17 May 2016

Konon Lampu Hemat Energi Pancarkan Radiasi Berbahaya

Ilustrasi diadopsi dari karya Armin Kübelbeck di bawah lisensi CC BY-SA 3.0 Unported
Konon kabarnya diberitakan bahwa lampu hemat energi memancarkan radiasi yang lebih tinggi daripada bola lampu pijar biasa. Bahkan, radiasi yang dipancarkan berbahaya bagi kulit.


STATUS

CAMPURAN

BENAR: Penggunaan beberapa jenis lampu hemat energi menghasilkan paparan beberapa bentuk radiasi yang lebih tinggi daripada lampu pijar dalam kondisi tertentu.

SALAH: Penggunaan seluruh lampu hemat energi harus dihindari karena memancarkan radiasi pada tingkat yang berbahaya.

CONTOH 1:

Dikutip dari detik.com

Lampu Hemat Energi Pancarkan Radiasi Berbahaya bagi Kulit
Putro Agus Harnowo - detikHealth
Minggu, 22/07/2012 09:56 WIB

Jakarta, Penggunaan bohlam lampu pijar konvensional saat ini sudah banyak digantikan oleh lampu hemat energi. Selain menghabiskan daya listrik yang lebih rendah, lampu ini juga lebih terang memancarkan cahaya. Namun, para peneliti menemukan bahwa lampu hemat energi memancarkan radiasi Ultraviolet (UV) yang berbahaya.

Dalam istilah industri dan kelistrikan, lampu hemat energi disebut juga compact fluorescent light bulbs (CFL). Sekelompok ilmuwan dari Stony Brook’s Advanced Energy Research and Technology Center (AERTC) dan New York State Stem Cell Science (NYSTEM) telah membuktikan bahwa CFL memancarkan sinar ultraviolet (UV) yang dapat membahayakan sel-sel kulit manusia.

Pertama-tama, para peneliti membeli CFL dari toko yang berbeda di 2 distrik yang berbeda. Sinar UV yang dipancarkan oleh kedua lampu kemudian diukur dan dibandingkan. Sinar tampak menembus celah-celah kecil di lapisan fosfor putih pada bagian dalam kaca bohlam CFL. Partikel-partikel fosfor bersinar sebagai akibat dari reaksi elektrokimia dalam bohlam.

Para ilmuwan kemudian mencatat bahwa celah fosfor tersebut ditemukan pada semua CFL yang diteliti. Mereka juga menemukan adanya UV yang dipancarkan dari lampu dalam tingkat yang signifikan. Sebuah jaringan sel kulit manusia kemudian dipaparkan pada CFL dan lampu pijar konvensonal dengan kecerahan yang sama.

Selain itu, ditambahkan pula nanopartikel titanium dioksida (TiO2) pada beberapa sel kulit. Bahan kimia ini umum digunakan dalam lotion tabir surya untuk menyerap sinar UV.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa respon sel kulit sehat terhadap UV yang dipancarkan dari lampu CFL sama seperti kerusakan akibat radiasi sinar ultraviolet. Kerusakan sel kulit semakin meningkat ketika dosis rendah nanopartikel TiO2 diberikan ke sel-sel kulit sebelum terkena UV," kata peneliti, Miriam Rafailovich seperti dilansir Examiner.com, Minggu (22/7/2012).

Para peneliti juga menemukan bahwa cahaya lampu pijar konvensional dengan intensitas yang sama tidak akan merusak sel-sel kulit yang sehat, baik dengan atau tanpa adanya TiO2. Lampu pijar tersebut tidak memancarkan radiasi UV dalam jumlah yang signifikan.

Sebelumnya, sebuah penelitian yang dilakukan Komisi Eropa bernama Scientific Committee on Emerging and Newly Identified Health Risks (SCENIHR) di tahun 2008 telah menemukan bahwa CFL memancarkan radiasi UV. Temuan Eropa ini merekomendasikan bahwa paparan untuk jangka waktu yang lama pada jarak pendek, yaitu kurang dari 20 cm, sebaiknya ditetapkan sebagai batas aman untuk melindungi kulit dan kerusakan retina.

Laporan SCENHIR menyimpulkan bahwa memasang selubung kaca ekstra di sekitar lampu CFL dampak menghilangkan risiko paparan sinar UV. Pendapat ini juga disetujui oleh para ilmuwan dari AERTC.

