19 July 2016

9 Hoax Populer di Indonesia


Dengan kemampuan berkomunikasi cepat dan efisien tanpa terbatas jarak dan waktu, netizen dengan mudahnya mendapatkan informasi di internet dan jejaring sosial media. Banyaknya berita hoax yang beredar sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk mengekploitasi keawaman masyarakat tentang informasi. Berikut 9 hoax yang populer di Indonesia:

1. Israel memproduksi pembalut wanita mengandung HIV/AIDS.





Telah lama beredar pesan seorang wartawan Palestina telah membocorkan strategi pemerintah zionis Israel untuk menyebarkan virus HIV disetiap pembalut wanita. Strategi tersebut berupa produk pembalut  kaum wanita saat masa haid, dimana pembalut tersebut juga terpasang virus HIV yang akan menyebar dan bercampur dengan darah haid para pemakainya hingga virus itu akan menjangkit pengguna pembalut itu.

HIV (Human Immunnodeficiency Virus) adalah suatu virus yang bisa menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini dapat menyerang sistem imunitas (kekebalan) tubuh manusia., yang berakibat tubuh akan selalu lemah dalam melawan setiap infeksi. Penyebaran HIV bisa melalui penyaluran Semen (reproduksi), darah, cairan vagina, dan ASI (Air Susu Ibu). HIV bekerja dengan membunuh sel-sel penting yang dibutuhkan oleh manusia, pada umumnya ada tiga cara untuk mendeteksi HIV yaitu tes PCR, tes anti-bodi HIV, dan tes antigen HIV.

Yuli Simarmata, manager program Bussines Coalition On AIDS (IBCA) menyatakan bahwa "banyak yang berpendapat, jika terkena virus HIV sudah pasti AIDS, padahal ini mitos. Faktanya, penderita HIV membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengidap AIDS. Bahkan berbilang tahun untuk menjadi penderita AIDS mematikan. Untuk mengetahui bagaimana cara penularan dan mengatasi virus ini menyebar melalui berbagai cara, sebagai berikut:

A. Melalui cairan darah
Melalui transfusi darah atau produk darah yang sudah tercemar HIV. Dengan pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, misalnya pemakain jarum suntik dikalangan pemakai narkoba suntikan.

B. Cairan sperma dan cairan vagina
Melalui hubungan seks penetratif (penis masuk kedalam vagina atau anus), tanpa menggunakan pelindung kondom, sehingga memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (untuk hubungan seks lewat vagina) ; atau tercampurnya cairan sperma dengan darah, yang mungkin terjadi dalam hubungan seks lewat anus.

C. Melalui Air Susu Ibu (ASI)
Penularan ini dimungkinkan dari seorang ibu hamil yang HIV positif, dan melahirkan lewat vagina kemudian menyusui bayinya dengan ASI. Kemungkinan penularan dari ibu ke bayi (Mother-to-Child transmission) ini sekiatar 30 persen, artinya dari setiap 10 kehamilan dari ibu HIV positif kemungkinan ada 3 bayi lahir dengan HIV positif."

dr Raehanul Bahraen, alumni Fakultas Kedokteran UGM sekaligus penulis KesehatanMuslim.com menjelaskan:

"Tidak semudah itu menanam virus di pembalut, virus juga memiliki media tertentu untuk hidup dan diisolasi. Pada keadaan tertentu virus akan mati, selain itu dipembalut tidak ada pelindung khusus agar virus tidak keluar dan menyebar bebas."

Virus HIV hanya bisa menginfeksi lewat penularan langsung atau direct infection. Hiv akan mati tergantung dari waktu keringnya media pengantar virus tersebut (dalam hal ini darah atau cairan sperma). Sebagai contoh, jika setetes darah penderita HIV jatuh ke lantai dan langsung kering, seiring dengan keringnya darah maka virus HIV juga akan langsung ikut mati. Jadi rumor yang menyebutkan pembalut wanita bisa menyebarkan HIV telah terbantahkan karena virus HIV tidak mudah untuk hidup di luar tubuh inangnya.

