menjadi kontroversi seperti saat ini. Ia menegaskan bahwa teknologi berasal dari banyak inovator.

"Laporan yang tidak benar tentang anak berusia 14 tahun (Ayyadurai) pada akhir tahun 1970 sebagai 'penemu' dari email, telah lama sebelumnya menjadi layanan yang ada pada ARPANET," jelas David.

Pada dasarnya siapa penemu email sangat jelas dan klaim bahwa Ayyadurai sebagai penemu email banyak dibantah oleh sejarawan dan banyak pihak. Dokumentasi Ayyadurai untuk email  telah diklarifikasi bukan sebagai 'penemu email' melainkan perannya dalam 'pendidikan komputer' dan penggunaan email di 'penelitian medis'.

Thomas Edison penemu bola lampu?

Lampu busur listrik pertama kali diperkenalkan oleh Humphrey Davy pada tahun 1806, tetapi hasil temuannya tidak praktis untuk penerangan rumah.

Sepanjang abad ke-18 banyak ilmuwan yang mencoba menyempurnakan lampu listrik. Seperti Frederick DeMoleyns dan Joseph Swan yang mencoba menggunakan listrik untuk memanaskan sebuah objek dalam vakum tertutup menggunakan bola kaca untuk menjaga oksigen tetap pada tempatnya sehingga materi inti tidak akan terbakar, tapi percobaan mereka tidak sepenuhnya berhasil.

Pada tahun 1878, Edison mengumumkan telah memecahkan semua masalah itu. Tetapi idenya juga ternyata tidak bisa berjalan dengan baik. Dengan beberapa staf laboratorium yang bekerja untuk Edison, mereka mencoba membuat bentuk lampu yg terbaik (panjang, tipis, filamen) dan bahan terbaik (resistensi tinggi) untuk digunakan dalam bola lampu.

Pada Bulan Oktober 1880, staf Edison berhasil menciptakan bola lampu yang dapat menyala hingga 600 jam, itu menjadi lampu listrik praktis yang pertama. Lalu apakah itu menjadikan Edison sebagai penemu lampu pertama? Tidak, apa yang diajarkan di sekolah tentang Edison sebagai penemu bola lampu listrik tidak benar. Banyak orang yang terlibat dalam penciptaan lampu, sedangkan Edison hanya pemilik modal yang akhirnya mematenkan penemuan yang sangat penting itu.

Sketsa awal bola lampu Edison (Gambar: Edisonmuckers.org)

Nikola Tesla, salah seorang ilmuwan yang pernah bekerja bersama Edison, ia mendirikan perusahaan Tesla Electric Light & Manufacturing Company dimulai pada Desember 1884. Tesla bekerja mendesain sistem pencahayaan busur, segmen yang tumbuh dengan cepat dari industri lampu listrik baru yang digunakan oleh sebagian besar untuk pencahayaan luar ruangan.

Kisah penciptaan bola lampu sudah ada puluhan tahun sebelum Edison dan seluruh stafnya menciptakan bola lampu. Seperti yg sudah dijelaskan di atas, pada tahun 1806 Humphrey Davy, seorang warga Inggris, menunjukkan lampu listrik yang potensial untuk Royal Society. Lampu Davy memproduksi pencahayaan dengan menciptakan percikan listrik yang menyilaukan antara dua batang arang. Perangkat ini yang dikenal sebagai "lampu busur," namun dianggap tidak praktis untuk digunakan secara massal.

Salah satu bola lampu Edison (Gambar: Edisonmuckers.org)

Berawal dari karya Davy, para ilmuwan abad 19 mencoba memperbaiki dan menyempurnakan agar dapat digunakan di rumah dan kantor. Beberapa orang penemu berhasil mematenkan hasil temuan lampu mereka dengan berbagai teknik penciptaan.

Pada tahun 1841, seorang penemu Inggris bernama Frederick DeMoleyns mematenkan bohlam lampu hanya menggunakan teknik oksigen sebagai pembakaran dengan menggunakan kombinasi pembakaran yang terbuat dari platinum dan karbon.

Seorang ilmuwan Amerika bernama John Wellington Starr juga menerima paten pada tahun 1845 untuk bola lampu menggunakan vakum dengan menghubungkan burner karbon. Banyak ilmuwan lainnya yang menyumbangkan ciptaannya atas bola lampu, termasuk seorang ahli kimia Inggris bernama Joseph Swan, yang meningkatkan kualitas lampu dan mematenkannya dengan versi praktis dan efisien menggunakan vakum dengan pembakar dari berbagai bahan dan bentuk.

Banyak ilmuwan yang mencoba menyempurnakan bola lampu karena dianggap memiliki nilai komersial yang sangat tinggi. Thomas Alva Edison yang sebelumnya sudah terkenal dengan beberapa item paten dan dukungan finansial yang memadai, akhirnya masuk dalam zona persaingan. Karena desakan persaingan yg cukup ketat, hanya beberapa bulan saja Edison mengumumkan kepada surat kabar bahwa ia telah berhasil memecahkan masalah subdivisi dari lampu listrik. Ternyata, pengumuman Edison terlalu prematur karena masih banyak kekurangannya.

Salah satu model lampu Edison yang digunakan dalam demontrasi di Menlo Park, Desember 1879. (Wikipedia)

Jadi, jika Anda menganggap Thomas Edison adalah penemu bola lampu, mulai sekarang Anda harus mengubahnya. Edison adalah pengusaha pemilik modal yang banyak mempekerjakan para ilmuwan untuk mengkomersilkan semua hasil temuannya hingga mendapatkan keuntungan finansial. Banyak ilmuwan sebelumnya telah memberikan kontribusi besar dalam menemukan dan menyempurnakan bola lampu yang sekarang menerangi hampir seluruh isi bumi.

