16 June 2016

Sepatu Crocs Berbahaya Dapat Menyebabkan Kanker?



Rumor yang beredar menyatakan jenis "sepatu crocs" berbahaya dan akan menyebabkan kanker.

Beberapa situs online banyak mengabarkan bahaya sepatu crocs,  penelitian ilmiah telah dilakukan di Jerman menemukan bahwa sepatu yang terbuat dari plastik banyak mengandung senyawa karsinogenik yang dapat menyebabkan munculnya kanker jenis tertentu.

Televisi pemerintah Jerman menguji sepatu sandal Croc’s imitasi ini dari produsen yang berbeda dan ternyata membuat tercengang hasil penemuan yang cukup mengkhawatirkan bahwa sepatu sandal Croc’s Imitasi dikemas dengan bahan kimia yang sangat beracun dan kandungan karsinogenik yang dapat masuk ke tubuh melalui kulit. (Karsinogen adalah zat yang menyebabkan penyakit kanker. Zat-zat karsinogen menyebabkan kanker dengan mengubah asam deoksiribonukleat (DNA) dalam sel-sel tubuh, dan hal ini mengganggu proses-proses biologis.) Telah tercatat adanya bahan berbahaya dalam semua plastik “Crocs – sandal” imitasi terlepas dari harga dan nilai produk. Jika Anda masih ingin memakai sepatu ini, pastikan untuk memakai kaus kaki. Sandal ini meningkatkan kesadaran karena kehadiran hidrokarbon aromatik polisiklik, yang sangat karsinogenik. Enam dari 10 yang diuji, “Crocs-sandal” mengandung senyawa ini di tingkat yang jauh lebih tinggi dari yang direkomendasikan. Crocs asli tidak memiliki bahan berbahaya itu.

SUMBER: Info Herbalis, Via Berita, Berita Hangat88

Informasi diatas apakah layak dipercaya?

Dalam hal ini, teks tersebut hanya menyebutkan “penelitian ilmiah yang telah dilakukan di Jerman” tanpa adanya detai-detaill tambahan seperti nama laboratorium yang telah melakukan penelitian itu.

Setelah kami menelusuri sumber informasi tersebut yang ternyata berasal dari survei pada tahun 2008 di majalah Öko-Test, sebuah majalah konsumen di Jerman. Tidak jelas apakah penelitian tersebut dilakukan oleh laboratorium yang dapat dipercaya dan netral atau tidak.

Dalam sebuah artikel mengenai sepatu Crocs tipe clog (sepatu kayu) plastik, majalah Öko-Test mempertanyakan  masalah kenyamanan dan juga risiko sepatu-sepatu tersebut terhadap kesehatan.

“Kami membeli 22 pasang sepatu plastik: di antaranya adalah sepatu dari merek-merek terkenal seperti Crocs, Waldies, dan WOZ? yang harganya 40 euro dan juga sepatu-sepatu clog seharga 5 euro dari supermarket atau toko perlengkapan. Kami juga menguji beberapa merek sepatu klasik seperti Alpro, Dockers, dan Romika juga membuat sepatu clog plastik. Setelah membeli sepatu-sepatu tersebut, hal yang langsung menarik perhatian kami adalah bau tidak enak yang berasal dari tumpukan sepatu berbagai warna itu. Beberapa dari kami yang diam untuk sementara di dekat tumpukan sepatu clog itu mengeluhkan rasa mual yang ringan dan sakit kepala. Untuk mengetahui apa yang sebetunya terjadi, kami mengirim sepatu-sepatu itu ke laboratorium untuk menganalisa komponen pada sepatu-sepatu tersebut. Hasil tes atas komponen-komponen itu – jauh dari kata sehat. Ada satu merek yang bisa kami rekomendasikan untuk dipakai, tetapi merek-merek yang lainnya mengandung bahan/zat yang kontroversial dan dipertanyakan. Enam merek bahkan dikelompokkan sebagai ‘tidak begitu baik’ atau ‘tdak memenuhi syarat’.

Berita baiknya adalah: bahan pelentur plastik dan senyawa organotin yang bermasalah hanya ditemukan dalam jumlah sedikit pada sedikit merek-merek tertentu. Meskipun begitu, ada kelompok zat lain yang bernama polisiklik aroatik hidrokarbon (PAH). Kandungan zat ini ditemukan sangat tinggi dibandingkan zat yang lain pada sepatu Second Living Clogs, Schildkröte, rot, von Strauss Innovation yang diiklankan sebagai produk yang “terjamin bebas dari zat-zat berbahaya”.

Beberapa zat pada PAH dapat menyeabkan mutasi gen, cacat tubuh pada anak, dan menyebabkan kanker. Tak ada peraturan hukum untuk penggunaan PAH pada komoditas seperti pakaian. Pembuatan sepatu clog plastik yang tidak terkontaminasi PAH dapat dilakukan, contohnya adalah sepatu Chung Si Dux warna merah. Sepatu tersebut dibuat dari etilen-vinil asetat, yaitu zat yang terkandung dalam sepatu-sepatu clog lain yang diuji.

Produsen sepatu clog coklat wanita dari Metro tidak menjawab pertanyaan kami mengenai bahan-bahan baku produk meeka. Kadmium beracun yang kami ukur adalah terlarang untuk digunakan pada beberapa jenis plastik dan penggunaan tertentu Merek lain yang mengecewakan adalah Birki’s Fun Air BS Alpro-Cell,melone yang terkontaminasi oleh timah dan krom dengan konsentrasi tinggi.