2. Bahaya air mineral produk Aqua




Sebuah pesan cukup lama beredar dan hingga sekarang masih bergentayang di internet dan media sosial. Pesan itu mengklaim bahwa Air minum Aqua mengandung "Flourida" yang sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia. Pesan itu menyatakan bahwa Harvard University telah melakukan studi besar selama hampir 22 tahun dimana mereka mempelajari efek air minum dengan flourida pada anak-anak. hasilnya adalah flourida dapat mempengaruhi perkembangan otak anak-anak untuk tingkat yang lebih besar yang mempengaruhi orang dewasa.

Bahkan Flourida juga diklaim dapat menyebabkan Hiperaktif atau kelesuan, gangguan otot, radang sendi, demensia, tidak aktifnya 62 enzim dan menghambat lebih dari 100 enzim, menghambat pembentukan antibodi, kematian sel, patah tulang, dan beberapa jenis kanker dalam tulang.

Rumor itu mencatut nama besar Harvard University dan menjadikan target perusahaan Aqua yang dimiliki oleh Danone. Air Aqua memang mengandung flouride tapi kandungannya di bawah 0,5 mg/L yang sudah sesuai SNI dengan batas maksimal yang tidak boleh lebih dari 1 mg/L. Bahkan angka tersebut lebih rendah dibandingkan yang ditetapkan WHO yaitu 1,5 mg/L, jadi Flouride yang terkandung dalam air Aqua masih dalam batas aman.

Tanggapan Perusahaan Terkait Isu Kandungan Fluorida dalam AQUA
Diposting pada 9 Sepember 2013 - 04:18

Sehubungan dengan beredarnya informasi di media sosial mengenai kandungan fluorida dalam AQUA, dengan ini Perusahaan menyampaikan tanggapan sebagai berikut.

AQUA merupakan air mineral dengan sumber air yang berasal dari pegunungan vulkanik. Dalam perjalanannya, air hujan yang jatuh di pegunungan dan terserap dalam lapisan tanah dalam, akan mengalami mineralisasi secara alami. Karena itu, air diperkaya oleh mineral yang dikandung oleh batuan yang dilewatinya. Salah satu jenis mineral alami tersebut adalah Fluorida.

Fluorida adalah salah satu zat gizi mikro yang dibutuhkan oleh tubuh, yang jika dikonsumsi dalam jumlah cukup, bermanfaat untuk mencegah karies gigi dan berperan penting dalam pembentukan email gigi pada anak-anak. Pemerintah telah menetapkan batasan kandungan fluorida dalam air minum melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum, yaitu tidak lebih dari 1,5 mg/L. Batasan yang sama juga ditetapkan oleh World Health Organization (WHO, 2011) sebesar 1,5 mg/L. Batasan yang lebih ketat bahkan ditetapkan dalam SNI 01-3553-2006 tentang Air Minum dalam Kemasan, dimana kandungan fluoride dalam air mineral tidak boleh melebihi 1 mg/L.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan secara berkala, kandungan fluorida dalam produk AQUA tidak lebih dari 0,5 mg/L, jauh di bawah batas yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan WHO. Selain itu sebagai produk yang telah mendapatkan sertifikat SNI, produk AQUA juga dipantau oleh Lembaga Sertifikasi Produk. Dengan demikian AQUA aman untuk dikonsumsi.

Sirkular dalam kutipan ini adalah HOAX lama yang berkembang sejak dimulainya program fluoridasi di Amerika Serikat. Kontroversi program fluoridasi yang menimbulkan pro dan kontra menjadi pemicu munculnya hoax-hoax sejenis ini. Ini diperparah dengan didomplengi oleh misi-misi politis tertentu sehingga memunculkan beragam teori konspirasi yang 'nebeng' di dalamnya. Mulai dari konspirasi komunis dan NAZI di Amerika Serikat, dan berubah bentuk menjadi konspirasi Yahudi di Indonesia dengan sasaran pemimpin pasar air minum dalam kemasan AQUA.

3. Pisang disuntik virus HIV


Beredar viral yang mengkliam buah pisang yang dikabarkan disuntik darah yang mengandung virus HIV. Ciri-cirinya adalah, pisang tersebut jika dikupas maka akan tampak ada lingkaran merah atau titik merah. Jika Anda melihat buah pisang mengandung warna merah di dalamnya, Anda jangan memakannya karena itu sudah disuntik virus HIV.

