21 October 2016

Kontroversi Susu: Manfaat Atau Racun?


Dalam beberapa tahun terakhir terjadi kontroversi menarik antara mereka yang berpendapat bahwa susu merupakan makanan dasar dan sangat diperlukan, di sisi lain ada juga yang menganggap bahwa susu tidak bermanfaat dan juga berbahaya karena dapat meningkatkan risiko penyakit kanker. Kami mencoba menganalisis secara objektif berdasarkan data ilmiah dan juga keterangan dari para ahli tentang efek positif dan negatif dari konsumsi susu.

Sebuah situs kesehatan yang dikelola oleh dr Tan Shot Yen, ia menyatakan bahwa susu bukanlah makanan dasar setelah manusia lepas dari ASI (Air Susu Ibu), susu hanya cocok sebagai "makanan antara", ketika bayi belum sanggup mencerna dan mengunyah. dr Tan Shot Yen membeberkan tentang 5 kebohongan manfaat susu, Anda dapat membacanya di sini. http://www.herbalogi.com/kebohongan-manfaat-susu/

Mitos susu dianggap dapat menyebabkan kanker telah beredar sejak tahun 1993 ketika badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) menyetujui departemen peternakan di Amerika menggunakan hormon pertumbuhan (rGBH) pada hewan ternak. Karena rGBH dianggap dapat meningkatkan insulin IGF, hormon yang terkait kanker, dalam susu meningkat.

http://health.kompas.com/index.php/read/2010/11/30/14043765/Benarkah.Susu.Sebabkan.Kanker

Pada Sepetember 1991, dua orang pendaki menemukan mayat manusia dengan sebagian tubuh yang tertutup salju dan es. mayat itu ditemukan di Tisenjoch Pass di bagian IItalia dari Alpen Otztal. Mayat manusia es itu ternyata telah meninggal 5300 tahun yang lalu, sekarang berada di Museum Arkeologi di Bolzano, Italia, bersama-sama dengan barbagai artefak yang ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan mayat. Para ilmuwan telah mempelajari mumi Otztal, sebuah anak panah bersarang di dalam jaringan lunak dari bahu kiri hingga menyebabkan kerusakan besar pada arteri subklavia kiri, hingga menyebabkan kematian.

Spekulasi tentang asal usulnya, mulai dari kebiasaan hidup hingga keadaan lingkungan di mana mumi Otztal hidup telah memprakarsai berbagai analisis morfologi, biokimia, dan molekuler. Studi dari genom mitokondria manusia es dimulai 3 tahun setelah penemuannya dengan analisis wilayah HVS1, hingga menyebabkan analisis seluruh genom mitokondria secara berurutan. Meskipun penelitian DNA mitokondria (mtDNA) menghasilkan data konklusif, ada amplifikasi sukses DNA nuklir dari manusia es yang telah dilaporkan hingga saat ini. 0,1-g biopsi tulang diambil dari tulang pangkal paha kiri dengan kondisi steril yang dimiliki manusia es yang telah disimpan di Museum Arkeologi. Salah satu hasil studi menemukan bahwa genom dari manusia es memiliki intoleransi laktosa. Tentu saja itu bukan masalah bagi manusia pada jaman itu, karena mereka tidak menjinakan sapi dan menkonsumsi susu. Jaman sekarang telah banyak berubah, produk susu sudah banyak diciptakan secara universal dengan berbagai bentuk dan indikasi, susu menjadi makanan dasar bagi manusia dan hewan mamalia, namun manusia terus menkonsumsi susu hingga mereka dewasa.