Reaksi dari Para Produsen

Tingkat kontaminasi yang begitu tinggi tersebut tidak sesuai dengan konsepsi ‘produk sehat dan berkualitas tinggi buatan Jerman’ yang digaungkan Birki Schuhe. Oleh sebab itu, sepatu Birki’s Fun Air BS Alpro-Cell,melone, dan model-model sepatu yang sejenis telah ditarik dari supermarket dan tak lagi didistribusikan. Kadar timah yang terkandung dalam produk tersebut juga telah dikonfirmasi melalui tes yang dilakukan dengan segera oleh TÜV Rheinland menggunakan skala pengukuran dari Öko-Test. Menurut Birki, penyebab kontaminasi timah pada sepatu-sepatu clog itu adalah proses pewarnaan plastik. Kandungan zat-zat berbahaya pada sandal dan sepatu clog plastik dalam berbagai warna saat ini sedang dianalisa oleh kami.

Beberapa produsen menyatakan bahwa konsentrasi zat-zat yang telah kami ukur tersebut tidak menyalahi aturan hukum.Mereka melakukan pembatasan tingkat kandungan PAH agar mereka bisa memasang label Great Safety (GS) pada  produk-produk mereka.

Seperti yang disebutkan dalam artikel terebut, zar-zat yang yang dianggap berbahaya tersebut sebetulnya masih menimbulkan kontroversi karena belum bisa dibuktikan apakah zat-zat itu benar-benar berbahaya atau tidak. Secara spesifik dalam pandangan hukum, para produsen masih mengikuti dan mematuhi standar keamanan yang resmi. Mengenai sepatu yang mengandung kadmium, kandungannya berada pada tingkatan tertinggi yang masih dalam batas aman untuk digunakan pada beberapa jenis plastik dan penggunaan tertentu.

Tetapi, apa itu plastik? Untuk hal apa saja plastik digunakan?

Jika kandungan zat-zat yang dianggap bermasalah itu terlalu tinggi dan tidak pantas untuk suatu produk tertentu, misalnya, jika produk tersebut akan bersinggungan dengan makanan, hal itu tidak berarti benda-benda lain seperti pakaian dan sepatu dengan jumlah kandungan zat yang sama akan ikut menjadi berbahaya Hal itu karena, zat yang menjadi bahasan utama artikel tersebut (PHA) adalah senyawa yang terdapat di mana-mana, termasuk pada lingkungan, air, udara, dan makanan.

Beberapa zat dalam senyawa PAH ada yang diklasifikasikan sebagai zat pemicu kanker atau berpotensi sebagai zat pemicu kanker, tetapi artikel tersebut tidak menyebutkan zat mana dari senyawa PAH yang terdeteksi pada sepatu-sepatu yang diuji. Artikel tersebut juga menyebutkan tentang ‘bahan pelarut’ yang “dapat menyebabkan alergi”.

Yang perlu diketahui bahwa SEMUA ZAT yang dapat menyebabkan alergi pada orang tertentu tidak akan berpengaruh pada orang lain.

Sanggahan dari Crocs: “Pernyataan Crocs sebagai tanggapan terhadap Öko-Test. Dalam terbitan terbaru mereka, majalah Öko-Test (05/07) menulis bahwa model sepatu Crocs Cayman merah mengandung zat yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Kami, Crocs, menanggapi keamanan terhadap konsumen sebagai hal yang serius. Itulah alasan kami melakukan berbagai macam tes terhadap zat-zat yang terdapat dalam bahan baku kami. Berbagai organisasi internasional yang diakui seperti  Internasitonal Agency for Research for Cancer (IARC), Occupational Safety & Health Administration (OSHA) dan American Conference of Governmental Industrial Hygienists (ACGIH), membuktikan bahwa bahan-bahan baku produk kami tidak beracun, tidak berbahaya, dan tidak bersifat karsinogenik (tidak memicu kanker).

Sanggahan Crocs menanggapi tuduhan Oko-Test


Lembaga inspeksi TÜV Rheinland juga telah memberikan pernyataan mengenai hasil tes bahan-bahan produk kami di majalah Ökotest.

Berikut pernyataan tersebut: Kandungan dari bahan-bahan/zat yang diragukan tersebut, seperti yang dinyatakan oleh TÜV, tidak berisiko apapun terhadap kesehatan konsumen: Kami yakin bahwa bahan-bahan baku kami tidak menimbulkan masalah keamanan dan kesehatan  pada konsumen atau siapapun yang berhubungan dengan produk kami.

Kesimpulannya, tak ada bukti bahwa sepatu Crocs atau yang sejenisnya menimbulkan risiko kesehatan. Semua pernyataan mengenai bahaya produk Crocs hanya berdasarkan pada satu penelitian dan kajian-kajian lain yang tidak jelas. Tentu saja, seperti produk-produk lain yang berbahan plastik, proses produksi mereka sudah pasti menimbulkan polusi dan mungkin saja produk-produknya mengandung bahan pelarut atau bahan penyebab iritasi yang mungkin akan berbahaya pada penggunaan dalam jangka waktu lama. Tetapi, untuk saat ini hal tersebut sudah jelas belum dapat dibuktikan. Kita bisa lebih berhati-hati, misalnya memilih sepatu model Dux dari merek Chung Si (disebutkan di atas) atau, kenapa tidak kita mencoba memakai kaos kaki untuk menghindari kontak berkepanjangan kulit dengan sepatu.


 Referensi: Hoax.net

Salam Icokes, Indonesian Hoax Buster!


Emoticon Emoticon