04 November 2016

Tidur Dengan Telepon Masih Menyala Dapat Merusak Kesehatan?

Ilustrasi

Ketika Anda tidur dengan kondisi ponsel masih menyala di dekat Anda berefek buruk bagi kesehatan. Jika Anda sering melakukan itu, mulai dari sekarang tinggalkan kebiasan buruk Anda.

Banyak orang terbiasa menempelkan ponsel ketika akan hendak tidur, ataupun menyimpan ponselnya di bawah bantal. Banyak cerita yang memperingatkan bahaya ponsel ketika Anda tidur, salah satu risikonya buruk bagi kesehatan.


Ponsel yang berada dekat dengan pemiliknya dapat membuat kualitas tidur menjadi tidak nyenyak. Meskipun Anda tertidur, namun sesungguhnya Anda masih tersadar, dengan ditandai Anda masih mengingat beberapa hal yang terjadi ketika Anda tertidur. Hal ini dapat membuat Anda mengalami kelelahan ketika bangun keesokan harinya.

Hoax atau Fakta: FAKTA

ANALISIS

Peringatan bahaya ponsel saat tidur bukan hanya isapan jempol belaka. Berdasarkan laporan cbsnews.com, tidur bersama ponsel Anda adalah ide buruk karena gelombang elektromagnetik dari ponsel tetap memancar setiap waktu ketika Anda dalam keadaan tertidur. Salah satu efek buruknya, Anda akan kehilangan kualitas tidur sepanjang malam, dan ketika Anda bangun akan membuat kondisi tubuh kelelahan.

Jadi, disarankan agar Anda berhenti meletakkan ponsel dalam keadaan aktif terlalu dekat ketika Anda tidur. Anda bisa meletakkan ponsel dengan "mode pesawat", atau Anda juga dapat mematikannya. Jika Anda tetap menginginkan ponsel tetap menyala dengan alasan menjaga-jaga jika ada panggilan penting, Anda dapat menyimpannya beberapa meter dari tempat tidur, seperti meja atau tempat lainnya.

BAHAYA MENGISI BATERAI PONSEL DI TEMPAT TIDUR

Mungkin Anda juga pernah mengisi baterai ponsel di tempat tidur, dengan menempatkan ponsel di bawah bantal. Sebuah laporan dari dailymail.co.uk menyebutkan kasus terbakarnya bantal tempat tidur diakibatkan pengisian ponsel. Mengapit ponsel diantara bantal dan kasur saat pengisian baterai dapat menyebabkan ponsel menjadi sangat panas dan terbakar. Bahan bantal dan kasur yang mudah terbakar, dapat mengakibatkan kebakaran. Ponsel membutuhkan ruang ventilasi untuk mengeluarkan hawa panas ketika pengisian baterai.

Kasus ponsel terbakar di bawah bantal dialami remaja asal Texas yang terbangun karena mencium bau terbakar di bawah bantalnya. Ponsel Samsung Galaxy S4 miliknya yang disimpan di bawah bantal terbakar karena terlalu panas hingga membakar bantal dan kasur.




MENYEBABKAN MASALAH KUALITAS TIDUR

Ilmuwan dari Harvard Medical School mengatakan bahwa menggunakan ponsel, laptop, atau perangkat lainnya pada saat tidur kemungkinan dapat mengganggu tidur Anda. Anda harus menjaga otak tidak terkontaminasi informasi alam sadar ketika dalam keadaan tertidur, dapat memicu emosional dan menyebabkan rasa lelah ketika bangun tidur. Dalam kondisi sadar ataupun tidak sadar, suara pemberitahuan pesan masuk ataupun panggilan telepon, dapat mengganggu dan menyebabkan Anda tidak dapat tidur nyenyak.

Seorang ahli kualitas tidur, Dr Neil Stanley, mengatakan bahwa Anda harus merasa nyaman dan tidak memikirkan apapun ketika tertidur. Selain itu, beberapa penelitian di inggris dan Amerika telah menunujukan ponsel (dan tablet, TV, dan gadget lainnya yang menggunakan layar LED) mengeluarkan apa yang dikenal sebagai sinar biru dari bagian spektrum. Cahaya biru dapat menghambat produksi hormon melatonin yang menginduksi tidur dan juga dapat menganggu irama sirkadian kita. Ini dapat memungkinkan sinar biru memancarkan gelombang panjang yang serupa pada siang hari, yang dapat membuat tubuh kita mengkondisikan seperti siang hari. Dianjurkan untuk menonaktifkan semua perangkat elektronik dua jam sebelum tidur, lebih baik lagi jika Anda menempatkan ponsel dan laptop di ruangan terpisah (di luar kamar tidur) ketika Anda terlelap.

JENIS RISIKO KESEHATAN YANG TIDAK JELAS

Banyak yang menyatakan bahwa ponsel dapat menyebabkan kanker, namun tidak ada penelitian ilmiah resmi yang dapat membuktikannya. Kenyataannya setiap klaim yang menyatakan jenis risiko kesehatan akibat ponsel, menuju link yang tidak jelas. Secara umum ponsel memancarkan dosis radiasi elektromagnetik yang cukup kecil, tidak seperti yang dipancarkan oleh sinar-X dan gelombang mikro yang mengandung risiko pertumbuhan kanker yang sangat kecil namun mudah untuk ditangani.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2011 telah memperingatkan kemungkinan buruk penggunaan karsinogenik bagi manusia, terutama bagi anak-anak yang memiliki kulit dan tengkorak yang lebih tipis dari orang dewasa dan juga lebih rentan terhadap radiasi.

MITOS SEPUTAR PONSEL

MITOS FAKTA
Ponsel menyebabkan sakit kepala Sakit kepala tidak ada hubungannya dengan ponsel dan tidak ada bukti ilmiah
Ponsel dapat menyebabkan kanker otak Tidak adak bukti ilmiah ponsel dapat menyebabkan kanker otak
Ponsel menyebabkan ledakan di SPBU Tidak ada bukti terdokomentasi ledakan SPBU diakibatkan oleh ponsel
Tidak ada yang menyelidiki efek radiasi ponsel bagi kesehatan WHO, organisasi internasional, dan kelompok ahli independen telah menyelidiki efek kesehatan dari radiasi ponsel

KESIMPULAN

Menaruh ponsel aktif di tempat tidur saat tidur dapat mengganggu kesehatan Anda, namun efek lainnya seperti menyebabkan kanker otak tidak ada bukti ilmiah. Dianjurkan untuk mematikan ponsel sebelum hendak tidur, atau menyimpannya jauh beberapa meter jika Anda menunggu panggilan penting. Anda juga jangan pernah mengisi baterai ponsel di bawah bantal karena dapat menyebabkan kebakaran, ponsel yang terhimpit di bawah bantal akan menjadi sangat panas tanpa ventilasi untuk mengeluarkan hawa panas dari pengisian baterai.

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!


Emoticon Emoticon