Foto-foto yang konon menunjukkan pisang yang telah "disuntik dengan darah" telah beredar secara online selama beberapa tahun dengan berbagai tingkat paranoia. Klaim terkait dengan foto-foto sejenis telah berevolusi dari spekulasi tentang perubahan warna pisang (seperti yang terlihat di atas) menjadi pernyataan bahwa pisang tersebut sengaja disuntik dengan darah manusia penderita AIDS untuk menyebarkan HIV.

Seperti penjelasan sebelumnya, virus HIV hanya bisa menginfeksi lewat penularan langsung atau direct infection. Hiv akan mati tergantung dari waktu keringnya media pengantar virus tersebut (dalam hal ini darah atau cairan sperma). Buah pisang yang disuntikan virus HIV adalah HOAX lawas yang diperbaharui yang sebelumnya pernah menyerang jeruk dan nanas.

4. Pin ATM terbalik


Pesan yang beredar mengatakan bahwa jika Anda sedang terancam jiwanya karena dirampok/ditodong seseorang untuk mengeluarkan uang dari ATM, maka Anda bisa meminta pertolongan diam-diam dengan memberikan nomor pin secara terbalik, misal no asli pin Anda 1254 input 4521 di ATM maka mesin akan mengeluarkan uang Anda dan sekaligus mengirimkan  tanda bahaya ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri tersebut. Fasilitas ini tersedia di seluruh ATM, tapi hanya sedikit orang yang mengetahuinya.

Bagaiman jika kita memiliki pin 1221, 2442, 5115, dan nomor pin lainnya yang jika dibalik akan tetap sama. Ya, pesan itu HOAX yang berasal dari peraturan beberapa daerah negara bagian di Amerika Serikat, seperti di Illinois SB 562 yang mendefinisikan sistem semacam ini, walaupun tidak mengharuskannya. Sistem ini juga tertulis pada rencana peraturan daerah negara bagian Georgia SB 379 yang belum diratifikasi, dan juga peraturan daerah negara bagian Kansas SB 333 yang gagal untuk diberlakukan.

5. Kepergok berzina di makam keramat lalu mati gancet


Nah kalau cerita ini cukup lucu, katanya sih ada cowok sama cewek lagi kimpoi di belakang Polres Karawang di dalam area kuburan, kabarnya sih mereka karyawan salah satu PT di Karawang, yang paling parah mereka berdua sudah punya suami dan istri. Si cowok malah istriya baru melahirkan, mungkin gak kuat nahan pingin kimpoi kali, mereka tertangkap basah oleh warga setempat ketika si cowok berteriak minta tolong. Setelah dicek, naudzubilahmindzalik mereka berdua kaya kembar siam gak bisa lepas jadi si kulitnya nempel, muka si cowok sudah rusak karena di cakar sama cewek itu, dan akhirnya mereka di suntik mati.

Cerita diatas banyak beredar dengan beberapa versi dengan disertai sebuah foto dua mayat pria dan wanita yang saling menempel, diketahui siapa yang pertama kali menyebarkannya. Dalam dunia medis, gancet dikenal dengan istilah "vaginismus", suatu disfungsi seksual pada wanita yang berupa kekejangan abnormal otot vagina sepertiga bagian luar dan sekitar vagina. Derajat kekejangan yang terjadi tidak sama pada setiap orang yang mengalami vaginismus.

Kekejangan abnormal yang terjadi pada vaginismus seakan-akan merupakan suatu reaksi penolakan terhadap hubungan seksual, bahkan terhadap setiap sentuhan pada kelamin. Reaksi penolakan tampak jelas dari luar karena wanita dengan vaginismus cenderung merapatkan kedua tungkainya bila terjadi sentuhan pada bagian kelamin. Diduga sekitar 2-3% wanita dewasa mengalami vaginismus.

