12 November 2016

[Mitos VS Fakta] Kuku dan Rambut Akan Tetap Tumbuh Setelah Kematian


Kematian adalah sebuah takdir yang pasti datang menghampiri setiap manusia, ada sebuah mitos lama yang menyatkan bahwa kuku dan rambut seseorang yang telah meninggal akan terus tumbuh di dalam makamnya.

Dalam kepercayaan dikalangan masyarakat, kuku dan rambut akan tetap tumbuh bahkan setelah kematian. Dalam kasus ini, kuku dan rambut manusia seperti sel-sel baru yang tumbuh di dalam jaringan tubuh lalu mendorong ke luar sehingga pertumbuhan kuku dan rambut akan muncul di bagian luar tubuh.

Namun, pertumbuhan kuku dan rambut dalam tubuh manusia membutuhkan regulasi hormonal kompleks yang membutuhkan ketersedian oksigen dan transportasi glukosa yang tidak akan aktif setelah kematian.

Mitos atau Fakta: MITOS!

Seorang antropolog forensik William R. Maples dan juga beberapa ahli dermatologists menjelaskan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, dehidrasi pada tubuh dapat menyebabkan tertariknya jaringan kulit halus di sekitar kuku dan rambut. Proses tersebut menimbulkan ilusi optik seakan kuku dan rambut dari orang yang sudah meninggal nampak menonjol keluar.. Dengan menyusutnya bagian kulit akibat dehidrasi, rumah duka biasanya menggunakan banyak krim pelembab untuk mengatasi penyusutan kulit, terutama bagian wajah pada mayat pria dengan jenggot dan kumis yang cukup lebat.

Fenomena alamiah itu dianggap menyeramkan dan dihubungkan dengan mistik, dalam beberapa kasus mayat akan mengalami dehidrasi menyebabkan menyusut, penumpukan gas pada rongga yang dapat mendorong suara-suara aneh dan pada saat proses moldering tubuh akan membuat suara cukup nyaring karena itu adalah bagian proses alami pembusukan tubuh mayat. Hal itu mengakibatkan sebuah keanehan bagi masyarakat awam hingga dihubungkan dengan hal ghaib.

Secara ilmiah kuku dan rambut manusia tidak akan tumbuh setelah kematian, itu adalah sebuah mitos yang berkembang dan banyak dipercaya oleh masyarakat dan juga tidak sedikit dokter yang mempercayainya.

Mitos itu hingga sekarang masih banyak dipercaya, seorang novelis Jerman Erich Maria Remarque menceritakan dalam novelnya kuku dari seorang temannya yang telah meninggal terus tumbuh dan semakin memanjang, sedangkan bagian kepalanya semakin membusuk namun rambutnya tetap tumbuh memanjang "seperti rumput liar di tanah yang subur". Bahkan dalam film The Tingler tahun 1959, karakter Vincent Price menegaskan kuku dan rambut terus tumbuh setelah kematian seseorang.

Hingga sekarang belum banyak penelitian yang sistematis dan terukur tentang perubahan kuku dan rambut setiap harinya. Banyak petunjuk yang mengarah pada sejarah anekdot dan deskripsi yang diberikan mahasiswa kedokteran yang berhubungan dengan mayat. Selain itu juga ahli bedah transplantasi ikut memberikan petunjuk dengan menghitung lamanya waktu berbagai jenis sel dapat tetap berfungsi setelah kematian.

Pertumbuhan kuku pada manusia sekitar sepersepuluh dari satu milimeter per-hari, dengan kuku kaki tumbuh lebih lambat tiga kali dari kuku tangan. Namun obat-obatan atau penyakit tertentu dapat juga mempengaruhi proses pertumbuhan kuku. Empat kuku jari kelingking, manis, tengah, dan telunjuk, cenderung tumbuh sedikit lebih cepat dibanding kuku jempol.

KESIMPULAN

Mitos yang mengatakan bahwa kuku dan rambut akan tetap tumbuh setelah kematian tidak benar secara ilmiah. Kuku dan rambut mungkin dapat terlihat muncul kembali setelah kematian, namun itu bukan dikarenakan mereka masih tumbuh. Kuku dan rambut pada mayat kemungkinan akan muncul karena kulit di sekitarnya telah tertarik hingga menyebabkan kuku dan rambut seolah-olah menjadi lebih panjang.

Setelah kematian, dehidrasi menyebabkan kulit dan jaringan lunak lainnya menjadi menyusut. Sementara hal itu terjadi, kuku dan rambut panjangnya tetap sama, perubahan dari bagian tubuh yang menyusut menciptakan ilusi optik yang jika dilihat oleh orang awam seperti kuku dan rambut yang semakin tumbuh memanjang.

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!


Emoticon Emoticon