20 December 2016

Klaim Manusia Magnet Dibantah Para Ilmuwan


Manusia magnet yang dianggap memiliki kekuatan super mampu menarik benda hingga menempel di tubuhnya. Banyak laporan di seluruh dunia yang mengklaim sebagai manusia magnet dengan memberikan bukti foto-foto mereka dengan benda-benda yang menempel di tubuh.

Pada November 2016, Mail Online menerbitkan laporan tentang pria yang memiliki kekuatan magnet dalam tubuhnya yang konon dapat menarik sendok, garpu, gelas, ponsel, remote TV, dan bahkan besi yang menempel di tubuhnya.


Artikel Mail Online mengklaim bahwa Muhibija Buljubasic, seorang montir mobil berusia 58 tahun dari Bosnia dan Herzegovina, mendapatkan bakat khusus dapat menarik benda ke tubuhnya delapan tahun lalu.

"Dia adalah salah satu manusia yang tidak khawatir kehilangan remote televisi," tulisan dalam artikel. Artikel selengkapnya dibaca di sini.

Mail Online juga sebelumnya menerbitkan artikel yang mirip tentang seorang anak Bosnia yang konon dapat menarik sendok, garpu, dan koin ke dadanya.


Tweet itu telah di retweets lebih dari 3000 kali, nampaknya banyak orang yang terkesan dan kagum pada fenomena aneh itu.

Cerita yang sama juga diterbitkan oleh media Inggris Mirror yang membandingkan anak 6 tahun dengan karakter komik Marvel Magneto.


Pada awal tahun 2016, The Sun menerbitkan berita tentang seorang pria yang mempunyai bakat luar biasa dengan kulit magnetnya dapat membuat sendok dan paku menempel pada dadanya.


Pada tahun 2011, dua bersaudara Otto dan Juraj Hoffman menampilkan fotonya dengan berpose menampilkan kemampuan mereka menarik logam, kayu, dan plastik. Ibu mereka Srebrenka Hoffman mengklaim bahwa ia juga memiliki kemampuan yang sama ketika masih muda.


Anak 6 tahun Ivan Stojilkovic juga dapat menarik benda 20 kilogram dan benda plastik ke tubuhnya.


Dan Josip Losonc mengklaim tubuhnya memiliki kekuatan magnet besar.


Mungkinkah manusia magnet ada?

Kemungkinan besar tidak. Para ahli sangat meragukan klaim orang-orang yang selama ini mengaku memiliki kekuatan magnet dalam tubuhnya. Dikutip dari BuzzFeed, seorang juru bicara dari Institute Fisika mengatakan bahwa benda-benda yang menempel di tubuh kemungkinan besar dikarenakan "kulit yang lengket", bukan magnet dalam tubuh.


Mungkin banyak yang tidak yakin akan jawaban yang sederhana itu, namun ada cara ilmiah untuk membuktikannya dengan menggunakan kompas.

"Manusia magnet, jika benar-benar ada, akan sangat mudah untuk mengujinya," kata juru bicara kepada Buzzfeed.

"Cukup tempatkan kompas dekat anak itu dan lihat apakah ada reaksi. Jika jarum kompas tidak bergerak sejalan dengan medan magnet yang ada di dalam tubuh anak itu, maka dia bukan manusia magnet."

"Tanpa efek pada kompas, tidak ada alasan untuk mempercayai klaim tentang manusia magnet."

Menurut para ilmuwan, jika seseorang dapat menempelkan benda ke tubuh mereka, tidak hanya logam tetapi juga bahan lainnya, itu benar-benar tidak ada hubungannya dengan magnet. Seorang editor majalah Skeptic Inguirer, Benjamin Radford, pernah mencoba menggunakan kompas untuk memeriksa medan magnet dari orang-orang yang mengaku sebagai manusia magnet. Dia mengatakan bahwa manusia tidak benar-benar menghasilkan medan magnet.

