22 December 2016

Rumput Gandum Mengobati Kanker: Hoax


Rumput gandum atau wheatgrass telah lama dipercaya mampu menyembuhkan kanker. Beberapa orang mengklaim merasakan manfaat rumput gandum untuk kesehatan dan membunuh sel kanker.

Berikut artikel berita dari sidomi.com, kompas.com, tribunnews.com, metrotvnews.com, okezone.com.

Mungkin baru kali ini Anda mendengar rumput bisa dijadikan minuman jus yang sangat menyehatkan. Bahkan, ada yang pernah merasakan khasiatnya untuk penyembuhan kanker. Adalah Ann Wigmore dari AS yang coba mengonsumsinya di tahun 1940-an. Setelah rutin minum jus ini, dia terbebas dari sakit kanker yang dideritanya.

Hanya saja, jenis rumput gandum yang dipakai sebagai sebagai terapi. Rumput yang berasal dari kecambah gandum ini punya zat antikanker. Pertumbuhan tumor dan penyebaran sel kanker dapat ditangkal.

Kandungannya tidak sebatas zat antikanker. Rumput gandum juga mempunyai vitamin dan mineral yang mencapai 90 macam. Asam amino dan lisin di dalamnya berguna untuk mempercantik kulit dan menyehatkan rambut. Selain itu, ada 400 enzin di dalam kecambah gandum. Zat klorofil yang sebagian besar memenuhi bagian rumput berperan sebagai antioksidan dan pencegah sakit yang berhubungan dengan kardiovaskuler.

Ada aturan dalam membuatnya. Ambil rumput yang habis dipanen dan dibiarkan 15 menit. Dalam jangka waktu tersebut, rumput masih banyak mengandung enzim. Enzim berkurang dalam waktu satu jam. Dan, minumlah jus tersebut sebelum makan dengan memberinya tambahan sedikit air. Naikkan dosisnya secara perlahan agar tubuh dapat menyesuaikan diri.


Hoax atau Fakta: Hoax!



ANALISIS

Kabar manfaat rumput gandum dapat menyembuhkan kanker dimulai pada tahun 1940-an, ketika seorang penderita kanker Ann Wigmore mengaku sembuh dari penyakitnya karena rutin mengonsumsi jus rumput gandum. Jus rumput gandum diketahui mengandung lebih dari 90 tipe mineral dan vitamin yang dibutuhkan manusia. Minuman berwarna hijau ini bahkan kaya akan asam amino, termasuk lisin yang baik untuk kulit dan rambut. Sebanyak 70 persen kamdungan jus rumput gandum mengandung klorofil yang efektif melawan radikal bebas dan penyakit kardiovaskuler. Bahkan kecambah gandum mengandung lebih dari 400 enzim.

Rumput gandum biasanya dipasarkan dalam jus atau bubuk dan tunas yang dihasilkan dari biji gandum sebelum membentuk menjadi gandum. Dalam beberapa tahun terakhir rumput ini telah memperoleh reputasi yang sangat tinggi untuk beberapa sifat menguntungkan yang ditawarkan oleh tubuh karena nilai gizi yang tinggi.

Namun, klaim manfaat rumput gandum dapat menyembuhkan kanker tidak terbukti secara ilmiah. Menurut otoritas jurnal medis elektronik WebMD , rumput gandum tidak dapat menyembuhkan kanker. Para pendukung klaim yang menyatakan bahwa klorofil yang terkandung dalam rumput gandum adalah faktor pembunuh sel kanker, bertindak sebagai hemoglobin oxygononontas tubuh, tidak berlaku. Karena klorofil bukan hanya terdapat pada rumput gandum, namun juga dapat ditemukan disemua sayuran hijau yang kita makan, sehingga untuk mendapatkan klorofil sebagai penyembuh kanker tidak hanya harus mengkonsumsi rumput gandum.