Guglielmo Marconi atau Nikola Tesla penemu radio?

Guglielmo Marconi telah lama dianggap sebagai penemu radio pertama, namun pada tahun 1943 Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan bahwa Nikola Tesla adalah pemegang hak paten radio yang sebenarnya.

Nikola Tesla (Wikimedia Commons)

Lalu apakah benar Nikola Tesla sang penemu radio pertama? Para ahli banyak merespon negatif atas klaim tersebut, mereka berpendapat bahwa banyak ilmuwan yang telibat dalam penciptaan radio. Tesla melakukan penelitian paling inovatif dalam sistem listrik awal, transmisi listrik dengan sistem arus bolak balik (AC).

Arus bolak balik Tesla dianggap paling berkontribusi dalam terciptanya radio, namun para ahli menganggap kerja praktek yang dilakukan beberapa ilmuwan lainnya jauh lebih penting, seperti Heinrich Hertz, Oliver Lodge, Guglielmo Marconi, Karl Braun.

Spektrum elektromagnetik

Putusan Mahkamah Agung AS pada tahun 1943 tidak mutlak menyatakan bahwa Nikola Tesla adalah penemu radio. Putusan itu hanya mengatur tentang kompensasi dari pemerintah AS atas penggunaan paten, terutama selama Perang Dunia Pertama - bukan paten asli meliputi transmisi dan penerimaan, namun meliputi perbaikan tingkat lanjut. Salah satu perbaikan yang dilakukan Tesla menggunakan "empat-sirkuit" konfigurasi transformator yang disesuaikan untuk transmisi radio dan penerimaan.

Dalam hal ini, keputusan Mahkamah Agung AS yang menganulir Marconi sebagai penemu radio tidak valid, paten akhirnya diberikan kepada Tesla. Namun, itu bukan menjadi prioritas utama, pada 1935 pengadilan telah mengeluarkan putusan untuk Oliver Lodge - dan terutama John Stone - karya yang diciptakan sebelumnya dan paten itu memiliki prioritas. Jadi, secara keseluruhan keputusan 1943 tidak membatalkan paten asli Marconi, atau menghilangkan reputasinya sebagai orang pertama yang mengembangkan komunikasi radiotelegraphic praktis.

Guglielmo Marconi

Keputusan Mahkamah Agung AS 1943 hanya mengatakan bahwa adopsi dari transformator telah disesuaikan dalam transmisi dan peneriamaan sirkuit, yang merupakan perbaikan dari penemuan awal, sepenuhnya telah diantisipasi oleh hak paten yang dikeluarkan untuk Oliver Lodge dan John Stone. Keputusan itu tidak bulat, tetapi dissent (perbedaan pendapat/ ketidaksepakatan) tidak memihak kepada Tesla, tetapi kepada Marconi.

Pemancar radio pertama karya Marconi

Rincian silabus pada awal keputusan Mahkamah Agung AS 1943 memberikan ringkasan putusan, semuanya ada tiga belas bagian, namun tidak ada satupun putusan itu menyebutkan nama Tesla.

Graham Bell penemu telepon?

Masyarakat pada umumnya lebih mengenal Alexander Graham Bell adalah tokoh yang menemukan telepon, namun sejarah harus ditulis ulang karena penemu telepon yang sebenarnya ada seorang imigran asal Italia bernama Antonio Meucci.

Graham Bell sedang menelepon dari New York ke Chicago pada 1892 (Americaslibrary.gov)

Pada tahun 1850, Meucci pindah ke New York dan jatuh miskin, tetapi masih terus menyempurnakan alat yang telah diciptakannya yaitu telepon. Dikarenakan ia sakit keras dan perekonomian yang sulit, istrinya terpaksa menjual beberapa alat-alat ciptaannya hanya seharga enam dolar untuk biaya pengobatan.

Setelah sembuh, Meucci bekerja keras siang dan malam untuk kembali membuat alat-alat ciptaannya. Pada tahun 1871, disebabkan tak cukup uang untuk membayar paten telepon, ia hanya membayar paten sementara yang berlaku untuk setahun dan harus diperpanjang pada tahun selanjutnya.

Meucci mencoba untuk mendemonstrasikan potensi "telegraf berbicara" ini serta membawa model dan segala keterangannya pada wakil ketua perusahaan telegraf Western Union. Setiap kali Meucci hendak menemui wakil ketua ini, Edward B.Grant selalu mengatakan bahwa dia tak ada waktu. Dua tahun kemudian, saat Meucci meminta kembali semua materi telepon di perusahaan tersebut, ternyata mereka hanya mengatakan telah "hilang".

Pada tahun 1876, Alexander Graham Bell menyandang nama sebagai penemu telepon. Setelah Meucci mengetahuinya, ia menyewa seorang pengacara untuk memprotes Kantor Paten Amerika Serikat di Washington. Meucci mengalami kekalahan untuk kasus ini. Setelah terjadi permusuhan antara Alexander Graham Bell dengan Western Union, akhirnya terungkap bahwa Bell sebelumnya telah menyetujui membayar 20% keuntungan komersil atas "penemuannya" selama 17 tahun kepada Western Union.

Permusuhan tersebut telah membuka kecurangan Bell yang pada awalnya bersedia membayar 20% yang diperoleh dari keuntungan komersial atas penemuannya selama 17 tahun kepada Western Union.

Lebih dari seabad dan di seluruh penjuru dunia, Alexander Graham Bell dikenal sebagai penemu telepon. Tetapi pada tanggal 11 Juni 2002 di kongres Amerika Serikat, Antonio Meucci ditetapkan sebagai penemu telepon yang sah.

Antonio Meucci

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!



Emoticon Emoticon