15 November 2016

[Mitos VS Fakta] 8 Hal Yang Berbahaya Dilakukan Setelah Makan


Kabar seputar kesehatan banyak beredar di internet, salah satunya 8 hal yang berbahaya jika Anda lakukan setelah makan.

1. Jangan minum air dingin. Banyak tidak disadari, suhu dingin akibat es yang berkondesasi dengan air dapat membekukan makanan, terutama yang mengandung minyak (lemak akan terbekukan). Hingga pada akhirnya lemak bisa tertimbun dalam usus dan mengakibatkan penyempitan saluran pencernaan dan berujung pada kegemukan.

2 Jangan makan buah-buahan. Setelah makanan masuk ke lambung, lambung membutuhkan waktu 1-2 jam untuk mencerna, jika setelah makan lalu menyantap buah, maka buah akan tersumbat oleh makanan yang telah terlebih dahulu disantap, akibatnya buah-buahan tidak bisa dicerna secara normal. Jika berlangsung lama, akan menyebabkan gejala perut kembung, diare atau susah buang air besar dan asam lambung berlebih.

3. Jangan minum teh. Hal ini dapat mngencerkan getah lambung, akibatnya mempengaruhi pencernaan makanan. Selain itu, daun teh banyak mengandung tanin (asam tanat) jika minum teh sehabis makan akan membuat protein yang belum sempat dicerna lambung manyatu dengan asam tanat dan membentuk sedimen yang tidak mudah dicerna, sehingga mempengaruhi serapan protein. Teh juga dapat menghambat serapan zat besi, jika keadaan itu berlangsung lama dapat terjadi gejala anemia karena kekurangan zat besi.

4.  Jangan merokok. Bahaya merokok sehabis makan lebih besar 10 kali lipat dibanding hari-hari biasa! Ini dikarenakan peredaran darah pada saluran pencernaan sehabis makan meningkat, akibatnya sejumlah besar kandungan dalam rokok yang tidak baik bagi kesehatan diserap, sehingga bisa merusak hati, otak besar dan pembuluh darah jantung dan juga menyebabkan penyakit lainnya pada aspek-aspek terkait ini.

5. Jangan mengendurkan ikat pinggang. Mngendurkan ikat pinggang setelah makan, meskipun tersa lebih nyaman tapi hal tersebut mengakibatkan turunnya tekanan dalam rongga perut yang memaksa lambung menurun. Jika kebiasaan tersebut terus dilakukan, maka akan benar-benar mengidap penyakit lambung turun atau menyebabkan usus terbelit dan terblokir.

6. Jangan mandi. Volume aliran darah pada permukaan tubuh akan meningkat dan volume aliran darah pada saluran usus dan lambung akan berkurang. Sehingga membuat fungsi pencernaan usus lambung melemah, menyebabkan pencernaan menjadi buruk.

7. Jangan olahraga/berjalan. Meningkatnya volume gerak tubuh dapat mempengaruhi saluran pencernaan terhadapan serapan gizi. Terutama pada manula, fungsi jantung akan melemah, penyempitan pembuluh darah, banyak berjalan setelah makan akan timbul gejala tekanan darah menurun dan gejala lainnya.

8. Jangan langsung tidur. Satu hal yang paling sulit dihindari adalah rasa kantuk setelah makan, apalagi jika makanan yang baru saja dikonsumsi sangat memuaskan perut (mengenyangkan). Namun, cobalah untuk tidak mengikuti rasa kantuk Anda. Tidur setelah makan membuat makanan tidak dapat dicerna dengan baik, akibatnya usus mengalami kembung dan terjadi peradangan.

http://id.lmgtfy.com/?q=Jangan+lakukan+ini+setelah+makan

Hoax atau Fakta: Campuran Hoax dan Fakta

ANALISIS

1. Minum air dingin


Menurut dr. Michael Triangko Sp.KO, staf pengajar di Prodi Ilmu Kedokteran Olahraga FKUI, mitos minum air dingin dapat menyebabkan kegemukan muncul dari pengalaman mereka yang minum air es ketika makan makanan berlemak. Suhu dingin dapat menyebabkan lemak membeku di sela-sela gigi dan menimbulkan rasa tidak enak di bagian rongga mulut.

Makanan berlemak yang masuk ke dalam usus berbeda dengan yang berada di dalam mulut. Suhu di dalam tubuh kita lebih tinggi daripada di permukaan kulit. Hal ini menyebabkan semua makanan berlemak akan terlarut saat masuk ke dalam sistem pencernaan. Bagaimana pun juga, lemak tetap akan masuk ke dalam usus dan diserap oleh tubuh.

