04 January 2017

Hoax Mengatasnamakan Albert Einstein



Albert Einstein adalah sosok ilmuwan jenius yang banyak dijadikan panutan, banyak hoax yang menghinggapi nama besarnya. Berikut 4 hoax yang mengatasnamakan Einstein:

1. Quote Einstein tentang teknologi

Seseorang telah mengumpulkan koleksi foto orang-orang yang tengah sibuk dengan smartphone mereka yang benar-benar mengabaikan apa yang terjadi di hadapan mereka.

Gambar mungkin bermaksud mewakili cinta dimana orang-orang di zaman sekarang telah disibukkan oleh teknologi tanpa adanya interaksi manusiawi. Kita mungkin sering mengabaikan saat-saat penting dalam hidup, lebih memilih berinteraksi menggunakan teknologi.

Dalam gambar yang menunjukan orang-orang sibuk dengan smartphone dalam kebersamaan bersama sahabat dan orang yang dicintai, tertulis sebuah kutipan dari Albert Einstein.

"Aku takut pada hari dimana teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi yang idiot."

http://id.lmgtfy.com/?q=Quote+Einstein+Aku+takut+pada+hari+dimana+teknologi


Dalam kutipan itu mencerminkan rasa takut Einstein telah terbukti dimana teknologi telah menggantikan interaksi manusiawi, namun tidak ada bukti bahwa kutipan itu pernah diucapkan oleh Einstein. Kutipan palsu orang-orang terkenal dan dihormati adalah sebuah fenomena perkembangan internet yang tidak akan pernah berhenti.

Sebuah kutipan mengatasnamakan tokoh terkenal dapat memberikan validitas dari nasehat dan orang-orang akan dengan mudah mempercayainya. Albert Einstein adalah salah satu tokoh panutan dengan visibilitas tinggi sebagai ilmuwan dan kecerdasannya yang cukup tinggi, banyak kutipan palsu yang mengatasnamakan dirinya.

Tidak ada bukti valid yang terdokumentasi bahwa Einstein pernah mengatakan kutipan itu. Kutipan Albert Einstein asli telah dikumpulkan dalam koleksi terpadu di The Ultimate Quotable Einstein dari Alice Calaprice, ahli imitate untuk Albert Einstein di University Princeton. http://press.princeton.edu/titles/9268.html

Kutipan palsu itu dirilis pada tahun 2012, selanjutnya ditambahkan gambar-gambar orang-orang yang sibuk dengan smartphone sebagai penyempurna.
http://www.answerbag.com/q_view/2809436
http://ww6.imfunny.net/
Sepertinya itu digunakan untuk farming di Facebook.

2. Dialog Albert Einstein muda dan profesor ateis

Einstein sewaktu masih di bangku kuliah pernah membantah seorang profesor ateis tentang keberadaan tuhan. Berikut dialog Einstein dengan profesoir ateis:

“ Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada ?”

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Ya, benar”

" Allah menciptakan semuanya? "Tanya sang profesor

" Ya, Pak, "kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab; “ Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita maka Tuhan itu adalah kejahatan”.

(Mahasiswa itu terdiam sebelum seperti jawaban. Sang profesor, cukup senang dengan dirinya sendiri, membual kepada siswa bahwa dia telah membuktikan sekali lagi bahwa iman Kristen adalah mitos).

Mahasiswa lain mengangkat tangannya dan berkata; “Dapatkah saya mengajukan pertanyaan profesor?” Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”

Prof ; “Pertanyaan macam apa ini? Tentu saja itu ada Kamu tidak pernah sakit flu ?” (Professor diiringi tawa mahasiswa pertanyaan pemuda itu)

Mahasiswa itu menjawab; “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin, dalam kenyataannya, tidak adanya panas. Setiap tubuh atau objek yang rentan untuk belajar ketika telah atau mentransmisikan energi, dan panas yang membuat tubuh atau bahan memiliki atau memancarkan energi Absolute nol (-460 ° F) adalah tidak adanya total panas; semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan bagaimana perasaan kita jika kita ketiadaan panas.”

