16 December 2016

Tragedi 9/11 dan Teori Konspirasi


Salah satu teori konspirasi yang paling terkenal berkaitan dengan serangan teror yang menimpa Menara Kembar WTC di Amerika pada 11 September 2001 yang menewaskan hampir 3.000 orang. Ada banyak yang berpendapat bahwa tragedi itu adalah rekayasa pihak AS untuk membenarkan perang yang akhirnya pecah di Irak dan Afghanistan.

Berdasarkan asumsi itu, para pecinta teori konspirasi menciptakan mitos tambahan, seperti rumor bahwa orang-orang Yahudi telah diperingatkan agar tidak pergi bekerja hari itu (9/11/2001), dan juga bahwa pertahanan udara Amerika secara tidak masuk akal tidak mampu mencegah insiden teror terbesar sepanjang abad modern yang menimpa negaranya.

Peristiwa

Pada tanggal 11 September 2001, serangan teroris yang menargetkan sasaran Amerika Serikat. Empat pesawat sipil telah dibajak oleh teroris, tiga pesawat yang dibajak digunakan untuk menyerang Twin Towers World Trade Center dan Pentagon, sementara pesawat yang keempat jatuh di daerah terbuka. WTC akhirnya runtuh tidak lama setelah pesawat menabrak bagian atas gedung, hingga menyebabkan jatuhnya ribuan korban meninggal dunia: selain 19 orang pembajak, keseluruhan serangan menewaskan 2973 orang dan 24 orang dinyatakan masih hilang.

Teori konspirasi

Insiden yang menggemparkan seluruh dunia tersebut secara otomatis berakibat timbulnya kekhawatiran masyarakat di seluruh dunia. Secara paralel kekhawatiran tersebut lahir dan menciptakan teori konspirasi. Argumen utama tercermin dalam keyakinan bahwa serangan itu adalah hasil rekayasa pihak AS. Artinya, pemerintah AS telah membuat tipuan terbesar sepanjang masa, untuk membenarkan intervensi mereka di Irak dan Afghanistan pasca tragedi 9/11.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Pemerintah AS dengan segera melakukan tindakan dengan memerintahkan penyelidikan secara menyeluruh, termasuk menyelidiki mengapa Menara Kembar runtuh begitu cepat. Pada masalah runtuhnya WTC yang begitu cepat, pemerintah AS mengamanatkan kepada National Institute of Standards and Technology (NIST) untuk menyelidiki masalah itu. Penyelidikan menelan biaya sekitar $ 16 juta dan diselidiki secara menyeluruh dari runtuhnya kedua Menara Kembar, dan mengapa Menara 7 ikut runtuh sedangkan tidak terkena serangan pesawat.

Investigasi yang dilakukan NIST terhadap runtuhnya WTC dapat dilihat di nist.gov. Anda juga dapat melihat penjelasannya dengan menggunakan ilustrasi gambar grafik di USA TODAY.

96adb-wtc.jpg

Investigasi yang dilakukan NIST menemukan bahwa pesawat menghantam gedung dengan kecepatan tinggi sehingga menyebabkan kerusakan serius pada kedua kolom inti pusat, dan di batas luar lingkaran (perimeter). Namun, seharusnya gedung tidak akan runtuh hanya karena alasan kecepatan pesawat. Tapi kebakaran yang disebabkan bahan bakar dari pesawat yang membuat kolom yang tersisa menjadi 'lemah' dalam kombinasi dengan distorsi hingga mengakibatkan keruntuhan.

Dampak api yang menyebar hingga mengisolasi antara beberapa lantai menyebabkan api semakin meluas. Dalam investigasi itu membantah adanya ledakan yang terkontrol. Setiap pesawat membawa sekitar 90.000 liter avtur yang sangat mudah terbakar, ditambah faktor di dalam gedung juga banyak bahan yang mudah terbakar (barang kantor, karpet, tirai dll).

Baja dapat meleleh pada suhu 1500 derajat celcius, sedangkan suhu api tidak melebihi dari 1.000 derajat celcius. Namun baja (bahan pilar), mulai "melunak" pada suhu 450 derajat hingga 620 derajat, yang menyebabkan baja kehilangan setengah dari "kekuatannya". Namun dengan kondisi itu masih bisa menahan gedung. Pendukung dari runtuhnya gedung karena "pelunakan" dari suhu baja, dan pemanasan yang tidak merata dari ruangan. Artinya, dalam beberapa poin pada suhu dari kolom dan frame, misalnya 1.000 poin suhu ke 500 derajat. Hal ini menyebabkan distorsi dari kolom baja dan panel dan juga akibat tekanan dari reruntuhan.

http://govinfo.library.unt.edu/911/report/index.htm

http://www.tms.org/pubs/journals/jom/0112/eagar/eagar-0112.html


Mengapa NORAD tidak bereaksi?