"Meskipun sangat menghemat energi, konsumen harus berhati-hati saat menggunakan CFL. Penelitian kami menunjukkan bahwa pencegahan terbaik adalah menghindari penggunaannya pada jarak dekat dan lebih aman lagi bila dipasangi kaca penutup tambahan," pungkas Rafailovich.

(pah/ir)


CONTOH 2:

Diambil dari Facebook, Maret 2015






ANALISIS

Pada tanggal 23 Maret 2015, sebuah video yang konon menunjukkan detektor radiasi mengadakan sebuah "serangan lunak" terhadap CFL (lampu neon kompak alias lampu hemat energi) telah diposting ke Facebook dari sumber yang tidak jelas, disertai klaim bahwa CFL berbahaya karena mereka memancarkan radiasi pada tingkat yang membahayakan sehat:

Jika Anda menggunakan jenis lampu ini, saya akan menunjukkan alasan mengapa Anda seharusnya tidak menggunakannya. Di sini saya memiliki detektor radiasi elektromagnetik. Kita berada di titik nol sekarang. Ketika saya mendekat ke bola lampu ini, Anda akan melihat mengapa Anda tidak harus menggunakannya.

(Detektor radiasi mulai berbunyi)

Itu adalah jumlah radiasi yang dipancarkan oleh benda ini. Saya menyarankan Anda untuk kembali ke lampu pijar kuno. Benda ini tidak sehat bagi Anda.


Klaim tentang radiasi elektromagnetik dan medan elektromagnetik (electromagnetic field, EMF) — yang dihasilkan oleh segala sesuatu mulai dari radio hingga bola lampu sampai ponsel — yang berefek negatif terhadap kesehatan telah beredar selama beberapa dekade, dan tidak ada bukti ilmiah yang dapat membuktikan klaim tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyimpulkan dalam survei literatur ilmiah yang tersedia sesuai topik ini bahwa "bukti saat ini tidak mengkonfirmasi adanya dampak kesehatan akibat paparan medan elektromagnetik tingkat rendah" seperti yang dihasilkan oleh lampu hemat energi:

Dalam bidang efek biologis dan aplikasi medis radiasi non-pengion, terdapat sekitar 25.000 artikel yang telah diterbitkan dalam kurun 30 tahun terakhir. Meskipun menurut beberapa pihak seharusnya lebih banyak penelitian yang perlu dilakukan, pengetahuan ilmiah dalam bidang ini sekarang lebih ekstensif daripada penelitian bahan kimia. Berdasarkan kajian mendalam literatur ilmiah baru-baru ini, WHO menyimpulkan bahwa bukti saat ini tidak dapat mengkonfirmasi keberadaan konsekuensi kesehatan akibat paparan medan elektromagnetik tingkat rendah.

Beberapa anggota masyarakat telah dikaitkan dengan gejala paparan medan elektromagnetik tingkat rendah di rumah. Gejala yang dilaporkan termasuk sakit kepala, kecemasan, bunuh diri dan depresi, mual, kelelahan dan hilangnya libido. Untuk saat ini, bukti ilmiah tidak mendukung hubungan antara gejala-gejala tersebut dengan paparan medan elektromagnetik. Setidaknya beberapa masalah kesehatan ini dapat disebabkan oleh kebisingan atau faktor-faktor lain di lingkungan, atau oleh kecemasan terkait dengan kehadiran teknologi baru.


Selain itu, Science-Based Medicine yang mengumpulkan klaim CFL yang beredar mencatat bahwa meskipun lampu-lampu tersebut dapat mengemisikan EMF lebih banyak daripada jenis lampu lain, fakta menunjukkan bahwa tidak ada bahaya kesehatan yang ditimbulkan. Selain itu, tingkat EMF yang menurun drastis dengan bertambahnya jarak hanya beberapa inci (seperti yang ditunjukkan dalam video) sangat menyesatkan:

Bagaimanapun, klaim kesehatan utama yang dituduhkan terhadap CFL, adalah bahwa CFL memproduksi "listrik kotor" yang diduga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Sekarang ada video yang beredar di Facebook dengan klaim seperti itu. Ketakutan terhadap listrik kotor melampaui CFL — bola lampu baru hanya target terkini.