Vaginismus dapat disebabkan oleh faktor fisik ataupun psikis. Beberapa faktor fisik, ialah : Gangguan selaput dara, termasuk sisanya yang tertarik kalau terjadi penetrasi penis. Infeksi yang menimbulkan luka di sekitar lubang vagina atau labia. Bekas robekan karena melahirkan yang tidak sembuh dengan baik

Tetapi penyebab psikis lebih sering berperan untuk terjadinya vaginismus. Beberapa sebab psikis adalah : Latar belakang keluarga yang memandang seks sebagai sesuatu yang kotor, dosa atau memalukan. Jadi wanita itu dibesarkan dengan anggapan bahwa seks adalah sesuatu yang negatif. Hubungan seksual yang selalu menimbulkan rasa nyeri karena sebab psikis. Disfungsi ereksi juga dapat menjadi penyebab. Rasa takut yang berlebihan akan terjadinya kehamilan. Rasa takut terkena penyakit kelamin.

Akibat kekejangan otot vagina sepertiga bagian luar, maka hubungan seksual tidak dapat berlangsung. Bahkan penis terasa seperti membentur sebuah penahan yang seolah-olah menutup bagian lubang vagina. Andaikata penetrasi penis dapat dilakukan, itu pun tidak sempurna dan menimbulkan rasa sakit yang hebat. Bila dipaksakan, tentu akan sangat menyiksa.

Klaim yang mengatakan pasangan mesum yang kepergok warga di Karawang telah dibantah oleh Kapolsek Klari Kompol Wahidin, menurutnya kabar itu hanya isu yang tidak jelas. Pihaknya tidak pernah menangani kasus tersebut, jika kejadian itu benar maka pihaknya pasti akan mendapatkan laporan dan akan menangani kasusnya. Sedangkan foto yang menyertai cerita itu adalah sebuah cuplikan dari film horor yang di bintangi Julia Perez dengan judul "KUTUKAN ARWAH SANTET".

Videonya dapat dilihat disini

5. Makanan mengandung plastik/lilin dibakar menyala


Isu tentang makanan yang dibakar menyala karena mengandung plastik/lilin membuat netizen penasaran dan mencobanya. Banyak netizen yang telah membuktikan makanan yang mereka bakar ternyata benar terbakar seperti mengandung plastik. Tapi tunggu dulu, jangan mudah percaya bahwa makanan yang dapat terbakar pasti mengandung plastik.

Pada dasarnya makanan yang mengandung lemak/minyak yang mengandung air sedikit pasti dapat terbakar karena minyak sendiri adalah zat yang mudah terbakar.  Berikut penjelasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), terkait Isu Produk Pangan yang dapat Menyala jika Terbakar :

Sehubungan dengan pemberitaan di berbagai media sosial mengenai produk pangan yang dapat menyala jika dibakar, Badan POM memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut :

1. Bahwa produk pangan yang mengandung lemak/minyak dengan kadar air rendah terutama yang berbentuk tipis, berpori, seperti krupuk, krekers, dan makanan ringan lainnya dapat terbakar/menyala jika disulut dengan api.

2. Bahwa produk pangan yang terbakar/menyala tersebut tidak dapat membuktikan adanya kandungan plastik dan/atau lilin di dalam produk pangan.

3. Bahwa untuk membuktikan adanya kandungan plastik dan/atau lilin diperlukan pengujian lebih lanjut di laboratorium.

4. Bahwa Badan POM telah melakukan evaluasi keamanan, mutu, dan gizi pangan termasuk terhadap semua bahan yang digunakan untuk pembuatan pangan olahan sebelum pangan tersebut diedarkan dengan nomor izin edar Badan POM (MD atau ML).

5. Sebagai perlindungan terhadap masyarakat, Badan POM terus melakukan pengawasan terhadap kemungkinan beredarnya produk yang tidak memenuhi syarat.