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Prof ; “Tentu saja ada.”

Mahasiswa itu menjawab; “Sekali lagi anda salah, Pak kegelapan itu juga tidak ada. Kegelapan sebenarnya adalah tidak adanya cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, Gelap tidak. Bahkan kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna Anda tidak bisa mengukur gelap. Sebuah sinar sederhana cahaya dapat masuk ke dunia kegelapan dan menerangi itu.

Bagaimana Anda bisa tahu bagaimana gelap suatu ruangan ? Anda mengukur berapa intensitas cahaya. Bukankah Kegelapan adalah istilah yang digunakan oleh manusia untuk menggambarkan apa yang terjadi ketika tidak ada cahaya ? ”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya kepada profesor, “Pak, apakah kejahatan itu ada ?”

Profesor menjawab; “Tentu saja karena saya telah mengatakan Kita melihat. Setiap hari Hal ini dalam contoh Koran dan TV kepada manusia. Banyak kejahatan dan kekerasan di mana-mana di dunia ini.”

Mahasiswa itu menjawab; “Kejahatan tidak ada Prof, atau paling tidak ada tersendiri. Kejahatan hanyalah tidak adanya Tuhan. Ini adalah seperti kegelapan dan dingin, kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Allah tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan tidak seperti iman, atau cinta yang ada hanya sebagai akibat dari apa yang terjadi ketika manusia tidak memiliki kasih Allah hadir dalam hatinya. Ini seperti dingin yang masuk bila tidak ada panas atau kegelapan yang datang ketika ada cahaya.”

Profesor itu duduk diam mendengar pernyataan Mahasiswa tsb. Nama pemuda itu -- Albert Einstein

http://id.lmgtfy.com/?q=dialog+einstein+dengan+profesor+ateis


Cerita di atas mulai beredar pada tahun 2004, namun bukti bahwa cerita itu tidak benar dialog Einstein dengan profesor ateis adalah bahwa cerita itu sudah muncul pada tahun 1999 tidak mengacu nama Einstein. Lihat di sini.


Dialog Einstein dengan profesor ateis adalah dialog imajiner hasil ubahan cerita lain yang faktanya tidak ada hubungannya dengan Albert Einstein.

3. Teka-teki Albert Einstein menemukan solusi

Sebuah teka-teki puzzle yang diklaim diciptakan oleh Einstein dan hanya 2% yang dapat menyelesaikannya.

PERTANYAAN : Siapakah Yang memelihara IKAN?

PETUNJUK:
1. Orang Inggris tinggal di dalam rumah berwarna merah.
2. Orang Swedia memelihara anjing.
3. Orang Denmark senang minum teh.
4. Rumah berwarna hijau terletak tepat disebelah kiri rumah berwarna putih.
5. Penghuni rumah berwarna hijau senang minum kopi.
6. Orang yang merokok PallMall memelihara burung.
7. Penghuni rumah yang terletak di tengah-tengah senang minum susu.
8. Penghuni rumah berwarna kuning merokok Dunhill.
9. Orang Norwegia tinggal dirumah paling pertama.
10. Orang yang merokok Marlboro tinggal disebelah orang yang memelihara kucing.
11. Orang yang memelihara kuda tinggal disebelah orang yang merokok Dunhill.
12. Orang yang merokok Winfield senang minum bir.
13. Disebelah rumah berwarna biru tinggal orang Norwegia.
14. Orang Jerman merokok Rothmans.
15. Orang yang merokok Marlboro bertetangga dengan orang yang minum air.

Albert Einstein menyusun teka-teki ini pada abad lalu. Dia menyatakan, 98% penduduk dunia tidak mampu memecahkan teka-teki ini. Apakah anda termasuk yang 2%?

http://id.lmgtfy.com/?q=teka+teki+einstein

Teka-teki di atas dikaitkan dengan nama Einstein, namun Anda tidak akan mendapatkan nilai kecerdasan luar biasa untuk kebohongan mengatasnamakan Einstein.

