19 December 2016

4 Cara Scammers Menjalankan Aksinya di Facebook


Scammers (penjahat online) dalam menjalankan aksinya sangat menyukai Facebook karena mereka dapat memungkinkan untuk dengan cepat dan murah dalam mencari korban sebanyak-banyaknya. Selain itu Facebook juga gratis, sangat mudah digunakan, dengan pengguna sangat sangat banyak dan mudah untuk diakses.

Scammers menjadikan Facebook sarana untuk menjerat calon korban agar masuk dalam perangkap mereka, bahkan tidak mustahil Anda yang akan menjadi korbannya. Kami mencoba memberikan empat penipuan yang bergentayangan di Facebook yang siap menerkam siapa saja termasuk Anda, teman, keluarga, ataupun rekan kerja. Anda dapat membantu menghentikan aksi scammers dengan mengenali keempat pola mereka di facebook.

1. PENIPUAN FACEBOOK PHISHING

Facebook phishing yang dilancarkan scammers biasanya bertujuan mengambil informasi pribadi dan data rekening keuangan Anda. Mereka mencoba login ke Facebook dan email Anda untuk mendapatkan identitas pribadi ataupun mengambil nomor kartu kredit Anda.

Salah satu cara yang sangat umum bahwa penjahat online untuk mencapai tujuannya adalah dengan cara mengirimkan pesan palsu  memberikan peringatan bahwa akun Facebook Anda dinonaktifkan atau ditangguhkan. Pesan biasanya mengatasnamakan Facebook Security, Admin Facebook atau Tim Iklan Facebook, melalui sistem pesan internal Facebook atau melalui email.

Scammers biasanya mengirim pesan peringatan bahwa akun Anda telah dilaporkan oleh pengguna lain atau melanggar ketentuan layanan Facebook dan akun Anda akan ditutup secara permanen. Klaim dalam pesan meminta Anda untuk menghindari akun ditutup dengan cara menglik link untuk "komfirmasi" dan "memverifikasi" akun Anda.

Jika Anda mengklik link yang diberikan pada pesan, Anda akan dibawa masuk ke situs web palsu yang tampilannya terlihat sangat mirip dengan milik Facebook. Setelah Anda masuk ke dalam halaman, Anda akan diminta untuk login dengan alamat email akun Facebook dan password. Kemudian Anda akan dituntun memberikan password email, rincian data kartu kredit, dan informasi pribadi lainnya.

Setelah Anda mengirimkan semua informasi yang diminta, mungkin Anda akan menerima pesan lebih lanjut yang memberitahukan bahwa Anda berhasil menghindari penutupan akun Anda. Sementara itu scammers yang telah mendapatkan semua informasi Anda, mereka dapat dengan mudah mengambil akun Facebook dan email Anda. Setelah mereka mengakses akun Anda, mereka menggunakan akun Anda untuk melancarakan spam dan penipuan lainnya (terutama pada daftar teman).


Mereka juga dapat dengan mudah menggunakan kartu kredit Anda untuk melakukan pembelian penipuan, bahkan jika mereka telah cukup mengumpulkan informasi pribadi Anda , mereka bahkan bisa mencuri identitas Anda hingga menguras habis uang Anda.

Yang perlu diingat adalah bahwa jika facebook membutuhkan Anda untuk menangani masalah akun, Anda akan mendapatkan pemberitahuan tentang masalah akun ketika Anda masuk ke akun Anda, bukan melalui pesan pribadi. Facebook dalam memberikan peringatan masalah akun tidak akan melalui pesan pribadi atau email, apalagi mengancam akan menutup akun Anda jika tidak mengklik link dalam pesan. Kami menghimbau jika Anda menerima pesan dengan meminta untuk mengklik link dari pihak yang tidak Anda kenal, langsung menghapusnya dan jangan pernah mengklik apapun dalam pesan.