6. Dihimbau kepada masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

* Contact Center HALO BPOM di nomor telp. 1-500-533 atau
* SMS: 0-8121-9999-533, atau
* email: halobpom@pom.go.id, atau
* Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

3 Maret 2016
Biro Hukum dan Humas Badan POM.

6. Bahaya kangkung mengandung lintah


Seorang pria asal Solo bernama Rifai menderita Diare, segala obat pernah dicoba namun tidak dapat menyembuhkan penyakitnya. kemudian orang tuanya ditanya oleh dokter, "makanan apa yang di makan pemuda tersebut selama 2 hari terkahir?" Orangtuanya kebingungan karena selama anaknya menderita Diare tidak mau makan apapun. lalu dokter memeriksanya dan diketahui sebelum menderita diare Rifai pernah mengkonsumsi kangkung di restoran bersama orangtuanya. lalu dokter segera melakukan rontgen, namun betapa terkejutnya ketika terlihat dalam usus Rifai nampak binatang lintah yang telah berkembang biak cukup banyak.

Karena kondisi Rifai sangat parah, maka dokter akhirnya menyerah dan tidak melakukan upaya penyelamatan medis dan akhirnya pemuda malang itu meninggal dunia, kisah ini ditulis oleh dr Ismuhadi MPH.

Cerita itu cukup mengerikan dan bahaya lintah dalam kangkung bisa menyebabkan kematian, apalagi yang menulis cerita itu adalah seorah dokter bergelar MPH. Eitsss, jangan terburu-buru menyimpulkan cerita itu menjadi benar, ternyata cerita itu hanya omong kosong hasil translate dari cerita lain di situs Healthblog.yinteing.com yang dimana lokasi dan nama korban telah diubah.

Kangkong is also known as water glorybind, water spinach, water convolvulus and swamp cabbage.

It is a popular dish in Asia and normally eaten stir fried with shrimps, garlic and/or chili paste (belacan). As kangkung is a water based plant with hollow stems, it is not surprising that leeches can breed in it. The following is a story (I am not sure true or not) of a boy who have died after eating a dish of stir fried kangkung: A boy was brought to a well known clinic after complaints of stomach main and diarrhea for 2 days.

The parents have attempted to give the boy all types of medicine to ease the pain but nothing seemed to work. The doctor then proceed to question on the food that the boy had eaten for the past 2 days. According to the parents, the boy had not been eating anything for the past 2 days as he had no appetite. He only drank milk and even that also causes him to vomit.

Upon further questioning, it was discovered that the boy ate kangkung at a restaurant the night before he started having diarrhea. The doctor immediately performed an x-ray and found that in the intestine of the boy contained many small leeches- that have most likely been bred by one or a few leeches that accompanied the vegetable. As kangkung is a dish that is typically not cooked long (to preserve the crispy bite of the vegetable), the leech may survive the fire.

This is the first time that I’ve heard about the case of leeches breeding in someone’s stomach. Microorganisms enter our body all the time and our stomach acid will kill most of them. Leeches are probably not found in kangkung but in a variety of other water based plants. For the leech to be able to breed easily in such an unfavorable environment, the boy’s overall health must have been compromised prior to that.

When I stayed in Thailand, we eat kangkung all the time because it is easily available and taste delicious when cooked with chilies and shrimps. I’ve never heard of any similar case there.

Furthermore in the west, raw vegetables in the form of salad is a very common and some of these vegetables are not even properly washed- it is not surprising that a lot of different creepy crawlies make their way into our digestive system. Yes, admittedly food poisoning can be quite common with unwashed vegetables but it is normally not severe unless the food is contaminated with poisonous substance or of those that the pesticides on the food is not washed off.

Salah seorang kontributor kami, dr Ronny dalam komentarnya di grup facebook Sekoci 
menjelaskan bahwa beberapa pernyataan dalam cerita itu sangat aneh dan tidak dapat diterima dalam ilmu medis. Berikut penjelasannnya:

* Hasil rontgen tudak bisa melihat mahluk hidup lain dalam lembung karena akan terlihat warna opak (putih) akibat dinding lambung yg rebal, sehingga mahluk kecil tidak dapat terlihat, apalagi dengan embel-embel sudah berkembang biak. Bila pun mau hanya bisa dilakukan dengan endoskopi

* Kalau pun benar, secara logika yang akan keluar adalah muntah darah karena sifat lintah yang akan menyedot darah dari dinding lambung atau BAB berwarna gelap akibat darah yg tercampur dengan asam lambung.

