02 April 2016

Teknologi Pernapasan Masa Depan Untuk Menyelam



Saat ini ada sebuah produk yang sedang trend ditawarkan di Indiegogo, dipromosikan sebagai 'insang buatan' yang disebut Triton.

Promosi tersebut menyebutkan bahwa, "Triton A state-of-the-art oksigen respirator, yang memungkinkan Anda untuk bernapas di bawah air dengan memanfaatkan teknologi insang buatan kami, berenang di antara ikan tropis, mengagumi karang yang eksotis dan mengalami keindahan kehidupan laut yang tenang tanpa harus naik ke permukaan air untuk mengambil udara "

Perangkat ini diklaim mengekstrak oksigen yang cukup bagi manusia untuk nyaman bernapas di bawah air, dengan mengekstrak oksigen terlarut dari air dengan menggunakan mikroporous berongga Fiber. Ini adalah teknologi perintis yang membuat molekul air keluar, dan memungkinkan oksigen tetap berada di dalam, didukung oleh modifikasi lithium-ion battery yang dapat menggerakan kompresor mikro. Produk ini dinyatakan dapat bekerja dengan baik di dalam air laut.




Status
Palsu

Analisis

Produk ini mengklaim mampu membuat manusia bernapas di bawah air hingga 45 menit pada kedalaman maksimum 15 kaki dengan memanfaatkan 'insang buatan'. Teknologi ini ditawarkan di website Indiegogo, sepertinya alat ini terlalu sederhana untuk sebuah teknologi pernapasan. Perangkat tersebut tidak dapat bekerja seperti klaim yang disebutkan.

Perhatikan bahwa perangkat khusus tersebut diklaim memungkinkan seseorang untuk bernapas dengan nyaman, TIDAK tampak bahwa ia melakukan tindakan lainnya untuk mengambil O2 yang
diperlukan dan menghilangkan CO2 dari dalam tubuh.

Manusia dewasa memiliki volume tidal paru (volume udara yang Anda hirup masuk dan keluar setiap napas) sekitar 500ml. Penyelam dewasa dalam keadaan rileks akan bernapas 15 liter gas.

Manusia dewasa memiliki paru-paru dengan volume tidal (volume udara yang anda hirup masuk dan keluar disetiap tarikannya) sekitar 500ml. Penyelam dewasa dalam keadaan rileks akan bernapas total setidaknya sekitar 15 liter gas di setiap menitnya ketika berada di permukaan air. Hal ini meningkat ketika mengerahkan tenaga. Jika volume tidal dibatasi, manusia menjadi tidak dapat secara efektif mendapatkan pasokan CO2 (Karbon dioksida) yang dihasilkan oleh aktivitas metabolik dari paru-paru dan akan menjadi hiperkapnia, yang dengan cepat dapat menyebabkan bahaya dan kematian.


Air laut mengandung setidaknya 6ml gas oksigen terlarut dan 12ml gas nitrogen terlarut per liter, pada 15 derajat C (60 derajat F). Kandungan akan berkurang jika airnya hangat.

Jadi perangkat harus memproses paling tidak 27 liter (7 galon) air laut untuk mengekstrak zat terlarut untuk memungkinkan orang dewasa mengambil napas. Untuk melakukan proses ini diperkirakan membutuhkan dua puluh selang standar atau satu selang perangkat pemadam kebakaran.

Hal ini menimbulkan keraguan bahwa perangkat tersebut dapat mengekstrak oksigen dan nitrogen (dan tidak ada zat terlarut lainnya seperti karbon dioksida, klorin atau polutan di air) untuk memungkinkan seseorang bernapas. Jika itu benar-benar hanya untuk mengekstrak oksigen seperti yang dinyatakan pada halaman web, maka perhitungan di atas harus tiga kali lipat.



Bukti video palsu: Meskipun penyelam tampaknya menghasilkan gelembung udara secara teratur, volume gelembung tersebut sangat kecil dibandingkan dengan napas penuh. Dia mengalami kesulitan tetap terendam pada awal video dan mengapung stabil menjelang akhir. Penjelasan untuk ini adalah bahwa ia mengambil napas penuh sebelum dimulainya video dan mengeluarkan napas secara perlahan dan teratur tetapi tidak bernapas dari perangkat.

Manusia tidak dapat mendeteksi kapan mereka akan mengalami hipoxia (kekurangan oksigen). Itulah mengapa penerbangan menyarankan Anda untuk menempatkan masker oksigen Anda sendiri sebelum membantu orang lain. Jika seorang penyelam menggunakan perangkat ini pindah ke air dengan kadar oksigen sangat rendah, mereka tidak dapat mendeteksinya sehingga mereka jatuh pingsan karna hipoksia (yang bukan hal yang baik jika ini terjadi di bawah air).

Klaim Triton yang mampu membantu manusia menyelam selama 45 menit hingga kedalam maksimal 15 kaki, bertentangan dengan fakta ilmiah yang telah dijelaskan diatas.

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!

Referensi :

Nigelhewitt 

1 komentar so far

This comment has been removed by a blog administrator.


Emoticon Emoticon