Mumi yang ditemukan di pegunungan Alpen berusia 5300 tahun

Sekarang ini sekitar 1 dari 10 orang telah mengalami intoleransi laktosa seperti mumi Otztal, dan 2 dari 10 orang mungkin mengalami alergi yang cukup parah akibat meminum susu. Dari data itu, ada orang-orang yang mempercayai bahwa susu berhubungan dengan risiko penyakit serius seperti kanker. http://www.scielo.br/pdf/bjmbr/v40n11/6816.pdf

Faktor pertumbuhan Insulin 1 (IGF-1), telah dikaitkan dengan banyak kanker, termasuk kanker prostat dan kanker payudara. Meskipun kebanyakan studi epidemiologi  melaporkan bahwa peningkatan asupan susu mempengaruhi pertumbuhan kanker prostat, hasil studi eksperimental itu tidak konsisten. Susu adalah makanan yang sangat penting, namun banyak laporan yang membingungkan antara hunbungan asupan susu dengan beragam kanker. Kebanyakan penelitian epidemiologi, namun tidak semua penelitian melaporkan peningkatan risiko kanker prostat dengan asupan susu yang tinggi.

Susu mengandung protein tinggi, apa hubungannya protein dengan kanker? Asupan protein mempengaruhi tingkat pertumbuhan hormon IGF-1, yang tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan sel yang sehat, tetapi juga dapat menekan pertumbuhan sel kanker. Bahkan dalam penelitian yang dilakukan oleh University of Southern California, tim menemukan bahwa untuk setiap 10 ng / ml meningkatkan IGF-1, orang-orang yang diet protein tinggi adalah 9% lebih berisiko meninggal akibat kanker dibandingkan dengan mereka yang diet rendah protein.


Isu tentang protein sangatlah kompleks, dan membutuhkan penelitian lebih lanjut. Namun sebuah rekomendasi muncul dari penelitian ini, berdasarkan keterangan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Institute of Medicine, umumnya setiap orang harus tetap menkonsumsi "protein nabati dan/atau minimal dengan 0,36 gram protein per-pon dari berat badan per-hari. Artinya setiap orang dianjurkan menkonsumsi protein nabati (susu) sekitar 54 gram per-hari untuk orang dengan berat badan 150 pon (68 kg).






Sebuah penelitian terbaru menunjukan bahwa peningkatan asupan kalsium dari susu, dapat melindungi terhadap risiko kanker usus besar. Untuk kanker payudara, ada hasil yang bertentangan dan peran susu terletak pada jenis minyak yang terdiri dari kontaminan potensial yang terkandung di dalamnya. Sejauh ini, hubungan antara susu dan kanker payudara tidak jelas dan ambigu. Para ahli menekankan pentingnya asupan kalsium bagi tubuh dan cara termudah adalah melalui konsumsi susu. Secara umum, penelitian belum menjawab secara definitif apakah susu dapat menyebabkan kanker.


Banyak lembaga kesehatan dunia seperti FDA, National of Health, Departemen Kesehatan dan juga WHO, mereka menjamin susu yang dihasilkan dari sapi aman bagi manusia.


Sebuah survei pada tahun 2015 menunjukan bahwa hormon yang terkandung dalam susu mungkin menjadi faktor risiko kanker pada manusia dan mengacu pada banyak studi. Namun, jurnal penelitian itu tidak adapat diandalkan dan membutuhkan informasi lebih lanjut. Mislanya, hasil analisis pada 2005 menunjukan bahwa konsumsi susu yang berlebihan mungkin dapat sedikit menyebabkan kanker prostat, namun tidak benar-benar meyakinkan.


Kami menemukan review penelitian yang dimana dalam hasil studi tidak menyebutkan hubungan antara susu dan kanker payudara, seperti yang selama ini diklaim.


Kami juga menemukan hasil analisis terbaru pada subjek yang telah disusun oleh ellinikahoaxes.gr, analisis ini memberikan jawaban yang lebih lengkap yang menyatakan bahwa setelah melakukan analisis dari penelitian tidak ditemukan hubungan antara konsumsi susu dan kanker.


Dalam sebuah tanya jawab di FDA, apakah ada manfaat dari susu mentah? Tidak, sebagai badan pengawas berbasis ilmu pengetahuan, FDA melihat literatur ilmiah untuk informasi tentang manfaat dan risiko yang terkait dengan susu mentah. Sementara manfaat gizi dan kesehatan yang dirasakan dari menkonsumsi susu mentah belum dibuktikan secara ilmiah, yang jelas adalah sangat berisiko bagi kesehatan.



