03 May 2016

[Mitos Vs Fakta] Jumlah Wanita Lebih Banyak Dibandingkan Pria


Pernahkah Anda mendengar sebuah mitos bahwa jumlah wanita di dunia jauh lebih banyak daripada pria. Apakah hal ini benar?

Menurut data terkini dari CIA World Factbook (dilihat pada Januari 2016), perbandingan populasi pria dan wanita saat ini adalah 101:100, yang artinya ada 101 pria setiap 100 wanita.

Data selengkapnya: CIA

Menurut data sensus internasional pada tahun 2010, jumlah total penduduk dunia 6.895.889.018 orang, dengan jumlah pria sebanyak 3.477.829.638 orang dan wanita 3.418.059.380 orang.

Data selengkapnya: Geohive

Di Indonesia sendiri, ternyata jumlah pria masih lebih banyak dibanding wanita. Menurut data sensus 2014, jumlah penduduk Indonesia sebesar 252,04 juta jiwa terdiri dari 125,38 juta perempuan dan 126,65 juta laki-laki.

Data selengkapnya: BPS

Rasio jenis kelamin tahun 2014 sebesar 101,01 artinya dari setiap 100 penduduk perempuan terdapat 101 penduduk laki-laki. Pada tahun 2012 s.d 2014, rasio jenis kelamin lebih besar dari 100. Hal ini menunjukkan bahwa penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan penduduk perempuan.

Rasio jenis kelamin menurut provinsi yang paling rendah terdapat di provinsi NTB yaitu 94,1 dan paling tinggi ada di provinsi Papua yaitu 112,2.

Data selengkapnya: BPS




Mengapa jumlah pria lebih banyak daripada wanita?

HARAPAN HIDUP PRIA DAN WANITA

Angka usia harapan hidup dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti paparan pada zat-zat berbahaya, sosio-ekonomi, perang, aborsi selektif gender, penuaan, dan pembunuhan selektif gender. Di beberapa negara yang mengalami perang, biasanya jumlah pria mengalami pengurangan, tetapi korban wanita pun tetap sama banyaknya, belum lagi anak-anak.

Beberapa faktor lain dilansir dari Web MD diantaranya secara biologis pria lebih berpotensi terkena penyakit jantung koroner (coronary artery disease) tiga kali lebih banyak terutama pada pria yang mengalami depresi klinis.

Angka bunuh diri pria lebih tinggi daripada wanita di semua kelompok umur karena pria lebih rentan mengalami depresi.

Bayi laki-laki pun lebih banyak mengalami kematian dibandingkan dengan bayi perempuan karena pria lebih rapuh dan lebih rentan dibanding wanita sejak lahir, menurut Marianne J. Legato, MD., penulis buku ‘Why Men Die First: How to Lengthen Your Lifespan’. Faktor-faktor ini menyebabkan angka harapan hidup pria menjadi lebih pendek.

Di sisi lain, berkaitan dengan beberapa kultur di sejumlah negara, seperti China dan India, banyak terjadi aborsi atau pembunuhan terhadap anak perempuan karena anak laki-laki dianggap lebih berharga. Tentunya faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi perbedaan rasio seks di negara-negara tersebut, di mana jumlah pria tentu akan jauh lebih banyak daripada wanita.

Berdasarkan laporan baru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Statistik Kesehatan Dunia 2014 dari hasil survei di 194 negara, data menunjukkan bahwa wanita dari seluruh dunia hidup lebih lama dibandingkan pria.

Menurut statistik, anak perempuan yang dilahirkan tahun 2012 bisa hidup hingga 73 tahun dan anak laki-laki hingga 68 tahun. Tapi tetap ada perbedaan mendasar antara warga kaya dan miskin. Warga negara dengan pendapatan tinggi terus memiliki kesempatan hidup lebih lama dibanding mereka yang hidup di negara dengan pendapatan rendah.

Anak laki-laki yang lahir tahun 2012 di negara dengan pendapatan tinggi bisa hidup hingga umur 76 tahun. Ini 16 tahun lebih lama dibandingkan anak laki-laki dari negara miskin. Untuk anak perempuan, perbedaannya lebih drastis lagi. Anak perempuan dari negara dengan pendapatan tinggi bisa hidup hingga 82 tahun dan mereka yang tinggal di negara miskin hanya hingga 63 tahun.

Sementara menurut CIA World Factbook, berdasarkan survey tahun 2015, usia harapan hidup pria adalah 66.7 tahun dan wanita 70.8 tahun.

Sumber:
Webmd
Economist
Wikipedia
CIA

PELUANG JENIS KELAMIN

Memperhatikan faktor bahwa pria lebih rentan terhadap kematian dibandingkan wanita, alam mempunyai cara tersendiri untuk selalu memastikan keberlangsungan spesies manusia. Dalam sebuah video yang diproduksi oleh Minute Earth di youtube, dijelaskan bahwa setiap 100 bayi perempuan yang lahir, ada 107 bayi laki-laki yang lahir. Tetapi laki-laki lebih berisiko mengalami kematian sejak dalam kandungan, mulai dari keguguran, sakit parah, perilaku agresif, hingga perang. Maka dari itu alam memproduksi lebih banyak pria untuk memastikan ada cukup jumlah pria ketika wanita sudah siap bereproduksi.