* Lintah butuh waktu untuk berkembang, dan alat reproduksi mereka hanya aktif bila ada pertemuan lintah jantan dan betina dan butuh waktu dari mengeluarkan telur, telur matang, hingga menetas, menjadi larva hingga menjadi dewasa

* Nama dr. Ismuhadi MPH sendiri sudah pernah dicatut dalam kasus aspartam, pasti teman-teman ingat tentang pengumuman minuman yang dilarang yang mengandung aspartam. Saya sendiri sulit menemukan benar apa tidaknya ada dokter bernama Ismuhadi MPH, namun dari pihak IDI sudah memberikan penjelasan kalau mereka sudah menghubungi dr. Ismuhadi dan menyatakan pihak yg bersangkutan merasa namanya dicatut.

* MPH sendiri adalah gelar Magister Public Health, jadi agak sedikit aneh bila yg bersangkutan mengurusi masalah seperti ini apalagi tanpa konfirmasi dan isinya ngawur.

* Untuk kasus adanya lintah dalam tubuh memang sudah banyak terjadi, biasanya terjadi dalam usus melalui anus. Yg menurut saya paling aneh adalah lintah dalam kandung kemih (non hoax) namun itu suatu kasus yg sangat jarang. Atau ada juga kasus lintah dalam rongga hidung

* Untuk kasus lintah dalam lambung memang pernah ada di Indonesia, dan sudah dipresebtasikan oleh Prof. Teguh dari Département Parasitologi Unibraw yang saya ikuti sendiri presentasinya pada tahun 2014. Namun gejalanya tidak seperti itu, pasien memang muntah berdarah, tapi tidak fatal, dan gejala lainnya adalah anemia akibat perdarahan lambung, setelah mengeluarkan satu lintah, pasien di endoskopi dan didapatkan masih ada lintah dalam lambung nya, namun tidak banyak, jujur saya lupa berapa tapi gambar yg ditampilkan hanya ada dua atau tiga saja.

Mengapa lintah bisa tahan asam lambung? Terlalu banyak teori yg bisa disajikan, diantaranya belum ada kasus lain lintah dalam lambung, jadi tidak bisa dikatakan lintah tahan atau tidak tahan terhadap asam lambung. Belum ada penelitian percobaan lintah yang direndam dalam cairan lambung atau cairan asam. Karena banyak juga parasit atau mikroorganisme lain yang tahan asam lambung, karena kalau semua mati tentu saja tidak akan ada kasus diare akibat infeksi yang ada hanya diare akibat "salah makan".

Penjelasan tentang asam lambung dan HCL dapat dibaca di sini

7. Seekor anjing menyelamatkan bayi baru lahir yang dibubuang orangtuanya


Sebuah gambar yang sangat menyentuh hati mengklaim bahwa seekor anjing menyelamatkan bayi baru lahir yang dibuang oleh orangtuanya, gambar dan cerita itu sangat populer hingga netizen merasa kagum dengan apa yang dilakukan anjing tersebut. Dalam gambar nampak jelas seorang bayi yang masih merah dan tali pusarnya masih menempel sedang dibawa oleh seekor anjing yang baik hati.

Cerita itu banyak terjadi di tempat yang berbeda-beda, ada di Jordania, Arab Saudi, Argentina, Thailand, Brazil, bahkan salah satu halaman facebook meme memberikan deskripsi yang sama untuk gambar itu namun tidak menyebutkan lokasinya dan dalam gambar nampak si bayi akhirnya berhasil diselamatkan oleh tim dokter. Lalu bagaimana mungkin anjing yang sama bisa menyelamatkan bayi di pelbagai negara? Mungkin kita pernah mendengar atau menyaksikan langsung seekor anjing menyelamatkan seorang bayi atau balita, namun gambar itu tidak ada hubungannya dengan kisah tersebut. Faktanya anjing itu sedang membawa mayat bayi yang selanjutnya entah akan dibawa kemana.