Susu mentah memang sangat berbahaya karena mengandung mikrooganisme berbahaya yang dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius bagi Anda dan juga keluarga. Namun, susu yang sudah melalui proses Pasteurisasi memberikan manfaat gizi dan juga kesehatan bagi manusia. Susu mentah adalah susu dari sapi , domba, atau kambing  yang belum dipasteurisasi sebagai proses untuk membunuh bakteri berbahaya.


Susu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia, seperti kesehatan tulang, gigi, tekanan darah, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, mencegah kegemukan, mengurangi risiko diabetes tipe 2, kanker, dan hidrasi.


Di Uni Eropa, penggunaan hormon pertumbuhan telah dilarang sejak 1 Januari 2000, pelarangan tersebut dengan alasan melindungi kesejahteraan sapi, bukan karena alasan kesehatan. Beberapa aktivis lingkungan dan kelompok kesehatan merasa prihatin tentang hormon ini. Antara lain mereka menganggap bahwa hal ini bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Namun, tidak ada bukti ilmiah bahwa hormon dalam susu dapat meningkatkan risiko kesehatan.


Meskipun aturan yang diterapkan Uni Eropa sangat ketat pada penggunaan hormon dan obat-obatan dari sapi, setidaknya satu penelitian dari Universitas Jaen di Spanyol menemukan bahwa setidaknya ada 17 zat yang terkandung dalam susu sapi, termasuk antibiotik, anti-inflamasi dan hormon. Para peneliti menekankan bahwa jumlah yang telah ditentukan sangat lemah dan tidak mungkin memiliki efek pada tubuh manusia.


KESIMPULAN

Lembaga pengawas berbasis ilmu pengetahuan dan organisasi kesehatan dunia telah menjamin bahwa produk susu aman bagi manusia jika diproduksi dengan benar. Dari sudut pandang kesejahteraan hewan, industri susu telah banyak mendapatkan kritik tajam, dan juga sering digunakan untuk pengobatan dan kesehatan. Kontroversi tentang manfaat susu, yang menentang dan mendukung konsumsi susu, apa yang mereka yakini harus didukung oleh hasil penelitian ilmiah yang sudah diverifikasi, bukan hanya berdasarkan teori ataupun doktrin dan mitos. Setiap masalah (kesehatan) dapat diselesaikan dengan uji ilmiah, seperti yang telah kami jelaskan di atas secara rinci.

Masalah kontroversi susu masih harus dipertimbangkan berdasarkan bukti ilmiah, sejauh ini susu masih dipandang sebagai makanan yang aman dikonsumsi oleh manusia. Jika ada yang menganggap susu tidak dibutuhkan oleh manusia selepas ASI, mereka juga harus mempertimbangkan manfaat kandungan yang terdapat pada susu, seperti protein dan kalsium.

Setiap keputusan ada di tangan Anda, apakah tetap akan menkonsumsi susu atau meninggalkannya, kami hanya memberikan data ilmiah dan juga hasil uji ilmiah dari para ahli. Setiap bukti ilmiah dapat dipertanggungjawabkan daripada hanya berdasarkan keterangan ataupun teori dari seseorang. Seperti yang dikatakan oleh dr Tan Shot Yen, ilmu kesehatan tidak mungkin dapat berdiri sendiri. Kita perlu merujuk pada antropologi, sejarah pola hidup, pola makan manusia, sejarah kepentingan industri pangan maupun kesehatan, dan kembali lagi apakah cocok untuk kesejahteraan manusia yang optimal.

Yang pasti, jika Anda menkonsumsi susu harus jelas bahwa produk susu yang Anda minum terjamin dan terdaftar di departemen kesehatan maupun lembaga resmi yang berkompeten dan kompetensi.

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!


Emoticon Emoticon