Fakta yang menarik dari penjelasan tersebut adalah penentuan jenis kelamin anak dipengaruhi juga oleh faktor ekonomi. Dalam kondisi yang tidak baik (kelaparan, bencana, kemiskinan), seorang ibu akan berpotensi lebih besar untuk melahirkan anak perempuan ketimbang anak laki-laki. Pada musibah kelaparan tahun 1960 di China contohnya, terjadi ledakan kelahiran bayi perempuan. Orangtua milyuner akan berpotensi lebih besar untuk mendapatkan keturunan laki-laki dibandingkan orangtua miskin. Alam memiliki mekanisme sendiri untuk mengatur agar manusia tetap dapat bereproduksi.

Tentu semua itu dapat dijelaskan karena wanita akan selalu siap bereproduksi, sementara pria harus bersaing untuk bereproduksi. Dan jika terlalu banyak pesaing, tidak akan terjadi reproduksi dan pewarisan gen mereka tidak berlanjut ke generasi selanjutnya, yang mana akan membahayakan jika terus berlangsung. Hal ini sangat penting untuk kelestarian spesies manusia.

Video selengkapnya: Youtube

Berdasarkan keterangan dari sebuah lembaga penelitian Perancis khusus dalam meneliti demografi dan populasi, The French Institute for Demographic Studies (INED). Jumlah pria dan wanita di dunia adalah tidak jauh berbeda, meskipun pria terus memimpin sedikit dengan 102 laki-laki untuk 100 perempuan (pada tahun 2010). Lebih tepatnya, dari 1.000 orang, 504 adalah laki-laki (50,4%) dan 496 perempuan (49,6%). Untuk setiap kelahiran, terdapat 100 anak perempuan dan 107 anak laki-laki, tetapi laki-laki memiliki risiko lebih tinggi untuk meninggal daripada perempuan, baik di masa kecil dan pada usia dewasa.

Jadi, pada usia tertentu, jumlah laki-laki dan perempuan bahkan sangat berbeda. Di Perancis hal tersebut terjadi pada usia 25 tahun (tahun 2010). Di luar usia ini, perempuan lebih banyak daripada laki-laki dan perbedaan angka antara kedua jenis kelamin meningkat seiring dengan perbedaan usia.

Pada tahun 2013. Sejumlah 49,59% dari populasi global adalah wanita. Jumlah persentase itu mungkin terlihat seimbang, tetapi jika dilihat dari angka berarti ada sekitar 60 juta jumlah pria lebih banyak dibandingkan dengan wanita.

FAKTOR LAINNYA

Data dari Bank Dunia yang ditulis di Quartz (situs berita bisnis) menemukan preferensi untuk anak laki-laki di India dan China yang mendorong sebuah tren untuk melakukan aborsi selektif, pembunuhan, maupun penelantaran terhadap bayi perempuan. China memiliki sekitar 50 juta lebih banyak pria dibandingkan wanita, dan India 43 juta. Kedua negara itu menyumbang 76% dari surplus pria di seluruh dunia.

Faktor migrasi pun turut menyumbang perubahan rasio seks di sejumlah negara. Negara-negara di jazirah Arab merupakan kelompok negara yang tidak seimbang rasio seksnya karena faktor migrasi. Qatar adalah contoh yang paling ekstrem, dengan jumlah wanita hanya 23,47% dari total populasi di negara itu. Penyebabnya adalah di Qatar --seperti negara-negara Timur tengah lainnya-- telah menarik banyak pekerja migran dari Asia Selatan. Sebagian besar merupakan pria yang bekerja di sektor industri, yang semakin berkembang setelah booming industri minyak di tahun 70-an. Sejumlah 85,7% dari populasi di Qatar adalah pendatang, itu sebabnya jumlah pria dewasa jauh melebihi wanita dewasa.

Selengkapnya:
Mirror
The Economist
National University of Singapore

KESIMPULAN

Populasi pria dan wanita mengalami banyak perubahan disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari biologis, sosio-ekonomi, migrasi, hingga perang. Banyak bayi laki-laki yang lahir, tetapi kemudian karena berbagai faktor, di usia tertentu pria akan menyamai jumlah wanita. Meskipun ada berbagai faktor yang dapat mengurangi populasi pria, alam telah memiliki mekanisme tersendiri untuk menjaga agar manusia tetap dapat bereproduksi. Dapat disimpulkan bahwa hingga saat ini, sesuai data-data yang telah kami kumpulkan, ternyata populasi pria secara global masih lebih banyak dibandingkan wanita!



Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!

2 komentar

Nyesek nih jadi pemuda Jomblo.
Jangan2 ane yang kagak kebagian :'v

Wah, semoga kebagian nih ane


Emoticon Emoticon