Video lengkapnya apa yang sebenarnya terjadi dapat dilihat di sini

8. waspada Indomie goreng palsu


Masyarakat Indonesia sempat dihebohkan kabar tentang Indomie goreng palsu yang banyak beredar di warung-warung. Beredarnya beberapa foto yang menunjukan perbedaan antara produk Indomie goreng yang dibeli di warung dan supermarket. Berikut beberapa perbedaanya:

* Perbedaan jenis penanggalan kadaluarsa (tinta print atau stampel)


* Letak bumbu dan cetakan keterangan bumbu


Kabar tentang Indomie palsu mulai merebak ketika seorang netizen Lydia Loahardjo pada Agustus 2015 memposting gambar di Facebook yang menunjukan dua produk Indomie goreng yang ia beli di warung dan supermarket. Kedua produk itu terlihat perbedaannya dan produk Indomie goreng yang ia beli di warung nampak seperti palsu karena cetakan penanggalan kadaluarsa menggunakan print, sedangkan yang dijual di warung menggunakan stempel. Dalam kemasan bumbu juga produk yang dijual di warung nampak polos, sedangkan yang dijual di supermarket ada cetakan keterangan bumbu.

Benarkah Indomie yang dijual di warung adalah produk Indomie palsu? Kedua produk itu asli yang diproduksi Indofood, karena kode produksi yang tertera dikemasan tercatat dalam agenda produksi Berikut klarifikasi dari pihak Indomie yang disampaikan langsung oleh Lydia Loahardjo:

KONFIRMASI atas POST INDOMIE yang saya buat beberapa hari lalu.

1. Mohon maaf atas keresahan yang ditimbulkan, tidak sedikitpun saya mengatakan bahwa ada Indomie Palsu. Posting saya digunakan oleh beberapa pihak untuk kepentingan mereka.

2. Pihak Indomie memberikan penjelasan pada saya mengenai beberapa hal yang saya pertanyakan di status saya, hal itu sebagai berikut:

a. Kedua produk Indomie tersebut memang sama2 produk yang diproduksi Indofood, dan TIDAK PALSU, karena kode produksi yang tertera di kemasan tercatat dalam agenda produksi.

b. Perbedaan jenis penanggalan (tinta print atau stampel) terjadi karena PERBEDAAN TINTA yang digunakan serta PERBEDAAN MESIN. Beberapa mesin lama tetap diberdayakan oleh perusahaan untuk meminimalkan biaya. Sehingga timbul perbedaan antara produk yang satu dengan produk yang lain.

c. Kedua tata letak bumbu yang berbeda sama-sama diproduksi Indofood. Perubahan tata letak itu terjadi untuk MENGHINDARI MASALAH mesin produksi, sehingga mengurangi cacat produk. Perbedaan terjadi karena mesin produksi Indofood yang tidak seragam (lagi-lagi pemberdayaan mesin lama, dan penggunaan mesin baru yang berbeda)

d. Indomie Goreng yang awal diproduksi adalah Indomie goreng dengan cabai bubuk, namun inovasi produk dilakukan dengan menciptakan Indomie goreng SPESIAL, yaitu menggunakan saos sambal . Saos sambal ini lebih diterima di Pulau Jawa, sedang di Luar Pulau jawa lebih menyukai rasa orisinil Indomie Goreng.

Terima kasih Indomie atas feed back yang diberikan!!!

Terima kasih untuk sharing yang dilakukan oleh pihak indomie yang membuka wawasan saya, sehingga saya mengenal Indomie lebih...

INDOMIE, memang SELERAKU..

9. Dibohongi mi instan


Rumor yang satu ini telah lama beredar dan bahkan hingga sekarang masih saja ada yang membagikannya yang menyatakan kebohongan tentang mi instan. Berikut 4 poin yang terkandung dalam mi instan yang berbahay bagi kesehatan:

1. Mie instan tidak mengandung nutrisi apapun, namun makanan ini mengandung hampir 2700 mg sodium dalam satu kemasannya.

2. Mie instan mengandung bahan pengawet beracun TBHQ, yang umum ditemui di semua jenis makanan yang telah diproses, dimana bahan ini diproduksi juga di industri minyak tanah. Hanya 1 gram saja dari TBHQ dapat memberi efek muntah dan mual, tinnitus (dengungan pada telinga), delirium atau perasaan tercekik.

