12 December 2016

Manfaat Seledri Membersihkan Ginjal: Hoax


Daun seledri dipercaya bermanfaat membersihkan ginjal secara efektif, air seni yang keluar akan membawa garam dan juga racun yang terakumulasi dalam tubuh akibat fungsi penyaringan ginjal sehingga kesehatan ginjal akan tetap terjaga.

Berikut artikel berita dari tribunnews.com, Google.

Ginjal merupakan salah satu organ bagian dalam tubuh yang rutin bekerja, yaitu menyaring racun dan kotoran, garam dan juga zat-zat yang berbahaya bagi tubuh.

Penggunaan yang secara terus menerus ini membuat fungsi ginjal akan berkurang.

Karena itulah banyak yang mencari cara alami cuci ginjal.

Cuci ginjal merupakan cara yang baik untuk perawatan ginjal agar ginjal tidak kehilangan fungsinya dan tubuh kita tetap sehat terbebas dari berbagai macam racun dan berbagai zat berbahaya.

Namun, biaya cuci ginjal cukup mahal membuat orang malas untuk melakukannya karena faktor tidak punya uang. Tapi ternyata, cuci ginjal bisa dilakukan dengan mudah dan sangat murah, yaitu menggunakan seledri.

Seledri biasa digunakan dalam makanan sebagai penyedap misalnya dalam sayur sop ataupun perkedel.

Siapa sangka bahwa seledri memiliki khasiat yang baik untuk pembersihan ginjal.

Cara alami cuci ginjal dengan menggunakan daun seledri adalah dengan mengolahnya menjadi ramuan.


Hoax atau Fakta: Hoax

ANALISIS

Klaim yang menyatakan bahwa seledri mampu membersihkan ginjal tidak ada bukti ilmiah dan belum pernah diuji klinis. Seledri mengandung vitamin dan mineral tertentu, namun tidak ada bukti ilmiah yang dapat menunjang kebenaran dari klaim seledri dapat membersihkan ginjal Anda.

Klaim bahwa seledri dapat membersihkan ginjal didasarkan pada premis bahwa produk beracun seperti urea (zat sisa pada urin) yang melewati ginjal jika volume cairan yang melewati ginjal meningkat, seperti yang terlihat ketika setelah mengkonsumsi seledri. Volume cairan yang meningkat setelah mengkonsumsi seledri tidak berarti racun akan ikut terkuras meninggalkan ginjal lalu keluar dari tubuh.

Seledri sebagai diuretik alami

Diuretik adalah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukan urin. Istilah diuresis mempunyai dua pengertian, pertama menunjukkan adanya penambahan volume urin yang diproduksi dan yang kedua menunjukkan jumlah pengeluaran zat-zat yang terlarut dalam air. Fungsi utama diuretik adalah untuk memobilisasi cairan edema (retensi cairan dalam tubuh), yang berarti mengubah keseimbangan cairan sedemikian rupa sehingga cairan ekstra-sel kembali menjadi normal.

Kandungan seledri

Seledri memiliki efek sebagai diuretik alami karena mengandung dua zat, apiol dan miristisin, yang ditemukan pada minyak seledri. Jumlah zat ini ini bervariasi yang terdiri lebih dari 30 varietas seledri, jumlahnya bervarisasi dari berbagai jenis tanaman yang terkonsentrasi pada daun dibanding pada akarnya. Badan Komisi E Jerman telah menunjukan bahwa seledri dapat digunakan untuk membersihkan tubuh dari batu ginjal, namun menurut Tufts Medical Center hingga saat ini belum ada bukti klinis untuk mendukungnya, potensi yang sudah diuji klinis dapat meningkatkan volume urin.

Seledri mengandung flavonoid dan antioksidan, terutama luteolin, apigenin, asam folat, vitamin K, vitamin C, dan vitamin A. Setengah sendok makan seledri kering mengandung sekitar 6,0 mg dari lycopene dan 10,7 mg alpha karoten serta 82,9 mg lutein + zeaxanthin dan 80,7 mg beta karoten.

Efek Seledri

Sebuah studi yang diterbitkan dalam "Journal of Ethnopharmacology" pada Maret 2002, mencatat pengaruh ekstrak biji seledri mempengaruhi jumlah volume urin pada tikus. Penelitian ini menemukan bahwa tikus yang meminum ekstrak biji seledri memproduksi lebih banyak urin secara signifikan selama 24 jam dibandingkan tikus lain yang meminum air.

Manfaat seledri

Selain menjadi sumber vitamin dan mineral tertentu serta berguna sebagai diuretik dan pencahar, seledri digunakan untuk pengobatan prostat, hati dan penyakit limpa, serta anemia dan infeksi mikroba. Namun, belum ada uji klinis untuk mengkonfirmasi cara penggunaannya.

Kesimpulan

Seledri dapat membersihkan ginjal tidak berdasarkan uji klinis, hanya berdasarkan asumsi. Seledri banyak mengandung vitamin, mineral, flavonoid, dan antioksidan, pada umumnya diakui sangat aman digunakan sebagai makanan. Keamanan dan efektifitas dari manfaatnya untuk dosis yang lebih tinggi dalam makanan belum terbukti dan harus dihindari, terutama bagi wanita hamil. Konsumsi seledri secara berlebihan harus dihindari oleh wanita hamil karena memungkinkan emmenagogue (merangsang menstruasi) dan keguguran, namun dalam jumlah normal cukup aman.

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!

Referensi

Wikipedia (Parsley)
Drugs.com (Parsley)
Livestrong.com (Side Effects and Caution for Parsley)
NCBI/US National Library of Medicine National Institutes of Health (Diuretic effect and mechanism of action of parsley)


Emoticon Emoticon