21 December 2016

Kebohongan Eva Bartlett Menuduh White Helmet Melakukan Rekayasa Penyelamatan Anak Korban Konflik Suriah


Pada tanggal 10 Desember 2016, Eva Bartlett - seorang aktivis dan blogger secara terbuka mengatakan dia mendukung rezim Suriah. Dalam video di YouTube, dia mengatakan bahwa media internasional telah bersekongkol mengarang cerita tentang pengeboman di Rumah Sakit dan aktivis anti-pemerintah telah merekayasa korban untuk menjatuhkan militer Suriah dengan pesan negatif, ia juga menuduh semua faksi yang menentang pasukan pro-pemerintah Presiden Bashar al Assad sebagai teroris.

Bartlett memberikan pernyataannya di situs web dengan mengatakan bahwa ia mendukung penuh pemerintah Suriah saat ini.

"I support Syria against a 'civil' war that is funded, armed and planned by the western powers and their regional allies with a view to wiping out all resistance to imperialism in the Middle East..."

"Saya mendukung Suriah terhadap perang 'saudara' yang didanai, dipersenjatai dan direncanakan oleh kekuatan-kekuatan Barat dan sekutu regional mereka dengan maksud untuk memusnahkan semua perlawanan terhadap imperialisme di Timur Tengah ..."

Dalam video tersebut Bartlett berbicara kepada pihak pemerintah Suriah di hadapan dewan PBB pada 9 Desember 2016. Dalam pernyataannya dia mengatakan bahwa rakyat Suriah sangat mendukung Assad dan media Barat telah bersekongkol  untuk membohongi dunia tentang Assad, dia juga mengatakan Suriah akan kembali ke tangan Assad karena mayoritas pemilih saat pemilu 2014 memilih Assad.

Bartlett diundang oleh PBB sebagai pembicara karena mengaku sebagai wartawan indepen Kanada dan pernah beberapa kali meliput di Aleppo. Kenyataannya dia juga seorang kontributor RT (Russia Today), situs media yang didanai oleh pemerintah Rusia.

Baca juga: Fakta dan Propaganda Konflik Suriah

Klaim yang cukup menarik adalah bahwa Bartlett mengklaim bahwa Rumah Sakit Al Quds yang di bom pada April 2016 tidak benar-benar dibom. Dia juga menuduh organisasi kemanusian White Helmet telah memalsukan informasi tentang pasukan pemerintah Assad.

White Helmet seharusnya dalam posisi netral namun mereka sering terlihat membawa senjata dan berdiri dekat mayat tentara Suriah, dan rekaman video mereka yang menyelamatankan seorang anak sebenarnya telah didaur ulang dalam laporan yang berbeda. Anda dapat menemukan seorang gadis bernama Aya yang muncul di bulan, katakanlah, Agustus, dan ia muncul kembali bulan depan, di dua lokasi yang berbeda. Sehingga itu tidak kredibel.

Klaim Bartlett dapat Anda lihat dalam video di bawah ini.


Hoax atau Fakta: Hoax!

ANALISIS

Klaim Bartlett yang mengatakan bahwa White Helmet telah merekayasa penyelamatan seorang anak perempuan yang sama dalam tiga kejadian dan waktu berbeda adalah omong kosong. White Helmet memang didanai oleh pihak Barat, karena itu mereka sering dituduh bagian dari pro-pemberontak, dalam kasus rekayasa penyelamatan anak oleh White Helmet jelas tidak benar.

Tuduhan Bartlett telah banyak dirilis situs online internasional, salah satunya kami ambil dari media online Yunani, tribune.gr.


Kami mencoba memberikan bukti bahwa penyelamatan yang dilakukan White Helmet pada tiga lokasi dan waktu berbeda adalah nyata. Dalam klaim terlihat ada 6 gambar yang diklaim anak yang sama dalam tiga kejadian dalam waktu tiga bulan. Tuduhan Bartlett berdasarkan kemiripan dari pakaian yang digunakan anak yang diselamatkan White Helmet, ditambah beberapa gambar wajah anak yang tidak jelas. 

