11 June 2016

Fakta Sebenarnya Kisah Muhammad Ali Berlatih di Bawah Air


Pada masa-masa awal karirnya, Muhammad Ali meyakinkan media bahwa dia berlatih di dalam air secara reguler.

Terbitan majalah Life tanggal 8 September 1961 memuat esai foto/foto cerita tentang Cassius Clay, petinju muda berumur 19 tahun yang memiliki teknik latihan yang tidak lazim. Clay berlatih di dalam air. Clay memenangkan medali emas di Olimpiade tahun 1960. Sejak menjadi profesional, dia telah memenangkan 8 pertandingan pertamanya. Di luar ring tinju, dia juga terkenal sebagai karakter yang karismatik dan lantang berbicara.

Clay memenangkan kejuaran kelas berat dunia pada tahun 1964 dan kemudian mengubah namanya menjadi Muhammad Ali. Tetapi pada tahun 1961, Clay sibuk berlatih untuk pertandingannya yang kesembilan melawan Alex Miteff yang lebih berat 9 kilogram darinya. Meskipun begitu, Clay percaya diri bahwa latihannya di dalam air akan membantunya memenangkan pertandingan itu. Dijelaskan dalam teks pada foto esai tersebut:

“Saya tidak bermaksud membual,” kata Cassius Clay yangberumur 19 tahun, “tetapi saat ini saya disebut-sebut sebagai petinju kelas berat dengan gerakan tercepat. Saya mendapatkan kecepatan itu berkat latihan di dalam air.” Dengan mengambil prinsip latihan yang sama dari petinju Ty Cobb yang memberi pemberat pada sepatunya selama latihan sehingga kakinya akan terasa ringan saat musim kompetisi dimulai, Clay menuju kolam renang dan(seperti yang ditunjukkan foto-foto dalam air) melakukan shadowboxing di dalam air. “Cobalah meninju sekeras mungkin,” dia menjelaskan, “dan ketika Anda meninju dengan cara yang sama di luar air, kecepatan akan Anda dapatkan.”
Clay akhirnya mengalahkan Miteff di ronde keenam. Tampaknya latihan di dalam air itu ampuh, tetapi nyatanya tidak. Clay tidak berlatih di dalam air. Pada kenyataannya, dia berlatih di dalam air hanya sekali saja untuk pemotretan di majalah Life. Clay mengarang cerita tentang latihan di dalam air sebagai cara untuk mendapat publisitas.

Meskipun begitu, tak pernah ada yang mempertanyakan klaim Clay tentang latihannya itu.  Klaim tentang latihan dalam air tersebut diterima sebagai bagian dari riwayat Muhammad Ali. Sampai akhirnya pada tahun 1977, Flip Schulke, fotografer yang melakukan sesi pemotretan, mengungkapkan bahwa Ali hanya mebuat-buat cerita.



Kisah dan Latar Belakang Pemotretan Latihan Muhammad Ali di dalam Air

Tahun 1961, Sports Illustrated menugaskan Schulke untuk mengambil foto-foto Clay. Schulke kemudian pergi ke tempat Clay berlatih di Overtown, Florida. Ketika dia bertemu Clay, Schulke mencoba untuk membuat Clay kagum dengan cara menunjukkan contoh-contoh hasil karyanya.Misalnya, Schulke mengungkapkan bahwa dirinya memiliki spesialisasi pada pengambilan foto dalam air. Ketika itu, karya Schulke berupa foto-foto peselancar air yang dipotret dari bawah air baru saja dimuat di majalah Life.

Melihat foto-foto tersebut, Clay langsung memberitahu Schulke bahwa dia berlatih di dalam air dalam kolam renang karena, “seorang pelatih tua di Louisville memberitahu saya bahwa jika saya berlatih di dalam kolam, resistensi air berfungsi sama hal nya dengan pemberat.”

Clay memperagakan hal tersebut dengan cara melompat  ke dalam kolam renang di hotel tempat dia menginap saat itu (The Sir John Hotel) dan melakukan pukulan tinju di dalam air. Latihan dalam air terdengar cukup masuk akal bagi Schulke. Dia berpikir bahwa foto-foto latihan itu akan menjadi bahan yang menarik untuk ditampilkan sehingga dia menyampaikan idenya tersebut pada Sports Illustrated, Tetapi, editor majalah tersebut menanggapnya gila atas idenya untuk mengambil foto-foto seorang petinju di dalam kolam renang. 

Meskipun begitu, sang editor memberi izin pada Schulke untuk menyampaikan ide tersebut pada Life. Editor itu berkata, “Silakan temui dan ajukan idemu itu pada Life kalau kau mau. Silakan saja mereka mewujudkan idemu jika mereka cukup bodoh untuk menerimanya.”

Schulke kemudian menghubungi Life yang kemudian menyukai ide tersebut. Schulke lalu memulai pemotretan. Foto-foto yang diambilnya dimuat di Life dan menjadi foto-foto olahraga paling terkenal sepanjang masa.

Foto (bawah) yang  menunjukkan Clay sepenuhnya berada di dalam air dengan kepalan tinju terangkat adalah  salah satu foto Ali yang paling terkenal. Tetapi, foto tersebut tidak dimuat di Life karena para editornya merasa fpose Ali di oto tersebut terlalu dibuat-buat.

Schulke bertemu kembali dengan Ali tiga tahun kemudian, setelah petinju trsebut memenangkan kejuaran kelas berat dunia. Schulke mendeskripsikan pertemuannya ini di dalam bukunya Witness To Our Times (2003):



“Kami sedang melihat-lihat sebuah buku tempel (scrapbook), dan ketika dia mendapati foto-foto bawah air yang aku buat, dia mengedip padaku. Beberapa waktu setelah itu, aku mengetahui bahwa dia dan pelatihnya mengarang keseluruhan cerita itu. Dia bahkan tak tahu cara berenang... dia menipu semua orang – dan hasilnya adalah foto-foto yang fantastis.”


Referensi:
1. Ali underwater
2. Johnston, Paul (15 April 2015) "Kisah menarik dibalik terkenalnya foto Muhammad Ali underwater" Sothebys.com
3. Schudel, Matt (27 Juli 1997) "Tipuan foto bawah air membuat terkenal Muhammad Ali" New York Amsterdam News
4. Museum of Hoaxes


Emoticon Emoticon