Sebuah artikel Scientific American berjudul "How Anecdotal Evidence Can Undermine Scientific Results", yang mengutip dari Michael Shermer. Hewan herbivora ada yang menderita kanker, meskipun konsumsi klorofil yang sangat banyak, tampaknya itu diabaikan oleh Wigmore. Hewan herbivora memakan tumbuhan kaya akan klorofil, mengapa hanya rumput gandum yang mampu membunuh sel kanker dengan alasan kaya akan klorofil?

The reason for this cognitive disconnect is that we have evolved brains that pay attention to anecdotes because false positives (believing there is a connection between A and B when there is not) are usually harmless, whereas false negatives (believing there is no connection between A and B when there is) may take you out of the gene pool. Our brains are belief engines that employ association learning to seek and find patterns. Superstition and belief in magic are millions of years old, whereas science, with its methods of controlling for intervening variables to circumvent false positives, is only a few hundred years old. So it is that any medical huckster promising that A will cure B has only to advertise a handful of successful anecdotes in the form of testimonials.

Jurnal medis psychologytoday.com juga membantah klaim manfaat jus rumput gandum. Penulis dari artikel Peter Edelstein M.D, yang juga sebagai ahli bedah terkenal (lulusan Stanford), dalam tulisannya dengan judul "Elvis is Alive, and Wheatgrass Juice Cures Cancer!" menyarankan kita untuk menghindari nasihat medis yang beredar di internet yang tidak terbukti secara ilmih, karena dapat mempengaruhi kesehatan kita. Untuk menggambarkan argumennya, ia menggunakan analogi Elvis masih hidup dan rumput gandum.

Unfortunately, when it comes to offering insight on health and healthcare questions, the internet does not uniformly offer evidence-based medical advice. In fact, many argue that the power of the internet is that anyone can claim expertise on anything and put their “expertise” out on the web for all to view. Thus it’s not surprising to learn that Elvis is not only still alive, but that The King works undercover for the Drug Enforcement Agency. And when it comes to information and guidance regarding cancer, heart disease, prostate conditions, arthritis…in fact, regarding just about every known medical condition, there are Elvis-sightings all over the web. (For example, numerous sites claim “natural” treatments cure cancer, and should be used in lieu of traditional Western medical approaches.) Of course the majority of these websites offer their “miraculous” treatments for a small (or large) fee, which you can conveniently and instantaneously pay on-line using your credit card.

Manfaat rumput gandum untuk mengobati kanker telah dipromosikan sejak tahun 1940-an oleh seorang imigran Lhituania di Boston, Anne Wigmore, seorang praktisi kesehatan holistik. Dia mempercayai bahwa enzim dan klorofil dalam rumput gandum merupakan kekuatan besar dalam penyembuhan kanker.

Menurut William T Jarvis,seorang pensiunan profesor kesehatan masyarakat di Loma Linda University School of Medicine dan pendiri Dewan Nasional terhadap Penipuan Kesehatan, itu semua omong kosong. "Enzim adalah molekul protein kompleks yang dihasilkan oleh organisme hidup secara eksklusif untuk mereka gunakan sendiri dalam mempromosikan reaksi kimia. Enzim secara lisan tertelan dan dicerna di perut dan tidak memiliki aktivitas enzimatik ketika dimakan," kata Jarvis.

Berdasarkan keterangan bantahan dari para ahli di atas, klaim rumput gandum dapat mengobati kanker tidak terbukti secara ilmiah. Lebih baik selalu rutin konsultasi kepada dokter daripada harus mempercayai artikel kesehatan yang beredar di internet tanpa bukti ilmiah dan hanya berdasarkan kesaksian anekdot.

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!

Referensi

WebMD (What Is Wheatgrass Good For You?)
American Cancer Society (More information on complementary and alternative medicine)
Memorial Sloan Kettering Cancer Center (About Herbs, Botanicals & Other Products)
National Center for Complementary and Integrative Health
Wikipedia (Wheatgrass)
National Council Against Health Fraud


Emoticon Emoticon