Teka-teki itu muncul selama beberapa tahun ke belakang yang dikenal sebagai Zebra Puzzle. Nama Zebra Puzzle dikarenakan teka-teki itu pada awalnya mempertanyakan tentang Zebra, bukan ikan.

Teka-teki Zebra Puzzle pertama kali muncul pada tahun 1962 di majalah Life.


Teka-teki itu faktanya hasil ubahan dari teka-teki Zebra Puzzle yang tidak ada hubungan dengan Albert Einstein.

4. Quote Einstein untuk orang jenius

Sebuah kutipan yang sangat populer beredar di media sosial dan internet mengatasnamakan Albert Einstein.

"Setiap orang itu Jenius. Tetapi jika Anda menilai seekor ikan dari kemampuannya memanjat pohon, ia akan percaya seumur hidupnya bahwa ia itu bodoh."

http://id.lmgtfy.com/?q=Einstein+Setiap+orang+itu+Jenius


Kutipan itu menyatakan tentang manusia jenius, namun manusia tidak sama dengan ikan. Lalu, apakah Einstein pernah benar-benar mengatakan itu? Tidak ditemukan bukti subtantif bahwa Einstein pernah membuat pernyataan itu.

Quote itu tidak ada di The Ultimate Quotable Einstein ataupun Princeton University Press.

Kutipan itu menyinggung kerangka alegoris lama. Hal ini tidak pantas untuk menilai hewan dengan berfokus pada keterampilan makhluk lain yang tidak dimiliki. Seekor ikan dengan keterampilan khusus untuk berenang yang sangat luar biasa, sedangkan keterampilan dalam memanjat pohon tidak dimiliki.

Dalam domain pendidikan alegori ini telah lama digunakan berulang kali lebih dari satu abad. Oleh karena itu, kutipan ini dibangun di atas ide-ide yang telah beredar di kalangan pendidik selama beberapa dekade yang lalu.

Sebuah dongeng tahun 1940 "The Animal School" karya George Reavis (pengawas dari sekolah umum Cincinnati), dicetak ulang pada tahun 1999 kemungkinan besar sumber awal pengaruh dari kutipan palsu Einstein ini. Dalam dongeng, ikan pergi ke sekolah dan harus berusaha keras untuk berjalan dan memanjat pohon. Seekor bebek juga diperintahkan untuk lebih cepat dalam berlari. Seekor kelinci diperintahkan untuk pandai berenang. Tujuan sekolah adalah untuk mencapai hasil kompetensi rata-rata di semua bidang pelajaran, meskipun hal ini tidak secara fisik dapat memungkinkan untuk hewan dan kemampuan unik masing-masing hewan diabaikan.

Alam tidak dapat dipercaya dalam menilai kecerdasan setiap individu, setiap individu harus dikembangkan secara simetris dan serupa untuk kesejahteraan diri sendiri serta masyarakat. Hewan tidak akan mungkin dapat disamakan dengan manusia dalam sistem pelatihan pengembangan potensi kecerdasan yang dimiliki. Tidak ada seorang murid diizinkan untuk lulus dari sekolah jika memiliki kemampuan memanjat, berenang, berlari, dan terbang, pada tingkat tertentu yang sudah ditentukan.

Kutipan palsu Einstein berdasarkan sejarah panjang dari dongeng tentang binatang di sekolah. Titik sentral dari dongeng itu adalah bahwa setiap individu harus diizinkan untuk mengejar kemampuannya. Disamping itu, kelemahan yang dimiliki tidak seharusnya menimbulkan perasaan yang melemahkan hingga rendah diri. Tidak ada bukti substantif menghubungkan Einstein dengan kutipan kecerdasan yang dihubungkan dengan kemampuan hewan.



Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon