16 May 2016

Cerita Hakim Mencium Tangan Terdakwa?


Seorang hakim di Jordania mencium tangan terdakwa menghebohkan jagat internet. Hakim itu mengejutkan semua orang di ruang sidang, ia meninggalkan tempat duduknya lalu turun untuk mencium tangan terdakwa.

Berikut artikel berita dari tribunnews.com.

Hakim itu mengejutkan semua orang di ruang sidang. Ia meninggalkan tempat duduknya lalu turun untuk mencium tangan terdakwa.

Terdakwa yang seorang guru SD itu juga terkejut dengan tindakan hakim. Namun sebelum berlarut-larut keterkejutan itu, sang hakim mengatakan, “Inilah hukuman yang kuberikan kepadamu, Guru.”

Rupanya, terdakwa itu adalah gurunya sewaktu SD dan hingga kini ia masih mengajar SD.

Ia menjadi terdakwa setelah dilaporkan oleh salah seorang wali murid, gara-gara ia memukul salah seorang siswanya. Ia tak lagi mengenali muridnya itu, namun sang hakim tahu persis bahwa pria tua yang duduk di kursi pesakitan itu adalah gurunya.

Hakim yang dulu menjadi murid dari guru tersebut mengerti benar, pukulan dari guru itu bukanlah kekerasan. Pukulan itu tidak menyebabkan sakit dan tidak melukai. Hanya sebuah pukulan ringan untuk membuat murid-murid mengerti akhlak dan menjadi lebih disiplin. Pukulan seperti itulah yang mengantarnya menjadi hakim seperti sekarang.


HOAX

ANALSIS

Kisah tentang seorang hakim mencium tangan terdakwa tidak jelas sumbernya, bahkan nama dari hakim dan terdakwa tidak diketahui, sumber berita hanya tertulis berasal dari surat kabar Malaysia.

Kisah itu sangat inpiratif dan penuh hikmah, namun kebenaran dari cerita itu tetap harus dipertanyakan. PortalPiyungan merilis berita tersebut pada 15 Mei 2016, dalam artikel menyebutkan kejadiannya seminggu yang lalu.
Peristiwa yang terjadi di Jordania pada pekan lalu dan dimuat di salah satu surat kabar Malaysia ini sesungguhnya merupakan pelajaran berharga bagi kita semua sebagai orangtua. Meskipun kita tidak tahu persis kejadiannya secara detail, tetapi ada hikmah yang bisa kita petik bersama.

Sedangkan Emirates247 merilis artikel yang sama pada 24 February 2016, lalu bagaimana mungkin artikel itu sudah terlebih dahulu ada sebelum kejadiannya terjadi?

Dalam artikelnya, Emirates247 menulis sumber berita berasal dari surat kabar Yordania, namun lagi-lagi data waktu kejadian dan nama-nama tidak jelas.

A judge in Jordan stunned the audience when he left his seat, headed straight to the defendant, bowed down and kissed his hand.

The teacher himself was shocked by the act before the judge himself revealed to him that he was his teacher when the judge was a pupil in the primary school.

The teacher was referred to court on charges filed by a Jordanian father that he hit his son in class last week.

“When the judge recognised the defendant, he headed towards, kissed his hand and said to him: This is my sentence on you, my teacher',” a court source said, according to Jordanian newspapers.


Cerita tentang seorang hakim di Jordania mencium tangan terdakwa tidak jelas kebenarannya. Bahkan gambar yang digunakan tidak ada korelasinya dengan klaim cerita.

Gambar itu sudah ada dari tahun 2014. Berdasarkan deskripsi gambar menerangkan: Seorang pria tua mencoba mencium tangan Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutogla, namun Davutogla tidak mengijinkan dan malah mencoba mencium tangan pria tua tersebut. Akhirnya mereka memilih untuk saling berpelukan sebagai tanda penghormatan. Kejadian itu terjadi ketika Ahmet Davutogla mengunjungi Tunceli Alevi pada 25 November 2014.
Sumber gambar: CNN TurkiHurhaberTrturkhaber

Kesimpulan: Cerita tentang seorang hakim di Jordania mencium tangan terdakwa yang tidak lain pernah menjadi gurunya saat SD tidak ada bukti valid sebagai pendukung kebenarannya. Cerita itu hanya sebuah cerita fiktif yang mengandung pesan moral yang sangat inspiratif. Gambar yang digunakan tidak ada korelasinya dengan klaim cerita, dan cerita itu tidak jelas kebenarannya.

Salam Icokes. Sekoci Hoaxes!


Emoticon Emoticon