NORAD (North American Aerospace Defense Command), bertanggung jawab untuk perlindungan wilayah udara Amerika. Mereka bertanggung jawab untuk menghentikan ancaman dari serangan udara di wilayah AS. Selama 10 tahun terakhir sebelum serangan 11 September, mereka telah 'berhenti' menggunakan Learjet untuk politik. Pada hari kejadian, hanya ada 14 pesawat untuk menyelesikan tugas dan tugas lain di 49 negara dari benua Amerika. Bahkan jika mereka telah diperingatkan dalam waktu yang cepat, akan sangat sulit bagi operator radar NORAD untuk membedakan jejak ancaman yang nyata, ada 4.500 jalur pesawat di udara pada waktu itu.

http://www.popularmechanics.com/military/a5654/debunking-911-myths-planes/

Dimana puing pesawat yang menghantam Pentagon?

Teori konspirasi berpendapat bahwa kerusakan di Pentagon tidak disebabkan oleh serangan Boeing 757 yang dikendalikan oleh pembajak, tetapi akibat roket atau ledakan yang disengaja. Namun dalam kenyataannya, puing pesawat ditemukan tidak jauh dari lokasi dan ada foto untuk membuktikannya.

af2a9-puing.jpg
23703-puing3.jpg

http://911review.com/errors/pentagon/nodebris.html

http://www.popularmechanics.com/military/a5659/debunking-911-myths-pentagon/

Di mana orang-orang Yahudi saat kejadian?

Teori ini "dimainkan" oleh para pecinta teori konspirasi. Klaim bahwa orang-orang Yahudi telah mengetahui tentang serangan itu sehingga mereka tidak ada yang pergi bekerja di WTC pada hari serangan. Jika mereka berusaha mencari daftar data di internet tentang 2.973 orang yang menjadi korban meninggal dari serangan 9/11, lihatlah nama-nama korban yang meninggal, Anda akan melihat sesuatu yang aneh yang dapat membantah teori konspirasi itu. Terlalu banyak nama mereka yang berbahasa Ibrani ... Setidaknya 400 orang Yahudi Amerika dan 5 orang warga Israel yang telah masuk daftar korban meninggal dunia. Dengan kata lain, persentase orang Yahudi yang tewas dalam serangan mendekati 8% dari total keseluruhan korban tewas, jadi klaim orang-orang Yahudi telah mengetahui rencana serangan itu tidak terbukti dan telah terbantahkan.

http://www.911memorial.org/names-memorial-0

Di luar dari sisi kemanusian, biaya uang yang dikeluarkan oleh pemerintah AS akibat dari serangan 9/11, diperkirakan uang yang telah dikeluarkan sekitar 3,3 triliun dolar. Mungkin ada orang yang kemudian bertanya-tanya apakah Amerika akan bersedia untuk mengorbankan diri yang sangat besar dengan begitu banyak kerusakan hingga banyak warganya ikut menjadi korban.

http://www.nytimes.com/interactive/2011/09/08/us/sept-11-reckoning/cost-graphic.html?_r=0

Popular Mechanics pada tahun 2006 telah melakukan investigasi dengan tujuan survei yang melibatkan 300 ahli dan berbagai organisasi. Tindakan yang dianggap terbaik untuk memverifikasi teori konspirasi 9/11 adalah dengan melakukan studi independen. Penelitian itu telah diperbarui pada tahun 2011 dan merilis sebuah buku berjudul: "Membongkar Mitos 9/11: Mengapa Teori Konspirasi Tidak Dapat Berdiri Untuk Fakta."

c39b8-mitos.jpg

Mereka menyelidiki dan banyak membantah rumor teori konspirasi, dalam 4 bagian:

1. Pesawat
Passenger windows on a piece of Flight 175's fuselage



 

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!

Referensi

Indonesian Report (Tragedi Serangan 11 September dan Teori Konspirasi)
Wikipedia (September 11 Attacks)


Emoticon Emoticon