05 January 2017

Dalam Tinja Manusia Mengandung Emas?


Para ilmuwan Amerika telah lama mengetahui bahwa tinja manusia mengandung logam berharga, seperti emas, perak, palladium, dan vanadium. Mereka tengah berupaya mencari cara untuk mendulang emas dan logam berharga lainnya yang terkandung pada tinja manusia.

Berikut artikel berita dari BBC Indonesia, Merdeka, CNN Indonesia, Tempo.

Sejumlah ilmuwan Amerika Serikat tengah berupaya mencari cara untuk mendulang emas dan logam berharga lainnya yang terkandung pada tinja manusia.

Pemaparan upaya tersebut dikemukakan sekelompok peneliti dari badan Survei Geologi AS (USGS) pada pertemuan nasional Komunitas Kimia Amerika (ACS) ke-249 di Denver, Negara Bagian Colorado, AS.

Menurut Dr Kathleen Smith, selaku salah satu pemimpin tim peneliti, logam mulia di pusat-pusat pengolahan limbah dan kotoran amat berpotensi untuk didulang.

“Kandungan emas yang kami temukan berada pada tingkat minimal,” kata Smith.

Selain emas dan perak, tim peneliti menemukan kandungan logam langka lainnya pada tinja manusia, seperti palladium dan vanadium. Para ilmuwan bereksperimen menggunakan zat kimia bernama leachate atau air lindi. Zat tersebut biasa dipakai dalam proyek pertambangan untuk mendulang logam dari lapisan batu.

Meski leachate punya reputasi buruk karena mampu merusak ekosistem ketika bocor atau tumpah ke lingkungan, Smith mengatakan zat itu aman untuk mendulang logam dari kotoran padat dengan tata cara yang bisa dikontrol dan diawasi.

”Kami tertarik mendapatkan logam berharga yang bisa dijual, termasuk vanadium dan tembaga. Logam-logam itu digunakan pada telepon seluler dan komputer,” ujar Smith.

Smith dan rekan-rekannya memprediksi bahwa tujuh ton kotoran padat dikelola fasilitas-fasilitas pengolahan limbah AS setiap tahun. Sekitar setengah dari jumlah itu dipakai sebagai pupuk pertanian dan hutan. Adapun setengah lainnya dibakar atau dikirim ke lahan penimbunan sampah.

Apabila kajian Smith dan rekan-rekannya berjalan sukses, kotoran padat tidak lagi dibuang sia-sia. Apalagi, dalam kajian sebelumnya, sekelompok ilmuwan lainnya menghitung bahwa limbah kotoran yang berasal dari satu juta penduduk Amerika amat mungkin mengandung logam seharga US$13 juta.


FAKTA (Dengan informasi yang tidak lengkap)

ANALISIS

Keajaiban tinja mengandung emas dan logam berharga lainnya mungkin dianggap sebuah dongeng ataupun lelucon. Namun faktanya limbah manusia dapat menghasilkan lembaran uang senilai puluhan juta hingga milyaran Rupiah, berpotensi mengubahnya menjadi emas, perak, dan mineral lainnya.

Logam telah lama diketahui terkonsentrasi di limbah, yang tercampur air toilet dengan limbah dari industri manufaktur dan limbah rumah tangga. Logam yang terkandung dalam limbah memiliki nilai ekonomi yang cukup menggiurkan, namun apakah sangat menguntungkan untuk nilai komersial? Dalam sebuah studi terbaru, para ilmuwan di Arizona State University (ASU), telah menghitung logam yang berbeda yang mengendap dalam kotoran dan memperkirakan bahwa semua itu mungkin layak memiliki nilai ekonomi.

Para ilmuwan mengambil sampel lumpur yang dikumpulkan dari seluruh wilayah di Amerika dan mengukur kandungan logam dengan menggunakan spektrometer massa yang dapat membedakan unsur-unsur kandungan yang berbeda seperti yang terionisasi dalam plasma superhot. Hasilnya: Ada sejumlah $ 13.000.000 senilai logam berharga dalam lumpur yang dihasilkan setiap tahun oleh jutaan penduduk kota, termasuk $ 2.600.000 senilai emas dan perak.

Dengan jumlah yang dihasilkan cukup besar untuk sebuah limbah kotoran, apakah layak untuk terus dikembangkan hingga menjadi sebuah keuntungan yang sangat besar? Penulis utama studi tersebut, Paul Westerhoff, menyatakan bahwa masih berusaha membuktikan dan mencari cara untuk mendapatkan nilai keuntungan dengan masalah biaya pengeluaran yang lebih besar.