3. Makanan populer ini juga mengandung monosodium glutamat (MSG) yang dapat memacu kerja sel saraf anda secara berlebihan dan dapat mengakibatkan kerusakan atau kematian, sehingga disfungsi dan kerusakan otak dapat terjadi dalam berbagai stadium - hal ini bahkan memicu tejadinya penurunan kemampuan belajar, penyakit Alzheimer, Parkinson dan lainnya.

4. Wanita yang mengkonsumsi mie instan lebih dari dua kali dalam seminggu, 68% lebih rentan terhadap penyakit metabolisme tubuh.

Klaim diatas membuat banyak masyarakat menjadi takut untuk mengkonsumsi mi instan, apalagi klaim tersebut berasal dari laman Facebook milik Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Namun pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membantah klaim tersebut dan menjelaskan bahwa semua makanan yang telah lulus uji BPOM adalah makanan yang aman untuk dikonsumsi, tidak terkecuali mi instan. Berikut penjelasan Badan POM terkait isu bahaya mi instan:

Maraknya isu mengenai bahaya mi instan yang beredar melalui aplikasi pesan seperti WhatsApp, BBM, SMS maupun aplikasi lain dan media sosial seperti Facebook, Twitter, Path dan lain-lain, sehingga Badan POM memandang perlu menjelaskan kepada masyarakat beberapa hal sebagai berikut:

1. Beberapa bahan kandungan mi instan yang diisukan berbahaya adalah monosodium glutamat, methyl p-hydroxybenzoate, dan asam benzoat.

2. Monosodium glutamat (MSG) adalah penguat rasa yang memiliki Acceptable Daily Intake (ADI) not specified, artinya bila dikonsumsi setiap hari dalam jumlah wajar tidak menimbulkan bahaya terhadap kesehatan. Namun ada beberapa data yang menunjukkan bahwa beberapa orang tertentu sensitif terhadap MSG.

3. Methyl p-hydroxybenzoate atau metil parahidroksibenzoat atau metil paraben adalah pengawet yang diizinkan digunakan dalam produk pangan dengan jumlah tertentu. Metil paraben digunakan untuk mengawetkan kecap yang merupakan bumbu pelengkap pada mi instan varian tertentu. Beberapa negara, seperti Taiwan, tidak mengatur penggunaan metil paraben dalam mi instan, walaupun dalam regulasinya diatur pengawet lain dalam produk mi instan dengan tingkat keamanan mirip dengan metil paraben, yaitu etil paraben, propil paraben, butil paraben, isopropil paraben dan isobutyl paraben dengan batas maksimum yang ditentukan

4. Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah sahih, yang menyatakan bahwa baik MSG ataupun metil paraben dapat merusak usus, liver ataupun sakit maag.

5. Terkait point-point diatas, diharapkan masyarakat tidak resah dan meragukan keamanan mi instan yang beredar di Indonesia. Konsumsilah mi instan dengan bijak.

6. Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM 1500533, SMS 081219999533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Jakarta, 16 November 2015
Biro Hukum dan Humas Badan POM RI

Atas polemik yang dihembuskan oleh YLKI, banyak netizen yang skeptis. Berikut beberapa komentar netizen:

"Kalo YLKI punya bukti, ngga bisa dilaporkan ke polisi? Biar mie instan distop, apa mie yang di atas aja yang berbahaya? Kalo yang diproduksi dan masih dibungkus, sehat-sehat aja ya..."

"Terima Kasih infonya, tapi alangkah baiknya informasi ilmiah menyangkut kesehatan seperti ini tidak hanya disajikan dalam bentuk gambar/foto.

Berikan kami sumber yg jelas, bukannya tidak percaya tapi jangan sampai maksud baik memberikan informasi justru menimbulkan keresahan yang tidak perlu di masyarakat."

"YLKI kalau mau bergerak, lebih baik langsung konsolidasi sama pihak pihak terkait, misalkan BPOM atau instansi apapun yang punya kapasitas untuk menentukan layak atau tidaknya bahan pangan itu untuk dikonsumsi” tulis netizen lainnya."

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!



Emoticon Emoticon