19 August 2016

Suku Kanibalisme Pemuja Iblis di Thailand: Hoax!


Telah lama beredar foto-foto yang sangat mengerikan yang menunujukan suku Kanibalisme Thailand sedang memotong-motong daging manusia untuk dimasak dan disantap bersama.

Peringatan Jika anda tidak kuat jangan baca atau melihat gambar-gambar yang sungguh mengerikan ini! Jika terjadi sesuatu kepada anda, kami tidak akan bertanggung jawab... Fikir dulu sebelum melihat gambar-gambar dibawah.

Tiada diketaui lanjut mengenai nama suku kaum ini, Namun menurut beberapa informasi suku kaum ini mempunyai kegemaran memakan daging manusia dan meningalkan tulang-tulangnya untuk di simpan sebagai peringatan tentang berapa jumlah manusia yang telah mereka makan.

Jika dilihat dari gambar-gambar ini mangsa adalah manusia luar dari perkampungan mereka, Mungkin juga orang-orang yang tersesat ke tempat tersebut misalnya pemburu atau pendaki gunung, ataupun pelajar-pelajar universiti yang sedang membuat kajian di kawasan hutan ini. silahkan lihat gambarnya di bawah ini.

Dari sumber yang saya baca, bahwa kejadian ini terjadi di Thailand. Sumber tersebut menyatakan bahwa ini adalah sebuah ritual sesat pemuja Iblis yang terjadi di negara tersebut.

Warning! Karena 'Disturbing Picture', beberapa foto telah kami sensor. Berikut foto-fotonya:


Foto-foto mengerikan itu telah lama beredar dengan klaim suku di Thailand sedang melakukan ritual kanibalisme. Mereka terlihat sangat gembira memotong dan menyayat mayat untuk dimasak lalu disajikan untuk dimakan bersama-sama.

Apakah gambar dan klaimnya benar?

Royal Thai Embassy telah menyelidiki foto-foto itu dan menjelaskan bahwa foto-foto tersebut sebenarnya menunjukan upacara keagamaan Budha di Thailand. 

Foto tersebut diambil pada tanggal 13 Maret 2009 di pemakaman di provinsi barat daya Thailand (Provinsi Prachaub Khiri Khan P). Bagi warga yang menganut agama Budha di Thailand, ada dua ritual keagamaan untuk menghormati almarhum: yang pertama adalah dengan mengkremasi tubuh, dan yang kedua adalah mengubur mengubur tubuh. Bagi umat Buddha di Thailand, penguburan almarhum tidak secara luas-dipraktekkan sebagai kremasi.

Umat Buddha biasanya tidak dikremasi namun dimakamkan ketika mereka tidak memiliki keluarga, atau ketika keluarga mereka tidak mampu untuk membayar kremasi. Pemakaman di provinsi wilayah pedesaan di Thailand sering kehabisan ruang pemakaman sebagai akibat dari terlalu banyak mayat yang dikubur sedangkan jumlah lahan yang terbatas. Jadi umat Buddha di Thailand melakukan tradisi keagamaan yang disebut "Lang Pa Cha" (yang berarti "pembersihan dan merapikan kuburan"), dimana relawan akan menggali mayat yang diklaim oleh keluarga dan mengkremasinya untuk menghormati semangat mereka sesuai dengan ritual keagamaan Buddha. Ritual seperti itu dianggap sebagai perbuatan baik dan proses membuat jasa.

Pada setiap ritual keagamaan "Lang Pa Cha", sejumlah besar tubuh yang diklaim tidak selalu ditemukan. (Dalam kasus foto-foto yang diambil di sini, 64 mayat yang diklaim tidak ditemukan.) Untuk mengkremasi seluruh tubuh membutuhkan waktu yang lama, sehingga hanya tulang-tulang tubuh yang diklaim akan dikremasi dan yang lainnya tidak. Sehingga alasan untuk pembedahan daging dari tubuh nampak terlihat seperti yang Anda lihat di foto.

Para relawan dalam ritual ini adalah sebagian besar staf medis dan kru tanggap darurat yang merupakan unit pertama yang biasanya tiba di lokasi kecelakaan untuk menyelamatkan nyawa korban kecelakaan (dapat dilihat dari seragam biru-putih dan kartu ID). Mereka diperbantukan untuk melihat mayat, dan itulah sebabnya mereka hanya melihat dan terlihat acuh tak acuh dalam foto.

Menurut tradisi Buddha, para relawan yang berpartisipasi dalam ritual keagamaan ini harus melakukan diet vegetarian ketat untuk membersihkan pikiran mereka sebelum dan sesudah upacara. Gambar-gambar dari para relawan yang sedang memasak dan makan siang mereka hanya menunjukkan persiapan makan siang vegetarian yang normal dan tidak hubungannya dengan tubuh almarhum atau daging yang dibedah.

Dengan demikian sirkulasi gambar merupakan upaya yang bertujuan buruk dimaksudkan untuk menyesatkan publik hingga mempercayai bahwa salah satu ras manusia akan melakukan genosida atau tindakan tidak manusiawi terhadap yang lain dan dengan demikian menciptakan ketakutan dan kebencian. Tubuh almarhum yang ditampilkan dalam foto adalah laki-laki Thailand dengan kulit gelap (hingga tubuhnya lebih gelap setelah kematiannya), bukan laki-laki Afrika.

Saya berharap email ini menyediakan informasi faktual mengenai dokumen dan foto ini yang beredar bertujuan buruk.

Berikut foto-foto Lang Pa Cha Ceremony dapat dilihat di sini

Kesimpulannya, semua foto itu asli, namun klaim yang mengatakan bahwa itu adalah ritual suku kanibalisme Thailand yang memuja iblis adalah Hoax. Faktanya, itu adalah ritual keagamaan Lang Pa Cha yang dimana jasad yang sudah meninggal akan dikremasi, karena alasan untuk mengkremasi seluruh tubuh membutuhkan waktu yang lama, maka pembedahan daging dan tubuh harus dilakukan seperti yang nampak dalam foto-foto di atas. Foto-foto itu telah didistribusikan secara luas dengan banyak klaim yang menyesatkan.

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!




Referensi:
Snopescom
Porjati.net
Strange-omniverse


Emoticon Emoticon