02 June 2016

Benarkah Radiasi Ponsel Dapat Memicu Kanker Pada Manusia?

Ilustrasi

Rumor tentang radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker pada manusia telah lama menjadi perdebatan. Beberapa hasil penelitian menunjukan hasil yang beragam, lalu apakah benar radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker pada manusia?

Belum lama ini para ilmuwan dari National Toxicology Program (NTP) AS, telah mengumumkan hasil studi tentang efek radiasi elektromagnetik spektrum yang terdapat pada ponsel (frekuensi 900 MHz), penelitian tersebut menggunakan tikus sebagai percobaan.

Hasil studi NTP telah dipublikasikan di situs web Bio Rxiv, hasil publikasi dapat dibaca disini.

Para peneliti di NTP milik pemerintah AS melakukan penelitian sekitar 2 tahun untuk mengekspos 2.500 tikus jantan dan betina akan paparan radiasi ponsel. Studi tersebut menelan biaya sangat besar $ 25 juta, lalu apakah hasil penelitian tersebut dapat diterima keabsahannya?

Para ilumwan NTP mulai mengujji paparan radiasi elektromagnetik pada tikus betina dengan frekuensi dan konfigurasi menggunakan sistem ponsel GSM dan CDMA. Kemudian memilih dan memisahkan dengan berbagai tingkat radiasi (1,,5,3 atau 6 W/ kg sehari selama 9 jam) yang dipancarkan oleh dua protokol nirkabel yang digunakan oleh ponsel (GSM dan CDMA).

Dari hasil studi itu menghasilkan tikus jantan yang terkena radiasi dapat bertahan hidup lebih lama dibandingkan dengan tikus yang tidak terkena radiasi, namun secara statistik persentase glioma otak atau jantung nefrileimoma tikus betina yang terkena radiasi secara signifikan tidak menunjukan apa-apa. Sedangkan tikus pada kelompok kontrol tidak menunjukan apa-apa dari efek radiasi.

Dari hasil tersebut memang cukup mengecewakan, namun mari kita pelajari lebih lanjut tentang penelitian tersebut. Kami mencoba untuk memberikan 9 alasan mengapa hasil penelitian tersebut belum terbukti kebenarannya, dan Anda tidak perlu membuang ponsel ke tempat sampah terlebih dahulu.

1. Studi tersebut secara resmi belum dipublikasikan.

2. Studi itu tidak melalui proses peer-review (suatu proses pemeriksaan atau penelitian suatu karya oleh pakar lain di bidang tersebut)

3. Sementara penelitian tersebut mengklaim telah lulus pengujian, namun ilmuwan yang terlibat tidak independen karena merupakan sesama ilmuwan yang saling berhubungan dengan pekerjaannya.

4. Hanya sebagian hasil penelitian yang dipublikasikan di BioRxiv, secara keseluruhan hasilnya akan diumumkan tahun depan. Para ilmuwan independen telah menyatakan keprihatinan yang serius atas hasil penelitian tersebut. (Science, Scientific Amerika)

5. Ini bukan penelitian pertama dari lusinan studi selama puluhan tahun yang mendeteksi sesuatu, sehingga harus ada konfirmasi dari badan independen agar hasil studi dapat diakui secara ilmu pengetahuan bukan atas dasar kepentingan.

6. Teknologi GSM dan CDMA Tidak lagi digunakan di Eropa, sekarang ini sudah beralih menggunakan 3G (W-CDMA) dan 4G (LTE).

7. Secara statistik kemungkinan kanker akibat radiasi ponsel cukup kecil dan karenanya hasil dari penelitian itu terbilang masih diragukan kebenarannya. (Why Most Published Research Findings Are False)

8. Tidak dijelaskan mengapa tikus betina tidak terkena kanker dari efek radiasi dan mengapa tikus jantan yang terkena radiasi dapat bertahan hidup lebih lama.

9. Hasil pada tikus adalah satu-satunya yang dirilis, sedangkan tikus dan manusia jelas berbeda. Tidak ada bukti tentang kanker pada tikus sama dengan kanker pada manusia.

Dari beberapa alasan diatas menunjukan dalam studi tersebut sangat diragukan kebenarannya. Pertanyaan lainnya dari penelitian yang menelan biaya yang sangat besar itu apakah benar bertujuan untuk ilmu pengetahuan atau ada kepentingan dibelakangnya dengan asumsi uang yang digelontorkan pemerintah AS yang tidak sedikit?

KESIMPULAN

Terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang hubungan radiasi ponsel dengan kanker pada manusia. Terlebih penelitian tersebut menggunakan tikus sebagai percobaan. Sebelumnya sudah ada puluhan penelitian yang dilakukan dalam kurun waktu 50 tahun terakhir yang gagal untuk menemukan hasil laporan radiasi elektromagnetik non-ionisasi dalam mekanisme karsiogenesis.

Walaupun hasil penelitian itu dapat memberikan banyak bukti valid, namun kenyataannya semua penelitian tersebut dilakukan pada tikus. Jadi, sampai hasil yang sama direplikasikan pada manusia, semua rumor tentang radiasi ponsel dapat memicu kanker pada manusia "belum terbukti".

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!


Emoticon Emoticon