18 January 2017

Ganja Mampu Mengobati Kanker: Hoax


Internet banyak menyajikan informasi kesehatan yang ajaib, namun tidak sedikit malah menyesatkan. Salah satu informasi kesehatan yang beredar di internet menyebutkan bahwa manfaat ganja dapat mengobati penyakit kanker pada manusia.

Berikut artikel berita dari kompas.com, merdeka.com, liputan6.com, tribunnews.com, detik.com.

Tanaman ganja sebenarnya punya banyak manfaat dalam kesehatan dan telah dibuktikan. Selain menghancurkan beberapa sel kanker, tanaman yang punya nama latin Cannabis sativa ini ternyata efektif melawan tumor otak.

Sebuah studi terbaru yang dilakukan pada tikus menunjukkan, bila dikombinasikan dengan terapi radiasi, ganja secara efektif dapat mengecilkan salah satu jenis tumor yang paling agresif, yaitu tumor otak.

Dalam makalah yang diterbitkan di jurnal Molecular Cancer Therapies, tim peneliti dari St George University of London menguraikan "pengurangan dramatis" yang mereka amati pada glioma massa, bentuk mematikan dari kanker otak, ketika diobati dengan mengombinasi radiasi dan dua senyawa ganja yang dikenal sebagai cannabinoid. Dalam banyak kasus, terbukti tumor menyusut sampai sepersepuluh ukurannya semula. "Cannabinoids dapat berperan dalam mengobati salah satu kanker yang paling agresif pada orang dewasa. Hasilnya menjanjikan," kata Dr. Wai Liu, salah satu peneliti.

Penelitian mengenai manfaat ganja dalam pengobatan kanker memang bukan hal baru. Namun, Liu dan timnya adalah yang pertama meneliti efek kombinasi ganja dengan terapi radiasi. "Hasil akhirnya lebih kuat dalam mengecilkan tumor," katanya.

Dalam penelitiannya, Liu mengamati tikus yang sebelumnya sudah diinfeksi glioma (tumor otak) lalu diobati dengan dua macam terapi, yakni radiasi saja atau kombinasi antara radiasi dan senyawa ganja.

Senyawa yang dipakai adalah THC, senyawa psikoaktif yang terkait dengan sensasi "high", dan CBD, yang tidak menghasilkan efek samping psikoaktif.

Mereka menemukan bahwa pengobatan tumor yang terbaik adalah memakai dosis rendah, baik THC dan CBD bila digunakan secara bersama, membuat tumor lebih mudah merespon radiasi.

Penggunaan dua senyawa itu dalam dosis rendah ternyata juga menghasilkan efek yang sama jika memakai salah satu komponen dalam dosis tinggi. Ini penting karena dengan demikian efek samping yang dialami pasien juga lebih sedikit.

THC dan CBD merupakan dua dari puluhan senyawa kimia yang ditemukan dalam tanaman ganja. Tim ilmuwan dari Inggris tahun lalu menemukan bahwa kombinasi dari enam cannabinoids murni yang berbeda dapat membunuh sel-sel kanker leukemia.

Sementara itu, THC saja telah terbukti mengurangi ukuran tumor kanker dan menghentikan penyebaran HIV. CBD juga memiliki efek positif pada anak-anak dan orang dewasa yang menderita gangguan kejang yang berat.

Walau begitu, di banyak negara ganja masih tergolong dalam obat-obatan terlarang. Walau ada beberapa negara yang melegalkan ganja untuk tujuan pengobatan, tapi para ahli berpendapat kurangnya dukungan pemerintah terhadap pemakaian ganja di bidang kesehatan membuat manfaat tanaman ini kurang dipahami secara baik.


HOAX

ANALISIS

Klaim bahwa ganja mampu mengobati kanker telah lama didengungkan berdasarkan uji ilmiah, namun semua bukti itu sangat lemah karena tidak ada satupun penelitian yang dilakukan para ilmuwan menguji pada manusia bahwa ganja benar-benar mampu membunuh sel kanker. Yang perlu digaris bawahi adalah uji ilmiah yang dilakukan selama ini dilakukan hanya sebatas kepada hewan tikus.

Manuel Guzman, ahli biokimia dan telah meneliti ganja selama hampir 20 tahun, ia menyatakan bahwa semua klaim hubungan ganja dengan kanker adalah tidak benar.

“Ketika tajuk berita di surat kabar menggembar-gemborkan bahwa ‘Ganja Mampu Menaklukkan Kanker Otak!’, itu tidak benar,” tegasnya. “Ada banyak klaim yang beredar di internet, tetapi mereka amat, sangat lemah.”