Berikut video dari Hoax-Slayer bagaimana scammers menjalankan phishing dalam menipu calon korbannya:


Dalam jenis phishing lain dari Facebook, Anda mungkin dapat tertipu untuk mengklik link dalam pesan pribadi yang dikirim oleh seorang teman. Pesan palsu memberitahukan sesuatu yang sangat penting dan sangat mendesak hingga Anda sesegera mungkin harus mengklik link. Kemungkinan akun teman Anda telah dibajak scammers dan digunakan untuk menjebak Anda untuk masuk dalam perangkap mereka, sama seperti yang telah kami jelaskan di atas. Jadi, hati-hati jangan sembarangan mengklik link yang Anda temui!

2. FACEBOOK KLONING

Facebook kloning adalah teknik scammers dengan membuat profil Facebook palsu dengan menggunakan nama, gambar, dan informasi lainnya yang telah mereka ambil dari profil Facebook pengguna asli yang ditargetkan.

Scammers membuat profil Facebook palsu yang sangat mirip seperti profil asli pengguna lain. Kemungkinan besar profil yang dijadikan target memberikan data pribadi yang ada dalam profil dengan pengaturan "publik" hingga siapa saja dapat melihat. Jadi, atur data pribadi dan foto dalam profil Anda secara ketat dan hanya teman atau pribadi saja yang dapat melihatnya.

Mengapa scammers membuat Profil Facebook kloning? Setelah scammers membuat profil kloning, mereka akan mengirim permintaan pertemanan kepada orang-orang yang ada di daftar pertemanan profil target. Beberapa teman setidaknya akan menerima pertemanan karena mereka berpikir bahwa profil telah mereka kenal sebelumnya dan berpikir telah unfriend profil asli atau mereka lupa bahwa sudah lama berteman dengan profil asli (korban). Sayangnya masih banyak pengguna Facebook langsung begitu saja menerima pertemanan tanpa berpikir atau mencoba mengecek daftar pertemanan apakah profil asli masih ada di dalam list pertemanan.

Setelah scammers berhasil berteman dengan target, scammers mulai mengirimkan pesan penipuan atas nama profil asli (korban kloning). Anda dapat membaca informasi lebih rinci dalam melindungi diri dari aksi scammers dalam melancarkan aksi Facebook kloning. Link

3. AKUN FACEBOOK PALSU PERUSAHAAN BESAR

Scammers sering membuat pesan penipuan yang mengaku dari perusahaan ternama dengan menggunakan profil seperti Coca-Cola, Mercedes, Microsoft, dan Facebook yang paling sering digunakan. Scammers biasanya mengirim pesan dengan klaim bahwa Anda "beruntung" telah memenangkan hadiah uang tunai ataupun hadiah besar lainnya dalam promosi, undian, atau penghargaan yang diselenggarakan dan dikelola oleh Facebook. Modus yang lebih canggih  bahkan mengaku datang langsung dari CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Pesan biasanya datang melalui email atau pesan pribadi yang berasal dari akun kloning atau telah dibajak. Rincian isi pesan mungkin berbeda-beda, namun inti pesan memberitahukan bahwa Anda sebagai pemenang hadiah dan harus menghubungi agen atau pihak tertentu yang telah ditunjuk untuk memberikan verifikasi.

Korban yang menghubungi pihak yang ditunjuk scammers akan diminta untuk membayar biaya administrasi ataupun biaya pajak dimuka, seolah-olah biaya yang harus dikeluarkan adalah persyaratan wajib jika Anda ingin mendapatkan hadiah yang ditawarkan.

Bahkan scammers juga bisa meminta data pribadi korban yang nantinya akan digunakan untuk mencuri identitas serta uang, sama seperti phishing Facebook. Jangan mudah percaya dengan pesan yang Anda terima yang menawarkan hadiah besar, jika Anda mendapatkan pesan serupa lebih baik cek website resmi perusahaan yang diklaim oleh scammers.

4. FACEBOOK PENGEMIS LIKE DAN SURVEI

Banyak akun yang meminta pengguna untuk memberikan like dan share posting mereka dengan iming-iming hadiah ataupun pesan yang sangat mengharukan hingga menyentuh hati (biasanya mengatasnamakan agama atau kemanusiaan). Halaman Facebook pengemis like dengan profil perusahaan besar biasanya menawarkan hadiah atau produk gratis, seperti mobil atau motor, ponsel, voucher gratis, dan lainnya, dengan syarat memberikan "like", "share", berkomentar, dan kadang mengisi survei. Meskipun sudah banyak pengguna Facebook yang mengetahui modus halaman Facebook pengemis like, namun masih banyak pengguna yang menjadi korban karena diiming-imingi hadiah besar secara cuma-cuma dengan persyaratan yang sangat mudah.