Secara khusus, bagaimana dengan CFL? CFL memang mengemisikan EMF lebih banyak daripada lampu pijar atau lampu halogen pada frekuensi tertentu, tetapi tidak ada bukti bahwa tingkat EMF yang dihasilkan berdampak pada kesehatan. Selanjutnya, satu hal yang benar-benar jelas — EMF menurun tajam dengan bertambahnya jarak. Bahkan setelah beberapa kaki EMF yang dihasilkan oleh bola lampu sangat kecil sehingga dapat diabaikan. Intensitas EMF pada jarak beberapa inci (seperti yang ditunjukkan dalam video Facebook) tidak relevan.


Bagaimana bentuk lain dari radiasi yang dipancarkan oleh CFL, seperti ultraviolet (UV)? Sebuah studi yang dilakukan pemerintah Kanada pada tahun 2009 menemukan bahwa bola lampu CFL memang menghasilkan paparan radiasi UV lebih banyak ketika digunakan dalam jarak satu kaki dari subjek. The United Kingdom Health Protection Agency juga menyimpulkan hal yang sama, dan FDA merekomendasikan bahwa bola lampu CFL bersungkup tunggal tidak boleh digunakan pada jarak kurang dari satu kaki selama lebih dari satu jam per hari:

Kecuali Anda adalah salah satu dari beberapa orang yang memiliki kondisi medis (misalnya Lupus) yang membuat Anda sangat sensitif terhadap UV atau bahkan cahaya tampak, Anda dapat menggunakan lampu ini pada jarak yang sama seperti yang Anda menggunakan lampu pijar tradisional. Namun, penelitian terbaru dari United Kingdom Health Protection Agency telah menemukan bahwa ada UV dengan tingkat terukur dari CFL sungkup tunggal bila digunakan pada jarak kurang dari 1 kaki. Sebagai tindakan pencegahan, disarankan bahwa CFL jenis ini tidak digunakan pada jarak kurang dari 1 kaki, selama lebih dari satu jam per hari.


Bagaimanapun, ini bukan berarti bahwa cahaya lampu CFL tidak aman untuk penggunaan komersial. Bahkan, semua organisasi tersebut menyimpulkan bahwa bola lampu CFL hanya aman seperti bola lampu pijar bila digunakan pada jarak yang lebih dari satu kaki:

Seperti yang ditunjukkan oleh hasil tes, CFL tidak menimbulkan bahaya kesehatan bagi masyarakat umum baik dari radiasi ultraviolet maupun listrik dan medan magnet. UVR pada 30 cm, CFL sungkup tunggal memiliki paparan UVR harian maksimum sama dengan hasil tes untuk lampu pijar 60W. Oleh karena itu, dianjurkan bahwa CFL sungkup tunggal tidak digunakan pada jarak kurang dari 30 cm untuk menghindari efek kesehatan jangka panjang pada masyarakat.

Berdasarkan analisis data radiasi spektral untuk CFL pada jarak 30 cm, (dan dengan ekstensi jarak yang lebih besar), lampu ini tidak menimbulkan risiko cedera akut pada mata atau kulit yang signifikan, dibandingkan dengan lampu pijar tradisional.


Hal yang juga harus dicatat bahwa jumlah radiasi UV yang dipancarkan dari lampu CFL dapat dikurangi dengan menggunakan lampu sungkup ganda (ditutup dengan lapisan kaca kedua). Bahkan, bola lampu CFL sungkup ganda diketahui memancarkan radiasi yang lebih sedikit (bahkan pada jarak sedekat 3cm) daripada lampu pijar:

Kaca yang digunakan dalam CFL sudah memberikan efek penyaringan UV. Selain itu, setiap kaca tambahan, atau plastik, atau kain yang digunakan dalam perlengkapan pencahayaan antara Anda dan CFL akan mengurangi sinar UV lebih lanjut karena bahan-bahan ini bertindak sebagai filter UV sebagai tambahan. Menambah jarak antara Anda dan sumber radiasi, termasuk CFL, juga akan mengurangi tingkat paparan.

Namun, jika Anda masih ingin mengambil langkah-langkah tambahan maka Anda mungkin ingin membeli jenis CFL yang memiliki kaca tambahan atau penutup plastik yang menutup CFL sehingga membuatnya tampak lebih mirip lampu pijar tradisional. Sungkup ini memberikan ekstra pengurangan paparan UV.


Jadi, kesimpulannya: meskipun benar bahwa CFL dapat memancarkan lebih banyak radiasi daripada bola lampu jenis pada jarak dekat, CFL dianggap aman seperti bola lampu pijar untuk penggunaan umum.


REFERENSI


Tidak ke mana-mana, tapi ada di mana-mana


Emoticon Emoticon