National Cancer Institute (NCI) telah memberikan konfirmasi bahwa cannabis (ganja) dapat membunuh sel-sel kanker. Dalam pernyataannya yang ditulis di situs web mereka cancer.gov, NCI menuliskan "Cannabis telah terbukti dapat membunuh sel kanker." Namun yang perlu dipahami, pernyataan itu tidak mutlak bahwa ganja dapat mengobati penyakit kanker pada manusia. NCI juga telah mengklarifikasi bahwa tidak ada cukup bukti untuk merekomendasikan kepada pasien yang mengidap kanker untuk menghisap ataupun menkonsumsi ganja sebagai pengobatan untuk mengatur semua yang berhubungan dengan kanker dan efek samping dari terapi kanker.

Yang perlu dicatat dari pernyataan NCI adalah, ganja dapat membunuh sel kanker berdasarkan hasil studi praklinis (penelitian mengunakan hewan percobaan). Sementara ganja telah dipelajari dalam uji klinis (penelitian melibatkan uji subyek manusia) sebagai cara untuk mengetahui efek samping dari kanker.

Cancer.gov melaporkan bahwa tidak ada uji klinis ganja dapat digunakan sebagai pengobatan untuk kanker pada manusia. Dalam CAM database PubMed yang yang dikelola oleh National Institutes of Health, tidak ditemukan hasil uji klinis itu.

No clinical trials of Cannabis as a treatment for cancer in humans have been found in the CAM on PubMed database maintained by the National Institutes of Health.

Cannabis and cannabinoids have been studied in clinical trials for ways to manage side effects of cancer and cancer therapies.

Cannabis and cannabinoids may have benefits in treating the symptoms of cancer or the side effects of cancer therapies. There is growing interest in treating children for symptoms such as nausea with Cannabis and cannabinoids, although studies are limited.


Ganja telah dipelajari dalam uji klinis sebagai cara untuk mengatur efek samping dari kanker dan terapi kanker

Ganja mungkin memiliki manfaat untuk mengobati gejala kanker atau efek samping dari terapi kanker. Ada sebuah wacana untuk mengobati anak-anak yang mengalami gejala kanker seperti mual dengan menggunakan ganja, namun studi masih terbatas.

Pihak FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika) menyatakan belum menyetujui ganja digunakan sebagai pengobatan untuk kanker. Dua jenis cannabinoids (dronabinol dan nabilone) adalah  obat yang telah disetujui oleh FDA untuk pencegahan ataupun pengobatan kemoterapi - terkait mual dan muntah-muntah.

Cannabinoids adalah kimia aktif yang ada dalam Cannabis (ganja) yang dapat dijadikan obat seperti efek pada tubuh, termasuk sistem saraf pusat dan sistem kekebalan tubuh.

Cannabinoids juga dikenal sebagai phytocannabinoids. Unsur zat kimia utama Cannabinoids dalam ganja adalah delta-9-THC, zat tersebut merupakan salah satu dari 400 zat kimia yang ditemukan pada ganja. Cannabinoids utama lainnya adalah cannabidol (CBD), yang dapat mengurangi rasa sakit dan mengurangi peradangan tanpa menyebabkan peningkatan dari delta-9-THC.

Efek mengisap ganja memang tidak terlalu membahayakan secara langsung kepada penggunanya. Namun banyak sekali kejadian kecelakaan lalu lintas terjadi karena pengaruh ganja. Efek ganja dapat menimbulkan ilusi atau hal-hal aneh dalam pikiran bagi mereka yang menghirupnya, itulah sebabnya banyak terjadi kecelakaan disebabkan oleh efek ganja.

Kemungkinan yang paling buruk dari menkonsumi ganja adalah akan lebih mencari jenis narkotik lainnya yang efeknya lebih dahsyat seperti heroin dan morfin sekaligus, yang kemudian mereka akan menjadi pecandu heroin ataupun morfin dan jenis narkotika yang lainnya.

Dr Lester Grinspoon, Associate Professor Emeritus of Psychiatry di Harvard Medical School dan penulis buku-buku  mengeksplorasi keamanan khasiat ganja mengatakan ini: “Saya pikir hari itu akan datang ketika beberapa turunan cannabinoid akan diberikan untuk kanker yang memiliki kekuatan kuratif, tetapi sementara itu, kita harus sangat berhati-hati tentang apa yang kita berikan kepada pasien."

Kesimpulan: Klaim bahwa ganja dapat mengobati kanker tidak terbukti, tidak ada penelitian pada subjek manusia yang dapat membuktikan pengobatan kanker dengan menggunakan ganja. Kemungkinan ganja mengandung zat anti-kanker tidak serta merta memastikan bahwa zat tersebut mampu melawan kanker pada manusia. Klaim apapun seputar kesehatan harus berdasarkan uji ilmiah yang telah disetujui para ahli dan otoritas kesehatan dunia. Banyak kecelakaan lalu lintas diakibatkan penggunaan ganja, efeknya yang dirasakan penggunanya dapat menimbulkan ilusi dan merusak daya pikir dapat berbahaya bagi Anda dan juga keluarga tercinta.

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!


Emoticon Emoticon