14 June 2016

Mitos Ular Takut Garam Yang Selama Ini Dipercaya Masyarakat, Tidak Terbukti!



Sebuah mitos yang telah lama beredar di masyarakat tentang cara mengusir ular dengan menaburkan garam. Mitos itu telah lama dipercaya oleh masyarakat, garam dapur yang ditabur di sekeliling rumah bisa mencegah ular masuk. Benarkah cara itu bisa mencegah binatang melata yang bersisik masuk ke dalam rumah?

Koordinator Sioux Snake Rescue (SSR) Erwandi Supriadi mengatakan, garam tak terlalu efektif untuk mengusir ular. Pria yang sudah bergelut dengan penyelamatan ular selama bertahun-tahun ini menyebut, keset dari ijuk malah lebih baik.

"Jangan dikasih garam. Ular tidak takut garam. Justru kadang dia mendekati garam. Yang takut garam itu hewan berlendir, sedangkan ular itu bersisik bukannya berlendir," kata pria yang kerap disapa Elang ini saat berbincang dengan Detikcom.

Menurut Elang, mitos soal garam awal mulanya muncul karena berkaitan dengan mistis. Ada yang menaburkan garam lalu dibumbui dengan doa.

"Orang jaman dulu sebelum nyebar garam itu dia berdoa terlebih dahulu. Garam hanya mediator doa saja. Kalau orang sekarang kan tabur garam sambil BBM-an, update status, atau sambil ngetweet," terangnya.

Langkah yang harus dilakukan untuk mencegah ular masuk adalah dengan memasang keset ijuk dan membersihkan pohon-pohon yang menjalar ke rumah. "Misalnya di depan pintu dikasih keset dari ijuk, karena itu tajam dan ular tidak suka," terangnya.

Bila terlanjur bertemu ular, Elang menyarankan agar tidak panik. Justru harus terus melihat ular dengan jarak aman agar tetap terpantau pergerakannya.

"Dilihat larinya ke mana. Kalau ada ember atau bak, nanti ular itu kalau bisa diutup terus diganjal supaya tidak keluar," tegasnya sambil menyarankan setelah itu meminta bantuan.
"Kalau misalkan di kamar, usahakan akses keluarnya ditutup, dan kamar itu dikunci. Bila menginginkan ular itu keluar, disemprot pakai pengharum ruangan, usahakan ada celah agar dia keluar. Dengan wangi menyengat ular itu nggak suka," paparnya.


Tidak takutnya ular terhadap garam dibuktikan oleh DERIC (Depok Reptile - Amphibi Community), yakni komunitas penggemar ular dan reptil asal Depok Jawa Barat. Di hadapan para pengunjung yang menghadiri TNOL Gathering akhir Maret lalu, DERIC memperlihatkan bahwa ular memang tidak takut sama sekali terhadap garam. Bahkan ular tersebut pun tidak menghindar ketika ditaburi garam.

Menurut Averroes Oktaliza, Wakil Ketua DERIC, adanya pemikiran yang berkembang di masyarakat, bahwa ular takut garam merupakan budaya dan pendidikan yang salah terhadap ular. Dan, uniknya kesalahan tersebut masih terjadi hingga kini di mana setiap orang selalu membawa garam untuk menakuti ular, baik ketika berpetualang di alam bebas atau di rumah.

"Ternyata ular tidak takut garam kan, garam itu hanya untuk lintah,” tegas Averroes.
Ave, biasa lelaki ini dipanggil menuturkan, justru ular sangat takut terhadap benda yang memiliki aroma yang sangat menyengat seperti bau bensin. Oleh karena itu, kalau mau aman saat camping (berkemah) terhadap serangan ular, maka siram saja sekeliling tenda dengan bensin. Namun, hal tersebut sebenarnya cukup mengundang bahaya karena bisa menyebabkan kebakaran.

Video di bawah ini membuktikan ular tidak takut garam.


SIOX-Lembaga Studi Ular Indonesia, melalui halaman Facebook miliknya memberikan tips mengatasi rumah tinggal kemasukan Ular tak di undang. Tips dapat dibaca disini

Dalam kehidupan di masyarakat garam dipercaya dan banyak dipraktikkan sebagai upaya untuk mencegah datangnya ular. Namun, belum ada bukti ilmiah tentang efektivitas penggunaan garam untuk mencegah datangnya ular ataupun mengusir ular, perlu dilakukan penelitian untuk membuktikannya.

"Garam tidak akan membuat ular menjadi takut, buktinya di laut pun ada ular," tegas spesialis ular Indonesia, Nathan Rusli kepada Sekoci. "Mungkin orang sering berpikir bahwa ular sama dengan cacing/lintah, padahal jauh berbeda. Ular memiliki tulang belakang dan penutup kulit luar yang berupa sisik."

"Untuk cacing/lintah, karena mereka tidak memiliki penutup kulit, maka sangat sensitif dan akan meleleh/mati bila terkena garam. Namun karena ular memiliki kulit dan sisik, garam tidak terlalu mempengaruhinya," tambah Nathan.

Yang perlu dipahami adalah ular memiliki sifat utama dalam menjalani hidup, mereka berburu, membunuh dan makan. Hal itu akan selalu diulangi dalam siklus sepanjang perjalanan hidupnya. Jika Anda mencoba mencegah proses siklus tersebut, Anda akan mempengaruhi kemampuan ular untuk beristirahat yang merupakan hal terpenting dari semua proses kehidupannya.

Alasan kenapa ular tertarik untuk masuk ke rumah Anda dan sekitarnya adalah karena ada sumber makanan berlimpah. Jika Anda ingin mencegah ular tidak bertandang ke rumah Anda, cara paling efektif adalah dengan menyingkirkan sumber makanan mereka. Tikus, katak, kadal dan binatang lainnya yang sejenis adalah makanan utama mereka.

Jika Anda mencoba mengamankan rumah Anda dari kehadiran ular dengan menggunakan garam, itu tidak akan berguna. Daripada garam dapur dibuang untuk mengusir ular yang belum terbukti kebenarannya dan telah dibantah oleh para ahli ular, lebih baik digunakan untuk yang lebih bermanfaat, seperti keperluan memasak di dapur.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon