01 December 2016

Tanaman Dewa Petir (Lei Gong Teng) Ampuh Mengobati Kanker: Hoax!


Sebuah laporan beredar secara online menyatakan bahwa ramuan obat asal China berasal dari tanaman dewa petir (thunder god fine atau lei gong teng) mampu mengobati kanker. Selama bertahun-tahun ilmuwan meneliti obat untuk obesitas dan kanker, akhirnya mereka menemukan obat yang mujarab dan gratis yang sudah disediakan oleh alam.

Berikut artikel dari infoherbalis.com, detik.com, Google.


Selama bertahun-tahun ilmuwan melakukan penelitian untuk menemukan cara efektif menangani obesitas dan Kanker ternyata telah ditemukan Penelitian terbaru menemukan solusi obesitas yang tersembunyi dari ekstrak Tripterygium wilfordii atau Thunder God Vine (anggur dewa guntur), yang bisa menurunkan berat badan hingga 45 persen.

Dalam esktrak Thunder God Vine ditemukan tingginya senyawa celastrol yang menurunkan berat badan. Senyawa tersebut bisa memperkuat efek dari ‘hormon kenyang’ yakni leptin. Hormon leptin adalah hormon yang mengirimkan sinyal ke tubuh untuk berhenti makan. Efek ini akan kuat sesuai dengan sensitivitas tubuh. Orang-orang yang tidak sensitif cenderung untuk gemuk karena tubuh tidak dapat memberi sinyal untuk berhenti makan.

“Dari penelitian ini, ada harapan untuk membuat leptin bekerja dan harapan untuk menangani obesitas,” ujar Umut Ozcan, endokrinologi dari Boston Children’s Hospital dan Harvard Medical School, seperti dikutip dari Medical Daily pada Rabu (27/5/2015).

Tanaman obat asal China yang disebut tanaman dewa petir (thunder god vine atau lei gong teng) bekerja lebih baik dibanding obat farmasi yang banyak diresepkan, dalam meredakan rheumatoid arthritis. Demikian studi tim peneliti China seperti dipublikasikan dalam jurnal BMJ. Herbal tersebut telah lama digunakan di China untuk mengatasi rheumatoid arthritis yang biasanya menyerang persendian tangan dan kaki. Dalam studi terhadap 207 pasien rheumatoid arthritis, peneliti memberikan obat herbal dewa petir kepada sebagian partisipan, sebagian diberi obat methotrexate, dan sebagian lain diberi gabungan kedua obat. Setelah 6 bulan, partisipan menjalani pemeriksaan untuk mengukur perbaikan kondisi yang disebut ACR 50, perbaikan sejumlah kriteria yang mencapai 50 persen. Pada kelompok yang diberi obat herbal, 55 persen mengalami perbaikan kondisi, sementara yang diberi methotrexate sebesar 46 persen. Yang paling banyak mencapai perbaikan ACR 50 adalah kelompok yang diberi herbal dan methotrexate, mencapai 77 persen. Studi tersebut juga menemukan efek samping yang biasa menyertai penggunaan herbal dewa petir dan methodrexate, terutama gangguan saluran pencernaan.

Menurut penelitian terbaru dari University of Minnesota Masonik Cancer Center, dengan penggunaan tanaman ini, setelah 40 hari tubuh tidak menunjukkan tanda-tanda kanker – bahkan ketika terapi dihentikan. Penelitian untuk keajaiban ini rumput, seperti yang kita menyebutnya, dipromosikan dalam jurnal Science Translational Medicine.

Hoax atau Fakta: Hoax!

ANALISIS

Berita yang menyatakan bahwa tanaman dewa petir bermanfaat untuk menyembuhkan kanker sangat menyesatkan. Wakil presiden penelitian di Cancer Center Ashok Saluja, bahkan menulis di Bloomberg:

"Katanya tanaman ini sangat ampuh untuk membunuh kanker. Seperti banyak zat lain yang kuat seperti kunyit dan jahe, ilmu pengetahuan utama lebih lambat untuk dikomfirmasi tentang banyaknya pengobatan tradisional yang telah dikenal sepanjang hidup mereka. Semua itu tentu saja karena tidak ada cukup uang untuk perusaan besar dalam mengeksploitasi sifat penyembuhan herbal dan senyawa alami seperti senyawa yang ditemukan dalam lei gong teng.

Misalnya kunyit dan jahe, telah ditemukan memiliki agen ati-kanker yang cukup besar yang lebih aman dan murah dibandingkan dengan obat yang mahal dan berbahaya karena berupa zat kimia yang pada dasarnya memiliki efek samping! Namun demikian, megalofarmakeftikes telah mengabaikan rempah-rempah ini sejauh mungkin. Bahkan mereka telah menemukan ribuan studi yang menunjukan kecurangan yang disuga obat-obatan itu telah dipromosikan oleh farmasi besar."

Artikel itu seolah membenarkan bahwa lei gong teng sangat bermanfaat untuk sel kanker. Dalam artikel Bloomberg, Ashok Saluja juga menjelaskan: "Obat sangat luar biasa ampuh untuk membunuh sel tumor, Anda bisa melihatnya pada tikus setiap hari, tumor itu menurun dan terus menurun, dan kemudian hilang. Apakah itu berarti dapat bekerja pada manusia? Kita tidak dapat memastikan bahwa obat ini ampuh untuk membunuh sel kanker. Setiap hari kami mengamati tikus dan cukup efektif membunuh sel-sel kanker, itu tidak berarti juga dapat diaplikasikan pada manusia. Kata yang lebih tepat tidak lebih, tidak kurang."

Selain itu, asosiasi medis Cina di Yunani telah menerbitkan artikel tentang karakterisistik tanaman lei gong teng.

"Ramuan Lei Gong Teng adalah racun. Jika digunakan tanpa pengawasan dosis yang tepat dan berkualitas, efek sampingnya dapat membuat pusing, pendarahan, gangguan pencernaan, gagal ginjal, dan banyak lagi.

Sebagai Asosiasi Pengobatan Cina di Yunani, kita diwajibkan untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa ramuan Cina tidak dapat digunakan tanpa saran dari ahli obat khusus herbal Cina, karena resep mereka didasarkan pada sistem diagnostik yang kompleks dan tidak hanya merujuk pada diagnosis kedokteran klasik. Pengobatan herbal jika digunakan tanpa pengawasan terapis khusus, kemungkinan mereka tidak akan mendapatkan efek positif seperti yang diharapkan dan bisa saja malah berbahaya bagi kesehatan.

Kami menyarankan bahwa semua informasi mengenai ramuan Cina harus dipertimbangkan kembali oleh para penulis secara rinci dan dikomunikasikan setelah menganalisis semua faktor yang berkaitan dengan penentuan toksisitas  dan juga kombinasi beracun dari ramuan yang telah dipublikasikan."

Pemerintah Inggris menyarankan untuk menghindari formulasi yang mengandung lei gong teng karena efek samping yang sangat serius yang dapat merugikan hati, ginjal, jantung, kekebalan tubuh, dll. Pemerintah Inggris memberikan saran kepada profesional kesehatan untuk selalu waspada dan selalu memberikan peringatan kepada orang-orang untuk berhenti menggunakan tanaman ini dalam pengobatan.

KESIMPULAN

Manfaat tanaman dewa petir/lei gong teng/thunder god fine belum terbukti secara ilmiah, bahkan tanaman ini beracun dan berbahaya. Untuk kesehatan Anda jangan mudah mempercayai informasi apapun yang Anda baca di internet sebelum Anda melakukan verifikasi. Biasakan untuk selalu menemui dokter ahli untuk meminta saran seputar kesehatan dan bertanya tentang informasi yang Anda baca di internet.

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!

Referensi

Asosiasi medis obat Cina di Yunani (Tentang Ramuan Lei Gong Teng)
Wikipedia (Lei Gong Teng)
Gov.UK (Obat-obatan Cina yang mengandung lei gong teng)
Terra Nova Incognita (Hoax: tanaman membunuh kanker dalam 40 hari)


Emoticon Emoticon