Klaim lainnya juga mengatakan bahwa minum air dingin setelah makan dapat mengakibatkan penyakit kanker. Klaim tersebut berasal dari pesan lama yang dikaitkan dengan serangan jantung, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung minum air dingin dapat menyebabkan kanker.

2. Makan buah


Buah-buahan yang rendah kalori adalah makanan sehat yang banyak mengandung vitamin, nutrisi, serat dan air. Dengan kandungan yang kaya manfaat, buah dapat dikonsumsi setiap saat, sebelum ataupun setelah makan. Perut kembung hanya dapat terjadi pada beberapa orang yang mengalami masalah keasaman, ketika mereka terlalu banyak makan buah asam seperti jeruk dan anggur.

Klaim yang mengatakan bahwa ketika Anda makan buah-buahan stelah makan, buah akan tetap berada di usus karena terhambat makanan yang Anda makan sebelumnya. Jika itu berlangsung lebih lama akan menyebabkan fermentasi dan pembusukan pada usus. Semua itu tidaklah benar, fermentasi makanan membutuhkan bakteri, konsentrasi tinggi pada asam klorida dalam usus dapat membunuh bakteri tersebut sebelum terjadi fermentasi.


Buah-buahan sangat menyehatkan dan dapat dimakan setiap saat jika sesuai aturan, yang paling terpenting agar selalu memeriksa jumlah yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

3. Minum teh


Minum teh secara umum cukup bermanfaat, namun jika diminum steleh makan dapat menganggu proses pencernaan Anda. Selain itu, minuman yang mengandung tannin seperti teh dapat menyebabkan kekurangan zat besi, terutama ketika Anda melakukan diet makanan nabati.

Oleh karena itu lebih baik untuk selalu menghindari teh dan kopi setelah makan, setidaknya selama 1 jam sebelum dan setelah makan.

4. Merokok


Merokok sangat berbahaya setelah makan atau waktu-waktu lainnya, namun klaim yang mengatakan merokok 10 kali lebih berbahaya setelah makan tidak pernah ada bukti ilmiah. Tidak ada satupun studi yang pernah dilakukan untuk menguji efek rokok setelah makan, namun rokok yang mengandung lebih dari 55 karsinogen dan konten nikotin dapat membuat ketagihan. Meskipun tidak ada bukti ilmiah merokok 10 kali lebih berbahaya jika dilakukan setelah makan, penelitian yang dilakukan pada perokok telah menunjukan bahwa kondisi yang terbaik untuk merokok adalah setelah makan. Merokok setelah makan terasa lebih enak, lebih menyenangkan, dan yang paling diinginkan bila dibandingkan dengan kondisi lainnya.

Hasil penelitian itu menunjukan bahwa peluang peningkatan risiko akibat merokok dan menjadi kecanduan fatal terjadi setelah makan. Perokok akan lebih menikmati dengan jumlah hisapan yang lebih banyak dan durasi yang lebih cepat untuk beralih pada rokok berikutnya,  itu menyebabkan sangat berbahaya dalam jangka panjang.

5. Mengendurkan ikat pinggang


Melonggarkan ikat pinggang setelah makan secara umum tidak akan menyebabkan usus melilit dan usus menjadi terblokir, namun jika menkonsumsi makanan yang tepat dan sehat. Melonggarkan ikat pinggang setelah makan akan membuat Anda merasa lebih nyaman, tapi pada gilirannya dapat memanjakan Anda untuk makan lebih banyak dan mengakibatkan perut Anda semakin penuh oleh makanan. Hal itu dapat menyebabkan obesitas (kegemukan) dalam jangka panjang, yang paling buruk dengan kondisi kekenyangan akan membuat Anda malas melakukan apapun.

Oleh karena itu Anda lebih baik menghindari melonggarkan ikat pinggang, walaupun tidak ada hubungannya dengan usus melilit dan usus terblokir. Dengan tidak melonggarkan ikat pinggang, Anda akan terhindar dari makan berlebihan dan menjaga usus Anda bekerja dengan sewajarnya hingga dapat terhindar dari masalah yang dapat menimpa sistem pencernaan Anda.