Jika melihat tiga kasus yang berbeda, dapat kita lihat bahwa klaim korban adalah anak gadis yang sama tidak mendasar. Dalam kasus pertama, anak gadis yang digendong seorang relawan White Helmet dipindahkan kepada tiga orang yang berbeda, dalam dua kasus lain kami akan membuktikan bukan dengan foto namun dengan video. Berikut rinciaannya:


GAMBAR 1,2,3 DAN 4

Foto 1,2 dan 3 kita lihat dalam resolusi tinggi


Berikut foto nomor 4 dengan resolusi tinggi dengan wajah yang sangat jelas untuk membandingkan dengan dua anak perempuan lainnya.


Foto 1,2,3 dan 4, diambil pada tanggal 27 Agustus 2016 dimana dua bom menghancurkan wilayah pemukiman di Aleppo Timur, bom pertama menghantam pemakaman yang dikuasai pemberontak yang menewaskan sekitar 16 orang. Dua bom menargetkan para pelayat yang menghadiri acara pemakaman 15 korban meninggal yang pada beberapa hari sebelumnya menjadi korban serangan bom di wilayah yang sama. Serangan bom yang diluncurkan dari helikopter tempur militer Suriah menewaskan setidaknya 99% dari warga sipil.

http://www.independent.co.uk/news/world/middle-east/syrian-war-news-latest-aleppo-civilians-killed-as-barrel-bombs-hit-funeral-for-children-killed- di-a7213061.html 

http://www.nbcnews.com/news/world/aleppo-funeral-bombed-leaving-least-16-dead-syrian-activists-n638941 

http://www.aljazeera.com/news/2016/08/syria-war-dozens-killed-attending-aleppo-funeral-160827133300221.html 

https://www.washingtonpost.com/world/airstrike-in-east-aleppo-hits-childrens-funeral/2016/08/27/2917db58-6c69-11e6-91cb-ecb5418830e9_story.html?utm_term=.99eae2c67c17 

http://www.aol.com/article/2016/08/28/aleppo-funeral-is-bombed-leaving-at-least-16-dead-syrian-activ/21460260/

Foto-foto lainnya dapat dilihat di sini.

Beberapa pihak berkomentar bahwa penyelamatan anak gadis itu adalah tipuan karena anak yang muncul dalam foto dibawa oleh tiga orang. Namun kami dapat menjelaskan seperti nampak dalam gambar 1,2 dan 3 di atas. Orang pertama keluar dari ruruntuhan dengan membawa dua anak dalam pelukannya, sedangkan anak gadis dipindahkan kepada orang kedua dan membawanya untuk mendapatkan perawatan lalu menempatkan duduk di ambulance.


Beberapa foto diambil oleh Abdalrhman Ismail, seorang fotografer Reuters. Dia telah mengkonfirmasi bahwa peristiwa itu nyata dan bukan tipuan seperti yang telah dituduhkan.

Berikut dua video pasca kejadian serangan helikopter militer Suriah.



GAMBAR NOMOR 5

Dalam kasus terakhir, gadis berusia lima tahun yang diketahui bernama Rawan Alowsh. Dia diselamatkan dari reruntuhan rumahnya setelah serangan udara yang menghantam rumahnya di Aleppo pada 24 September 2016. Seluruh anggota keluarganya, orang tua, tiga saudara perempuan dan seorang saudara lelaki tewas akibat pemboman.

Video di bawah ini dapat Anda lihat gambar nomor 5 didapat. Karakteristik anak gadis itu nampaknya hampir sama dengan warna pakaian dan ukuran rambut. Namun dapat dipastikan bahwa itu anak gadis yang berbeda, anak gadis itu digali dari reruntuhan dan nampak jelas dalam video itu bukan rekayasa.


Berikut foto setelah pulih keluar dari Rumah Sakit, dapat Anda lihat tidak ada kesamaan.


http://news.sky.com/story/syria-heavy-bombardment-hits-aleppo-for-second-day-10588993

https://www.theguardian.com/world/video/2016/sep/23/girl-airstrike-aleppo-syria-russia-video

http://abcnews.go.com/International/dramatic-video-shows-girl-pulled-rubble-aleppo/story?id=42311661

http://www.bbc.com/news/world-middle-east-37472979

http://www.news.com.au/world/middle-east/children-pulled-from-rubble-of-aleppo-as-missiles-rain-down/news-story/40063e00b96837bd32988c8e2b390bbc

http://abcnews.go.com/International/dramatic-video-shows-girl-pulled-rubble-aleppo/story?id=42311661

http://www.independent.co.uk/news/world/middle-east/syrian-civil-war-aleppo-air-strikes-bombardment-girl-pulled-alive-video-injured-rubble-ceasefire-a7325731. html

http://www.gettyimages.co.uk/detail/video/interior-shots-of-rawan-alowsh-little-girl-who-was-pulled-news-footage/610816622 