Dalam hal ini menunjukan bahwa manusia magnet menggunakan berbagai jenis efek fisik. Banyak ilmuwan dan pendukung ilmu pengetahuan, termasuk James Randi, mengklaim bahwa kemampuan ini disebabkan oleh kulit yang lengket.

"Jika memang ada reaksi magnet, orang tersebut harus bisa bersandar di atas. Jika gaya magnet dapat mengatasi gravitasi, kita dapat menyaksikannya. Itulah salah satu petunjuk kuat bahwa apa yang kita saksikan tidak ada manusia magnet," kata Radford.

"Orang-orang ini bukan manusia magnet, hanya saja memiliki permukaan kulit yang lebih halus yang memungkinkan benda dapat menempel."

Benda non-logam seperti plastik, piring kaca, kayu, dan lainnya yang dapat menempel di tubuh, semua benda itu tidak mengandung medan magnet. Sadie Crabtree dari James Randi Education Foundation (JREF), sebuah organisasi yang didanai untuk penelitian ilmiah dari klaim paranormal, mengatakan bahwa efek sebenarnya cukup sederhana. "Kulit secara alami sedikit lengket, dan beberapa jenis kulit mungkin akan lebih lengket dibanding yang lainnya," kata Crabtree.

"Trik ini hampir sama dengan trik dimana seseorang menggantungkan sendok di ujung hidung mereka. Trik ini hanya menempelkan melalui gesekan," tambahnya.

Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada skala atom manusia magnet, seorang ilmuwan kimia profesor Gabor Somorjai dari University of California, Berkeley, menggambarkan efek itu sebagai "sangat sederhana".

"Kulit Anda ditutupi dengan lemak dan minyak," kata Somorjai kepada Live Science. "Anda dapat membersihkan lemak dan minyak dengan sabun, tetapi dalam waktu kurang dari satu menit kulit akan kembali ditutupi oleh minyak."

Pelumasan pada kulit Anda memiliki energi pada permukaan yang sangat rendah, faktanya itu adalah cairan. "Atom hanya terhubung dengan ikatan lemah," katanya. "Hal-hal yang memiliki energi pada permukaan yang tinggi berusaha pergi menuju energi yang lebih rendah. Dan mereka ingin ditutupi dengan bahan dengan permukaan-energi yang lebih rendah." Itu lah mengapa sendok dapat menempel pada kulit karena minyak lemak.

Menurut Elmar Kroner, seorang ilmuwan material Jerman yang telah banyak mempelajari kaki tokek, elastisitas kulit juga mempengaruhi menjadi lebih lengket, dan keringat dapat membuat kulit kurang elastis. "Keringat memiliki fungsi penting. Dengan meningkatnya kelembaban kulit, sifat mekaniknya mengubah kulit menjadi lebih lembut, dan ini mengurangi energi elastis-tersimpan pada kulit dan mengarah ke adhesi yang lebih tinggi," kata Kroner kepada Life's Little Mysteries. Jadi, kulitt yang berkeringat adalah penyebab kulit menjadi lengket.

KESIMPULAN

Manusia magnet hingga saat ini tidak dapat diterima secara ilmiah, para ilmuwan telah menolak klaim itu dan menjelaskan dengan ilmu pengetahuan penyebab benda-benda dapat menempel pada kulit. Jika ada yang mengklaim mempunyai kemampuan super sebagai manusia magnet, Anda dapat membuktikannya dengan cara sederhana menggunakan kompas, jika jarum kompas yang didekatkan pada tubuh tidak bereaksi maka dapat dipastikan tidak ada medan magnet pada tubuh.

Alasan yang paling sederhana untuk skepstis pada klaim manusia magnet, semua yang mengklaim manusia magnet mencoba membuktikan dengan menempelkan benda pada kulit dengan bertelanjang dada. Jika tubuhnya mengandung medan magnet, kenapa tidak ada satupun yang mencoba menempelkan benda di tubuh mereka dengan menggunakan pakaian.

Salam Icokes. Indonesan Hoax Buster!


Emoticon Emoticon