Partikel yang kaya akan emas dan kaya mikroskopis pada sampel biosolids kota: EurekAlert

Salah satu kota di Jepang telah mencoba untuk mengekstrasi emas dari limbah lumpur tersebut. Nagano Prefecture di Suwa, sebuah pabrik pengolahan limbah kabarnya telah mengumpulkan hampir 2 kilogram emas disetiap metrik ton abu yang tersisa dari pembakaran lumpur, lebih banyak emas yang terkandung dibanding di sebuah penambangan emas. Namun laporan tersebut belum dikonfirmasi lebih lanjut, para peniliti AS tidak pernah mencoba untuk mengikutinya karena dalam studi lanjutan mendorong untuk berpikir kembali nilai positif dan negatif pada limbah sebagai komoditas yang berharga.

Logam mulia bukan satu-satunya hal yang memiliki potensi nilai ekonomi. Limbah lumpur melepaskan fosfor dan nitrogen yang dapat dijual sebagai pupuk untuk tanaman. Air limbah juga dapat menghasilkan listrik dan air minum, sebuah pabrik pengolahan di Swedia telah menguji kelayakan membuat bioplastik dari air limbah. Model limbah insinerator yang menghasilkan listrik dan air minum hanya dipromosikan oleh Bill & Melinda Gates Foundation, yang membantu mendanai program dan pembangunannya.

Dengan berfokus pada 13 mineral yang paling terkonsentrasi dengan nilai paling tinggi, para ilmuwan mendapatkan $ 280 per-ton limbah atau $ 8.000.000 untuk limbah sebuah kota dengan jutaan penduduk. Nilai itu termasuk logam berharga seperti platinum, emas, perak, zat besi, seng, dan tembaga yang lebih umum. Dalam sebuah metrik ton limbah lumpur terkandung 16,7 gram perak dan sekitar sepertiga dari satu gram emas.

Dalam penelitian tersebut tidak menjelaskan biaya potensial yang harus dikeluarkan dalam mendapatkan logam berharga ini dan juga harga yang harus dikeluarkan untuk membayar kompensasi masyarakat dengan membiarkan hidup bersama limbah lumpur dan polusi yang dihasilkan.

Tinja yang dapat menghasilkan emas berdasarkan kemampuan bakteri mengubah ion menjadi emas padat. Ilmuwan di McMaster University menjelaskan bagaiman proses itu bekerja dalam sebuah artikel yang dipublikasikan secara online dalam jurnal Nature Chemical Biologi. Bakteri ini disebut Delftia acidovorans, konversi pertahanan bagian dari mekanisme pertahanan diri dengan melarutkan ion emas dalam air beracun. Ketika indra bakteri melepaskan protein yang disebut delftibactin A, protein bertindak sebagai perisai untuk bakteri dan mengubah ion beracun menjadi partikel berbahaya yang menumpuk di luar sel.

Emas yang dihasilkan bakteri Delftia acidovorans

Jumlah emas yang dihasilkan Delftia acidovorans cukup kecil (25-50 partikel nanometer), namun kemungkinan bahwa bakteri atau protein tersebut suatu hari nanti dapat digunakan untuk melarutkan emas dan air juga dapat membantu mengidentifikasi sungai yang membawa mineral.

Kathleen Smith, ahli geologi USGS menjelaskan dalam pernyataannya: "Jika Anda dapat menyingkirkan beberapa logam yang mengganggu yang saat ini membatasi banyak biosolids yang bisa kita gunakan pada di ladang dan hutan, dan pada saat yang sama memulihkan logam berharga juga elemen lainnya, itu saling memberi keuntungan."

Bahan kimia yang sama yang biasa digunakan penambang untuk menarik logam di batu, juga dapat digunakan untuk menarik logam di limbah kotoran. Smith bersama rekan peneliti lainnya telah meneliti sampel limbah di perkotaan dan pedesaan, mereka mendeteksi beberapa konsentrasi logam yang cukup besar dari platinum, perak dan emas dengan melihat sampel di bawah mikroskop elektron scanning.

Mereka melaporkan: "Emas yang kami temukan adalah pada tingkat deposit mineral minimal," kata Smith. Dengan kata lain, tingkat emas yang ada di batu pertambangan dianggap prospek yang lebih potensial dibanding pada limbah kotoran.

"Ini bukan hanya tentang emas yang bisa ditambang dan dijual. Limbah mengandung banyak unsur seperti vanadium dan tembaga yang dapat digunakan pada perangkat ponsel dan komputer," kata para peneliti.

Jadi, tinja manusia memang benar dapat menghasilkan emas, namun nilai ekonomi yang dihasilkan belum sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan dalam proses mendulangnya. Seperti halnya dengan air laut yang banyak mengandung emas, namun hingga sekarang tidak ada seorangpun yang bersedia mendulangnya untuk mendapatkan keuntungan finansial. Efek lainnya juga harus tetap diperhitungkan, emas bukanlah satu-satunya hal yang paling menguntungkan dalam kehidupan manusia.

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!

Referensi

Gizmodo (Researchers Discover Bacteria That Produces Pure Gold)
Live Science (Solid Gold: Poop Could Yield Precious Metals)
EurekAlert (Sewage -- yes, poop -- could be a source of valuable metals and critical elements)
Wikipedia (Feces/Tinja)


Emoticon Emoticon