Tentunya perusahaanya asli sering melakukan promosi di halaman Facebook, mereka melakukan promosi hadiah dengan syarat dan ketentuan yang jelas dan tidak mudah. Halaman perusahaan asli biasanya memiliki centang biru (diverifikasi) di samping namanya atau mencantumkan website resmi mereka, selain itu hadiah yang ditawarkan lebih realitis. Halaman Facebook pengemis like biasanya belum lama dibuat dengan konten sedikit dan langsung menawarkan hadiah menggiurkan dengan syarat yang sangat mudah dengan hanya like, share dan komentar.

Pada dasarnya ada dua versi dari penipuan ini yang saling terkait:

Penipuan Pengemis Like

Profil ataupun halaman palsu hanya mengharapkan like, share dan komentar sebanyak-banyaknya dari pengguna. Seperti namanya "Pengemis Like", penipuan ini dirancang untuk mengumpulkan like dan pengikut sebanyak-banyaknya. Jika Anda berpartisipasi memberikan like, komentar, atau share, maka akan muncul di timeline teman Anda hingga menyebar semakin luas jika teman-teman Anda ikut berpartisipasi. Jika profil atau halaman pengemis like telah cukup mendapatkan like dan pengikut yang ditargetkan, akun akan dijual dengan harga yang sangat tinggi.

Jadi, jika Anda ikut berpartisipasi memberikan like, komentar, atau share, maka Anda telah membantu penipu dalam mendapatkan uang. Kami menghimbau agar Anda jangan mudah terjebak dengan posting menawarkan hadiah ataupun cerita/gambar yang menyentuh hati mengatasnamakan agama dan kemanusiaan dengan meminta untuk dishare dan like.


Penipuan Survei

Facebook penipuan survei pada awalnya menggunakan cara penipuan pengemis like, cara lain juga langsung mengambil trik survei. Penipuan survei meminta pengguna untuk mengklik link untuk memilih hadiah yang diinginkan. Setelah Anda mengklik link, Anda akan terlebih dahulu mengisi satu atau lebih survei. Jendela halaman akan tampil dengan daftar link survei untuk diklik, link akan membuka berbagai situs yang menawarkan kesempatan memenangkan hadiah lebih lanjut dengan cara mengisi survei dan memberikan nama, alamat email, alamat rumah, dan nomor telepon.

Selanjutnya situs web akan menjelaskan bahwa dengan berpartisipasi memberikan survei, berarti Anda memberikan izin untuk membagikan informasi pribadi Anda ke "situs sponsor" dan perusahaan pihak ketiga. Selanjutnya Anda akan mulai banyak menerima panggilan atau pesan yang tidak diinginkan yang menawarkan produk untuk Anda beli.

Dalam kasus lain, penipuan survei mencoba menipu Anda agar berlangganan SMS dengan biaya yang cukup mahal, mereka akan menguras pulsa Anda dari setiap pesan konyol dan tidak penting yang mereka kirimkan hampir setiap hari. Sementara scammers yang menciptakan halaman Facebook palsu akan mendapatkan komisi setiap kali ada korban yang memberikan informasi data pribadi di salah satu situs survei.

KESIMPULAN

Scammers memiliki banyak cara untuk menjerat korbannya di Facebook untuk mendapatkan uang. Empat cara scammers di atas adalah contoh umum yang banyak digunakan scammers, masih banyak cara lain yang dapat menjerat Anda masuk dalam jeratan scammers. Dengan Anda mengetahui empat penipuan di atas, maka Anda akan lebih berhati-hati dan lebih aman dalam menggunakan Facebook. Anda juga dapat memberitahukan empat penipuan di atas kepada teman-teman, keluarga, dan rekan kerja, agar mereka terhindar dari jeratan scammers.

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!

Referensi
Hoax-Slayer


Emoticon Emoticon