09 December 2016

[Mitos VS Fakta] Manusia Hanya menggunakan 10% Dari Otaknya


Telah lama beredar mitos yang banyak dipercaya tentang manusia yang hanya menggunakan 10% dari kapasitas otaknya. Mitos itu telah ada selama puluh tahun lalu, klaim yang telah menjadi doktrin hingga banyak dipercaya sebagai fakta.

Keyakinan bahwa manusia hanya menggunakan 10% otaknya telah ada sejak beberapa dekade lalu, klaim itu bahkan dikaitkan dengan Albert Einstein yang konon digunakan untuk menjelaskan kecerdasan yang tinggi. Klaim itu sangat terkenal, namun sayangnya tidak jelas sumber dan validitasnya.

Pada tahun 1998, iklan dalam majalah nasional untuk US Satellite Broadcasting menunjukan sebuah gambar dari otak. Di bawah gambar tertulis caption, "Anda hanya menggunakan 11 persen dari potensinya". Pada Juli 1998, televisi ABC membuat promosi untuk The Secret Lives of Men, menampilkan uraian layar penuh yang berbunyi, "Pria hanya menggunakan sepuluh persen dari otak mereka."

Pada awal tahun 1900-an, seorang filsuf paling berpengaruh di Amerika Serikat dan juga dijuluki sebagai "Bapak psikologi Amerika", William James, mengatakan bahwa manusia memiliki potensi mental yang tidak terpakai. Kemudian penulis Lowell Thomas dalam kata pengantarnya pada 1936 menulis "Profesor William James dari Harvard mengatakan bahwa rata-rata manusia mengembangkan kemampuan mentalnya hanya 10%".

William James Pada tahun 1890 (Gambar: Wikipedia)

Apa yang ditulis Lowell Thomas telah menambahkan angka samar "10 persen" dari pemikiran William James yang sebenarnya tidak pernah menyebutkan angka. Berdasarkan tulisan Lowell Thomas dengan menambahkan angka samar 10%, klaim bahwa manusia hanya menggunakan 10% kemampuan otaknya mulai populer dan kian berkembang hingga saat ini.

Lowell Thomas di Arab Saudi 1918 (Gambar: Wikipedia)

Pada tahun 2013, survei yang dilakukan oleh The Michael J. Fox Foundation for Parkinson's Research, menemukan bahwa hampir 65% dari masyarakat Amerika mempercayai mitos itu sebagai kebenaran. Klaim itu itu beredar dalam versi lain menyatakan bahwa manusia hanya menggunakan 3%, 10%, 27% atau beberapa persentase kecil lainnya dari kapasitas otak manusia.


Otak Manusia

Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf dan neuron. Otak mnegatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan funsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.

Pada 27 Oktober 2010 dalam episode dari MythBusters, Tory Belleci melakukan serangkaian tes lipatan pikiran untuk melacak berapa banyak dari otak bekerja dalam fungsinya. Dengan menggunakan latihan memori, perhitungan matematika, kumpulan kata dan perbandingan gambar, mereka menguji empat wilayah neurologis yang berbeda dari otak. Selama pengujian satu MEG (Magnetoencephalogram), terlihat bahwa sekitar 35 persen dari konservatif otak melonjak naik dalam fungsinya, pastinya itu telah menggugurkan mitos populer hanya 10 % otak yang berfungsi.

Barry Beyerstein, seorang ahli otak, menunjukkan tujuh bukti kesalahan mitos ini:

  1. Penelitian kerusakan otak: Jika 90% otak tidak digunakan, berarti kerusakan terhadap wilayah tersebut tidak akan merusak performa otak. Sementara itu, kerusakan sekecil apapun terhadap otak dapat memberikan dampak yang besar.
  2. Evolusi: Otak sangat berharga bagi anggota tubuh lain. Jika 90% otak tidak penting, maka akan muncul kemungkinan bertahan yang lebih besar bagi manusia dengan otak yang lebih kecil dan efisien.
  3. Citra otak: Teknologi seperti Positron Emission Tomography (PET) dan Functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI) membuat aktivitas otak dapat dipantau. Bahkan saat manusia sedang tidur, semua bagian otak menunjukkan aktivitas. Otak hanya memiliki bagian yang "tidur" jika mengalami kerusakan berat.
  4. Lokalisasi fungsi: Otak terdiri dari beberapa bagian, yang memiliki fungsinya masing-masing. Penelitian telah memetakan fungsi otak, dan tidak ada wilayah otak yang tak berguna.
  5. Analisis mikrostruktural: Dengan teknik single-unit recording, peneliti memasukan elektrode kecil ke otak untuk memantau aktivitas sel. Jika 90% sel tidak digunakan, maka teknik ini seharusnya telah menunjukkan hal tersebut.
  6. Penelitian metabolis: Teknik ilmiah lainnya mempelajari penyerapan molekul 2-deoksiglukosa oleh otak. Jika 90 persen otak tidak digunakan, maka sel yang tak aktif akan ditunjukan sebagai wilayah kosong dalam radiograf otak.
  7. Penyakit otak: Sel otak yang tidak digunakan memiliki kecenderungan untuk mengalami degenerasi. Jika 90% otak tak digunakan, otopsi otak dewasa akan mengakibatkan degenerasi berskala besar.

Mitos lain yang cukup menarik adalah keterampilan mental akan menurun seiring dengan bertambahnya usia, survei yang telah dilakukan menunjukan hampir 74% masyarakat Amerika percaya akan hal itu sebagai fakta. Sebaliknya, dalam laporan survei tersebut psikolog mengatakan bahwa keterampilan mental tertentu benar-benar dapat meningkat seiring dengan bertambahnya usia dan pengalaman, seperti penggunaan kosa kata seseorang dan kebijaksanaan sosial.

KESIMPULAN

Mitos tentang kemampuan otak manusia hanya 10% tidak terbukti dan berasal dari asumsi penulis Lowell Thomas yang telah menambahkan angka samar atas pemikiran dari filsup terkenal William James. Mitos itu kemungkinan disebarkan hanya untuk menyindir beberapa orang yang tidak menggunakan otaknya secara maksimal hingga terjerat kebodohan. Kecerdasan otak dapat meningkat berdasarkan beberapa faktor dengan cara pelatihan mental dan kemampuan mempelajari pengalaman hidup, jadi gunakan otak Anda dengan bijaksana!

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes! 

Referensi

Mashable (Hollywood Myth, Busted: Humans Use Far More Than 10% of Their Brains)
Wikipedia (Ten percent of the brain myth)



Emoticon Emoticon