09 June 2016

Heboh Broadcast Tukang Ojek Online dan Pelajar Tewas Dibegal



Dalam beberapa hari ini beredar dua Broadcast melalui media sosial dan aplikasi chat yang mengabarkan ada korban meninggal dengan luka tusuk di dada dan kepala.  Sekoci juga menerima pertanyaan dari anggota yang menanyakan keabsahan berita tersebut.

Broadcast pertama mengabarkan bahwa  ada korban bernama Rendy Bagus Setiawan, memakai jaket ojek online,  beralamat di Jalan Cenrawasih Blok A1-1 Bekasi Barat.  Telah meninggal dunia di Jalan Andalas dengan luka tusuk di dada dan kepala. Diduga korban ini habis di begal. Korban saat ini berada di RS. Awal Bros .


Broadcast kedua menyatakan bahwa ada  penusukan seorang pelajar bernama Panji Eko Herianto, memakai seragam sekolah tanpa atribut lokasi sekolah,  telah meninggal dunia di Jalan Mayor Oking dengan luka tusuk di dada dan kepala. Diduga korban ini habis di begal. Korban saat ini berada di Rumah Sakit Cikaret .




Polisi langsung menelusuri pe­san berantai tersebut sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat. Kapolsek Cibinong, Kompol Hida Tjahjono, memastikan bahwa isi BBM itu hoax.  Pihaknya sudah mengecek ke lokasi hingga rumah sakit.   Polisi kini sedang memburu orang pertama yang membuat pesan lalu menyebarkannya.

Hal senada diungkapkan Kepala Sub Bagian Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita­lena. Menurut Ita, pesan beran­tai itu bohong, sebab Polres Bogor telah mengecek ke se­jumlah polsek. “Sudah dicek namun tidak ada anak yang meninggal akibat luka tusuk di Jalan Mayor Oking,” kata Ita.

Menurut Ita, pesan tersebut disebar warga lantaran kha­watir pesan itu benar adanya. “Orang yang mengirimnya hanya ingin membantu saja, karena takut hal itu benar ter­jadi tapi kenyataannya tidak ada,” jelasnya.

Ita pun mengimbau masyarakat bisa lebih selektif agat tidak ada yang khawatir dan jangan main-main dengan pesan berantai yang isinya bohong.

Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto, juga  meminta masyarakat harus pintar-pintar menyikapi pemberitaan apa pun.
Masyarakat jangan mudah percaya karena dengan kemajuan tehnologi media sosial begitu cepat dan terbuka, tentunya banyak juga orang atau pihak yang mengambil kesempatan untuk melakukan hal-hal yang mengadu domba. Selain itu juga kerap media sosial digunakan untuk melakukan penipuan atau pembohongan dan potensi pidana lainnya.

“Untuk itu bersikap pintar untuk selalu check and recheck terhadap pemberitaan apapun terutama melalui medsos. Yang pasti info pelajar dan tukang ojek online dibunuh adalah bohong besar alias Hoax. Sudah kami cek ke rumah sakit,” kata AKBP Suyudi (9/6).

AKBP Suyudi juga menambahkan, jika mendapat berita yang belum jelas, segera konfirmasi kebenarannya ke kantor polisi terdekat.

Be smart people!

Salam Icokes, Indonesian Hoax Buster!


Sumber:



Emoticon Emoticon