17 November 2016

Sirsak Bermanfaat Mengobati Kanker 10.000 Kali Dibanding Kemoterapi: Hoax!


Buah sirsak, dengan rasa dagingnya yang manis dan aromanya yang khas, banyak ditanam secara komersial untuk dikonsumsi menjadi jus, makanan, dan lainnya. Sirsak dipercaya mengandung manfaat sebagai obat kanker, bahkan 10.000 kali lebih efektif dibanding kemoterapi.

Daun sirsak diketahui mengandung zat annonaceous acetogenins yang mampu 10.000 kali lebih kuat membunuh sel-sel kanker daripada zat adriamycin, yang biasa dipakai dalam pengobatan kemoterapi. Zat acetogenins dapat membunuh aneka jenis kanker, seperti kanker usus, tiroid, prostat, paru-paru, payudara, dan pankreas bahkan penyakit ambeien tanpa merusak atau mengganggu sel-sel tubuh yang sehat. Hal ini telah diteliti di Laboratorium Health Sciences Institute, Amerika Serikat di bawah pengawasan the National Cancer Institute, Amerika Serikat.

http://lifestyle.okezone.com/read/2011/04/05/195/442603/daun-sirsak-sang-pembunuh-sel-kanker

Hoax atau Fakta: Hoax

ANALISIS

Manfaat sirsak untuk kanker banyak dipercaya masyarakat karena informasi yang banyak beredar di internet hingga menyebar dari ke mulut. Para ahli telah memperingatkan untuk berhati-hati dalam menggunakan buah sirsak untuk mengobati kanker. Penelitian sementara memang menunjukan sirsak dapat melawan sel kanker, namun penelitian itu belum diuji pada manusia. Dengan itu berarti tidak ada bukti yang jelas dari keselamatan dan keampuhan buah sirsak untuk mengobati kanker.

Klaim sirsak dapat mengobati kanker 10.000 kali dibanding kemoterapi berasal dari pesan yang sama tentang manfaat lemon yang dapat melawan kanker 10.000 kali dibanding kemoterapi. Pesan manfaat sirsak dan lemon berasal dari artikel tentang manfaat buah pisang, semua informasi tentang buah yang mengatakan bermanfaat mengobati kanker 10.000 kali dibanding kemoterapi adalah tipuan yang mengambil artikel tentang manfaat buah pisang, dengan isi pesan yang sama dan hanya sedikit mengubah klaimnya.

Pohon Graviola (Sirsak)


Sirsak telah dikaitkan dengan banyak klaim yang tidak mendasar, kata Daniel Kellman, Direktur Klinik Naturopathic Medicine di Rumah Sakit Cancer Center di luar Atlanta.

Klaim tentang sifat anti-kanker pada sirsak telah benyak menarik perhatian besar dari para ahli. Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Medicinal Chemistry pada tahun 1997 menunjukan bahwa senyawa sirsak telah diuji pada sel kanker payudara dan menunjukan hasil yang lebih efektif dibanding kemoterapi dalam membunuh sel-sel kanker. Namun, studi itu tanpa uji klinis, tidak ada data untuk mendukung klaim tersebut.

Secara umum, beberapa pasien pengidap kanker menggunakan suplemen herbal untuk meringankan gejala dan mengobati kanker. Suplemen herbal cukup membantu bagi para penderita kanker, tapi tidak dapat meggantikan pengobatan kanker yang utama (seperti kemoterapi). Terlebih lagi jika menggunakan suplemen herbal saat menjalani kemoterapi bisa mengurangi efikasi dari fungsi kemoterapi karena kemungkinan adanya interaksi dari ramuan obat.

MANFAAT SIRSAK

Sirsak bermanfaat mengobati kanker adalah tipuan, namun bukan berarti sirsak tidak memiliki manfaat bagi kesehatan manusia. Praktisi pengobatan herbal menggunakan sirsak dan daun dari pohon graviola (pohon sirsak) untuk mengobati masalah pencernaan, demam, infeksi akibat parasit, hipertensi, rematik, dan juga digunakan untuk obat penenang.

Kandungan sirsak yang banyak dipelajari adalah turunan asam lemak yang disebut aceteogenins annonaceous. Yang paling dominan dari aceteogenins adalah annonacin karena toksisitasnya. Sirsak memang memiliki manfaat kesehatan tertentu, seperti anti-parasit, anti-mikroba dan anti-depresi, serta hasil studi menunjukan bahwa kemungkinan memiliki potensi sebagai kemoterapi - sebagian besar dari komponen aktif dari pohon graviola. Namun, fakta itu bukan berarti dengan memakan buah sirsak dapat melawan sel kanker dengan efektif.

EFEK SAMPING SIRSAK

Sirsak (Juga dikenal sebagai Graviola) adalah buah yang banyak tumbuh di Amerika Selatan, sebagian di wilayah Afrika dan Asian Tenggara. Buah ini juga telah lama dikaitkan dengan peningkatan penyakit atipikal Parkinson yang menyerang warga Amerika Selatan akibat memakan buah ini dengan dosis tinggi (berlebihan), dikarenakan sirsak mengandung annaonacin yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian laboratorium yang telah dilakukan oleh Cancer Research UK, menemukan bahwa beberapa zat yang terkandung dalam graviola (sirsak) dapat menyebabkan kerusakan saraf dan juga bahwa zat ini dapat masuk kedalam jaringan otak melalui aliran darah. Studi lainnya juga menunjukan bahwa teh yang dibuat dari daun dan batang sirsak terkait dengan neurotoksisitas.

Sirsak juga memiliki efek samping dapat menurunkan tekanan darah, sehingga tidak dianjurkan dikonsumsi oleh orang yang memiliki darah rendah atau komplikasi jantung. Sifat anti-mikroba dari sirsak dapat membunuh bakteri menguntungkan pada kulit di bagian vagina dan usus, sehingga dapat mengakibatkan infeksi jika dikonsumsi rutin secara jangka panjang.

KESIMPULAN

Klaim yang mengatakan bahwa sirsak bermanfaat mengobati kanker lebih efektif 10.000 kali dibanding kemoterapi adalah tipuan. Setiap informasi yang mengkalim manfaat dari sirsak yang beredar di internet ataupun para penjual buah sirsak, jangan mudah dipercaya dan tetap berhati-hati dengan cara berkonsultasi kepada dokter ahli agar mendapatkan obat yang cocok untuk masalah kesehatan Anda.

Seorang warga Sarawak, Kevin Kuin, memberikan pengalamannya kepada situs Hoax or Fact: "Tinggal di sebuah desa pertanian di Sarawak, keluarga saya tumbuh dengan berbagai jenis pohon buah-buahan termasuk pohon graviola ini, mendiang ibu saya satu-satunya orang dalam keluarga saya yang menyukai graviola (sirsak) dan kami akan menjaga buah itu untuk diberikan hanya untuk dirinya. Tapi dia meninggal karena kanker pada tahun 1996, meskipun ia tidak pernah berhenti makan buah itu (sirsak) sampai ia divonis mengidap kanker pada tahun 1995. Saya tidak bermaksud untuk menjadi negatif di sini tapi hanya akan memberikan pemahaman bagaimana buah ini tidak akan mencegah kanker seperti apa yang terjadi pada ibuku."

Referensi

Cancer Treatment Centers of America (Experts caution against soursop fruit to fight cancer)
NUTRA Ingredients USA (Toxicology expert raises alarm over potential neurotoxins in graviola/soursop)
Insufferable Intolerance (Soursop: New Cancer Treatment or hoax?)
Journal of Medicinal Chemistry (Structure-Activity Relationships of Diverse Annonaceous Acetogenins against Multigrug Resistant Human Mammary Adenocarcinoma (MCF-7/Adr) Cells)
Wikipedia (Soursop)
Hort.purdue.edu (Soursop/ Annona muricota)
NCBI (Soursop effects on neves)
NCBI (Anti-hypergly chemic effects of graviola)


Emoticon Emoticon