14 November 2016

Menaburkan Gula Pada Luka Dapat Mempercepat Proses Penyembuhan Luka?

Ilustrasi gula

Banyak mitos yang beredar seputar kesehatan yang dipercaya masyarakat, salah satunya kepercayaan tentang gula yang dapat mempercepat menyembuhkan luka. Gula bukan hanya bermanfaat untuk masakan dan minuman, gula juga telah lama dipercaya membantu mempercepat proses penyembuhan luka.

Masyarakat jaman dahulu banyak menggunakan bahan-bahan dapur untuk mengobati luka. Dengan keterbatasannya, mereka mencoba hal yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Namun seorang pria asal Zimbabwe telah membuktikan bahwa gula sangat efektif menyembuhkan luka lebih cepat.

Kisah berawal ketika Moses Murandu kecil terluka pada kakinya setelah bermain di Zimbabwe, ia secara naluri bergegas kembali ke rumah untuk mengobati lukanya. Namun ayahnya tidak mengambil kotak P3K yang menyimpan salep antibiotik, obat antiseptik dan pembalut luka, ayahnya malah mengambil butiran gula.

Moses merasakan sengatan rasa sakit yang teramat sangat dan mencoba menahannya, namun rasa sakit itu mulai mereda dan luka yang terinfeksi itu perlahan dengan cepat kian sembuh. Lahir dan tumbuh di Zimbabwe, Dr Moses sering melihat ayahnya menggunakan tebu untuk mengobati luka untuk keluarganya. Ia mengatakan ayahnya adalah orang miskin dan selalu berusaha menggunakan apapun yang ada di sekitarnya yang dia punya, seperti garam dan gula. Ketika menaburkan gula pada lukanya ia merasakan rasa yang lebih menyakitkan, namun itu lebih efektif.

Harun Munawa, ayah dari Dr Moses yang telah memberikan inspirasi

Setelah pindah ke Inggris, ia mempunyai pemikiran mengapa gula di rumah sakit hanya digunakan untuk membuat teh yang diberikan kepada para pasien. Moses akhirnya mencoba melakukan studi menggunakan gula untuk mengetahui dampaknya bila ditaburkan pada luka yang terinfeksi bakteri dan juga luka biasa. Perawat senior dari Zimbabwe juga berprofesi sebagai dosen di University of Wolverhamton, Dr Moses Murandu, telah melakukan uji klinis kepada 21 pasiennya untuk mengetahui dampak gula bila ditaburkan pada luka yang terinfeksi, hasilnya sangat positif.

Dr Moses Murandu (kiri) bersama pasiennya Alan Bayliss

Hoax atau Fakta: Fakta

Uji klinis itu menghasilkan kesimpulan bahwa bau pada luka dapat dengan cepat menghilang jika ditaburi gula. diiringi dengan proses analgesik. Penelitian yang dilakukan awalnya terbatas hanya pada 21 pasien dan telah dipublikasikan dalam edisi Wounds International, selanjutnya studi itu kian dikembangkan kepada 300 pasien di rumah sakit yang berbeda di seluruh Midlands.

We had not anticipated the immediate and dramatic abolition of wound odour which enabled us to move patients from isolation to the open ward within 24 hours of commencing treatment, nor the marked reduction in analgesic requirements, particularly in venous ulcer patients who had previously refused bed rest in elevation on the grounds that this was intolerably painful.

Dr Moses menggunakan gula pada luka basah, bisul, dan bahkan luka akibat amputasi. Gula menarik kelembaban dari luka dan membantu membersihkan dari bakteri dan kuman, dalam hitungan jam luka yang berbau busuk akan hilang.

Pada beberapa dekade yang lalu, studi yang lebih mendalam untuk perawatan luka  telah didokumentasikan oleh seorang ahli bedah Richard A. Knutson,MD, ia menerbitkan pengalamannya dalam Journal Southern Medis pada bulan November 1981. Dokter bedah itu mengatakan bahwa ia menggunakan teknik gula ini untuk penyembuhan luka kepada lebih dari 5000 pasiennya, dan meyakini bahwa gula sangat berguna untuk mempercepat proses penyembuhan luka.

Gula dipercaya dan telah diuji ilmiah membantu proses penyembuhan luka, hal ini menunjukan bahwa gula pasir dapat membantu untuk penyembuhan dan membunuh bakteri pada luka Anda. Dengan harga yang cukup terjangkau,  gula dapat dengan mudah didapatkan dan tidak perlu repot mencarinya.

Mengapa gula dapat membantu mempercepat penyembuhan luka? Gula mempunyai sifat menyerap air, bakteri membutuhkan air untuk hidup dan berkembang biak. Dengan menyerap air, luka akan cepat mengering dan bakteri tidak akan dapat hidup dan berkembang biak pada luka hingga penyembuhannya akan lebih cepat.

Selain gula, penelitian itu mengungkap sesuatu yang lebih menarik menunjukan bahwa Madu lebih efektif dibanding gula dalam mengurangi kontaminasi bakteri dan mempromosikan sebagai obat penyembuh luka. jadi, setiap Anda memiliki luka kecil, ulserasi (luka terbuka yang mungkin sulit disembuhkan) dan luka besar, Anda dapat mencoba mengambil sesendok gula pasir di rumah untuk ditaburkan pada luka Anda.

Referensi:

A spoonful of sugar helps wounds heal faster
Sugar Speed Wound Healing
How to Heal a Wound with Sugar
Wolverhampton sugar doctor hits sweet spot

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!


Emoticon Emoticon