6. Mandi


Ketika Anda langsung mandi setelah makan, proses pencernaan Anda akan menjadi terganggu. Hal itu terjadi karena saat mandi (terutama dengan air hangat) beberapa aliran darah dari daerah pencernaan akan dialihkan ke bagian kulit tangan, otot-otot di lengan, dan kulit kaki. Oleh karena itu disarankan untuk tidak langsung mandi setelah makan, setidaknya Anda harus mengambil jeda minimal 30 menit setelah makan. Hal itu bukan hanya berlaku jika Anda mandi, namun juga untuk menghindari berenang setelah makan.

7. Olahraga/berjalan


Setelah makan tidak disarankan untuk langsung berolahraga, karena dapat mengakibatkan masalah pencernaan seperti asam lambung dan gangguan pencernaan. Sama seperti tidur setelah makan, berolahraga berat dapat mengalihkan aliran darah pada pencernaan ke kulit tangan, otot-otot lengan, dan kulit kaki. Jadi, ketika proses pencernaan belum maksimal dan Anda langsung olahraga berat, akan mengakibatkan rasa mual dan yang lebih ekstrim akan membuat perut terasa sakit.

Langsung berjalan setelah makan juga bukan ide yang baik, namun olahraga ringan atau berjalan selama 10 menit setelah makan dengan jarak waktu 15-20 menit diketahui baik untuk kesehatan Anda. Hal itu tidak hanya berguna untuk menyesuaikan metabolisme Anda dengan membakar beberapa kalori, energi dan juga mempertahankan gula darah yang normal. selain itu juga dapat membuat tidur Anda menjadi nyenyak dan terhindar dari insomnia.

Yang terpenting harus dicatat adalah bahwa olahraga ringan yang dilakukan seperti berjalan, disarankan harus dengan kondisi yang menyenangkan seperti ditemani orang-orang yang disayangi agar dapat membunuh stres dan membuat hidup Anda selalu ceria.

8. Tidur


Langsung tidur setelah makan adalah ide buruk, karena itu dapat mengalihkan makanan dalam asam perut Anda yang seharusnya dicerna. Hal itu bukan hanya mengakibatkan masalah pencernaan seperti penyakit asam lambung dan obesitas, namun juga mengakibatkan apnea tidur (terganggunya pernapasan ketika tidur) yang mengandung risiko stroke. Disarankan Anda tidur harus mengambil jeda 1-2 jam setelah makan.

Sebuah studi dari University of Ioannina Medical School di Yunani menunjukan bahwa menunggu setidaknya satu jam setelah makan sebelum tidur dapat mengurangi risiko stroke, bahkan jika Anda menunggu 20 menit lagi akan menurunkan risiko stroke 10 persen. Studi itu melibatkan 1000 orang, 500 orang dengan kondisi sehat dan 250 orang menderita stroke, 250 orang lainnya memiliki sindrom koroner akut (rentan terkena serangan jantung). Para peserta disurvei tentang kebiasaan makan dan tidurnya, namun penelitian itu tidak melibatkan sebab-akibat. Penelitian itu menemukan bahwa orang-orang yang menunggu paling lama untuk tidur siang setelah makan meminimalkan risiko stroke hingga 76 persen.

Apa hubungannya tidur lebih cepat setelah makan dengan stroke? Studi sebelumnya telah menemukan bahwa makan sebelum tidur dapat memicu sakit maag, berhubungan dengan tidur apnea - faktor risiko yang menyebabkan stroke.. Ilmuwan lainnya berpikir itu ada hubungannya dengan perubahan biologis yang terjadi ketika makan. Makanan dapat mempengaruhi gula darah, kadar kolesterol dan aliran darah, faktor-faktor itu yang dapat berkontribusi mengakibatkan stroke.

Referensi

Journal of the National Cancer Institute (Tobacco Smoke Carcinogens and Lung Cancer)
US National Library of Medicine Institutes of Health (Potentiation of cigarette craving and satisfaction by two types of meals)
The Huffington Post (The Best Way To Eat Fruit)
Nestle - Myth Busters (Fruits after a meal cannot be digested properly)
US National Library of Medicine Institutes of Health (The effect of tea on iron absorption)
University of South Carolina (Eating and walking advise)
Stroke Health Center (Sleeping Soon After Dinner May Raise Stroke Risk)
UF Health Podcasts (Sleeping after dinner could raise risk of stroke)
Myth Buster ( Is showering after eating bad?)
Snopes (Drinking cold water after meals leads to cancer)
National Geographic (Apa Benar Mitos Minum Air Es Dapat Membuat Gemuk?)
UF Health Podcasts (Sleeping after dinner could raise risk of stroke)

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!


Emoticon Emoticon