29 November 2016

Misteri Wabah Menari, Banyak Orang Menari Sendiri Hingga meninggal


Pada tahun 1518, sebuah misteri wabah menari yang terjadi di Perancis terdengar seperti dongeng. Pada musim panas 1518, seorang wanita bernama Frau Troffeo terlihat menari di jalan di Strasbourg. Troffea menari tanpa berhenti sepanjang hari tanpa istirahat, selang beberapa hari 34 orang ikut bergabung dengan Troffeo untuk menari di jalanan.

Mereka menari seperti tanpa terkendali, sekitar 400 orang ikut bergabung menari dalam waktu satu bulan. Apa yang mereka lakukan seperti wabah misterius, ahli medis dan pemuka agama mulai bertindak untuk menghentikan wabah menari yang menjangkit semakin mengkhawatirkan.

Semakin hari banyak penari yang sakit karena kelelahan tanpa istirahat menari sepanjang waktu, bahkan tidak sedikit yang meninggal karena serangan jantung, kelelahan, dan stroke.

http://id.lmgtfy.com/?q=wabah+menari+di+tahun+1518

Hoax atau Fakta: Fakta

ANALISIS

Cerita misterius tentang wabah menari telah banyak beredar secara online selama puluhan tahun, beberapa orang menari sendiri tanpa henti selama beberapa hari hingga banyak yang meninggal dunia. Kisah berawal pada Bulan Juli 1518, ketika seorang wanita yang dipanggil Frau Troffeo mulai menari secara intens di jalanan di Strasbourg, Perancis.

Berdasarkan catatan dokumen-dokumen sejarah, banyak orang yang menari tanpa alasan yang jelas, bahkan tidak sedikit hingga meninggal dunia karena selalu menari tanpa istirahat selama beberapa hari. Wabah menari mulai berhenti pada awal Sepetember 1518, awalnya penyebab wabah menari dihubungkan dengan astrologi dan supranatural. Namun, dokter setempat menyatakan bahwa wabah menari sebagai penyakit alami yang disebabkan oleh "darah panas". Saat itu pihak berwenang membuat keputusan aneh dengan membiarkan mereka tetap menari karena percaya bahwa wabah itu akan hilang jika mereka terus menerus menari siang malam tanpa henti.

Pihak pemerintah setempat bahkan menyewa penari profesional dan musisi untuk menemani dan menjaga orang-orang agar terus menari. Beberapa orang yang terkena wabah menari dibawa ke kuil untuk diobati, namun mereka tetap tidak ada perubahan. Wabah menari dianggap sangat misterius, pada  tahun 1840 juga terjadi wabah yang sama di Madagaskar, di mana beberapa orang menari tidak terkendali. Bahkan sebelumnya salah satu wabah menari massal pertama terjadi di Aachen, di wilayah Kekaisaran Romawi tahun 1374 dan dengan cepat menyebar ke seluruh Eropa.

Penyebab wabah menari?

Ratusan orang yang menari terus menerus selama beberapa hari pastinya membutuhkan tenaga fisik yang sangat luar biasa, bahkan seorang pelari maraton tidak akan mampu melakukannya. Penyebab pasti dari wabah menari masih misterius, namun beberapa teori ilmiah mampu menjelaskannya.

Awalnya kemungkinan penyebab wabah menari adalah Jamur Ergot yang dikonsumsi orang-orang yang terkena wabah menari, teori itu berdasarkan catatan psikotropika yang tumbuh pada batang (versi organik dari LSD). Tapi, beberapat ahli medis menganggap Jamur Ergot tidak mungkin karena sangat beracun, yang lebih memungkinkan malah bisa membunuh bukan membuat seseorang menari seperti orang gila yang tengah kelaparan.

Menurut Sejarawan John Waller, orang-orang di Strasbourg masih banyak yang percaya takhayul, dan rasa cemas yang tinggi hingga perasaan takut yang merebak di wilayah tersebut. Ada sebuah legenda kuno gereja Kristen yang mengatakan jika ada yang membuat marah Saint Vitus (martir Sisilia pada 303 M), ia akan murka dan membuat malapetaka dengan membuat orang-orang menjadi kompulsi menari.

Beberapa sejarawan berpendapat bahwa wabah menari adalah hasil dari psikosis yang disebabkan oleh stres (psikologi yang terganggu). Ketika orang-orang masuk dalam tindakan dengan kondisi trance (gelombang otak menjadi turun, pikiran cenderung lebih rileks dan mudah menerima suatu sugesti). Orang-orang di Strasbourg saat itu tengah dilanda kelaparan yang cukup parah, beberapa orang mengalami stres karena krisis yang tengah melanda.

Wabah yang mirip

Wabah tertawa pernah terjadi pada tahun 1962 di Tanzania yang berlangsung selama sekitar 6-18 bulan yang dimulai pada 30 Januari di sebuah asrama sekolah. Wabah tertawa Tanganyika tahun 1962 terjadi di dekat desa Kashasha di pantai barat Danau Victoria di Tanzania.

Wabah tertawa dimulai dengan tiga anak wanita dan menyebar secara acak ke seluruh sekolah, mengakibatkan 95 dari 159 siswa ikut terserang wabah tertawa, yang berusia 12-18 tahun. Wabah tertawa kian menyebar melanda desa di sekitarnya, beberapa siswa seperti menularkan wabah tertawa kepada penduduk.

Charles F. Hempelmann dari Purdue University telah berteori bahwa insiden itu diakibatkan dari induksi stres. Siswa yang terkena wabah tertawa mengaku sebelumnya merasa stres karena tekanan yang tinggi dari guru dan orang tua.

Kesimpulan

Penyebab wabah menari pada tahun 1518 di Strasbourg tidak dapat disimpulkan secara pasti, namun wabah itu benar terjadi. Para sejarawan dan ahli medis berpendapat bahwa wabah itu terjadi karena stres gangguan psikologi. Walaupun penyebab wabah menari masih misterius, insiden itu memberikan pengetahuan tentang kompleksitas otak manusia. Otak adalah organ yang paling rumit, misterius, dan mengagumkan dari tubuh manusia, banyak aspek dari fungsi otak melibatkan perasaan subjektif yang sulit dipahami oleh diri sendiri.

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!


Referensi

Wikipedia (Dancing Plague of 1518)
Wikipedia (Tangayika Laughter Efidemic)
Digital Journal (Mystery explained? 'Dancing Plague' of 1518, the bizzare dance that killed dozens)
Mental_Floss (5 Historical Manias That Gripped Societies, Then Disappeared)


Emoticon Emoticon