GAMBAR NOMOR 6

Gambar terakhir diambil dari rekaman video, anak gadis berusia delapan tahun ini bernama Aya. Sebuah serangan udara menghantam rumahnya di Talbiseh, 10 kilometer dari Homs dan 160 kilometer dari Aleppo. Aya beserta orang tuanya dan tiga saudaranya terluka. Video ini diambil di Rumah Sakit dan diterbitkan oleh kelompok aktivis, Talbiseh Media Center. Organisasi White Helmet nampaknya tidak ada keterlibatan apapun dengan video ini.

"Siapa namamu?" tanya seseorang.
"Aya," jawan anak itu sambil menangis.
"Di mana kamu ketika pemboman terjadi?"
"Di rumah, tapi atap rumah jatuh menimpa," jawabnya.
Sambil mencari-cari ayahnya, Aya berteriak "Oh ayah ... Ayah, kesini."
Lalu staf Rumah Sakit mencoba membersihkan luka dan Aya terus menangis menahan rasa sakit.


Dalam kasus ini anak gadis (gambar 1,2,3 dan 4) secara sekilas memang mirip dengan anak gadis (gambar 5 dan 6). Dengan kondisi tubuh acak-acakan, usia yang relatif sama, dan pakaian juga rambut yang mirip, berdebu, memang masuk akal jika dikatakan itu anak gadis yang sama. Namun faktanya itu 3 anak gadis berbeda, jelas tuduhan Bartlett telah terbantahkan.

Bukti lainnya bahwa 3 anak gadis itu berbeda dapat Anda lihat dari struktur gigi mereka. Anak gadis korban pemboman di Aleppo (gambar 1,2,3 dan 4) ada ruang sedikit terbuka pada gigi seri bawah, sedangkan Aya dari Talbesh dengan gigi seri bawah yang rapat.


Berikut foto-foto Aya yang wajahnya sangat jelas berbeda dengan Rawan Alowsh. 

Aya berada di sekolah sebelum rumahnya hancur dalam pemboman

Dua foto di bawah ini Aya yang mulai sembuh dengan bekas luka pada wajah yang sebelumnya nampak dalam video.




http://edition.cnn.com/2016/10/11/world/syria-wounded-girl/

http://www.cnn.gr/news/kosmos/story/49963/akomi-ena-paidi-thyma-toy-polemoy-sti-syria-h-8xroni-me-ta-galazia-matia-kai-to- matomeno-prosopo

http://www.clarin.com/mundo/historia-Aya-nena-siria-herida_0_1667233289.html 

https://es-us.noticias.yahoo.com/aya-la-ni%C3%B1a-que-se-ha-convertido-en-el-nuevo-191709237.html

Ada ratusan anak selamat korban bom di Suriah, tidak ada alasan White Helmet merekayasa penyelamatan itu. Bartlett dalam keterangannya menyebutkan militer Suriah tidak pernah melakukan serangan kepada rakyatnya, namun banyak bukti yang telah didokumentasikan atas rakyat sipil yang telah tewas ataupun luka-luka akibat serangan bom Udara maupun gempuran militer Suriah dan Rusia.

https://www.hrw.org/news/2016/12/01/russia/syria-war-crimes-month-bombing-aleppo

KESIMPULAN

Klaim Eva Bartlett bahwa White Helmet melakukan tipuan penyelamatan anak gadis (Aya) yang berada di tiga lokasi dan waktu yang berbeda telah terbantahkan dan klaimnya tidak lain untuk melakukan pembelaan. Bartlett juga sebelumnya mengaku sebagai aktivis dan jurnalis independen, sehingga PBB mengundangnya dalam acar pada 9 Desember 2016 karena PBB berpikir Bartlett dalam posisi yang netral, namun faktanya Bartlett adalah kontributor situs media RT yang dibiayai pemerintah Rusia.

Di era internet, tidak ada kebohongan yang bertahan lama. Setiap kebohongan akan terungkap, hanya tinggal menunggu waktu saja.


Nama tidak diketahui

Rawan Alowsh

Aya

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!


Emoticon Emoticon