22 April 2016

Rumor Seputar Baby Carrots

Baby Carrots 2 Carrots .
Baby carrot, dengan beragam bentuk dan ukuran,
oleh Nanao Wagatsuma [CC BY 2.0]
via Wikimedia Commons
Wortel, oleh The Photographer [CC0 1.0]
via Wikimedia Commons


Pernah beredar klaim bahwa baby carrot (baby wortel/wortel koktail/wortel kecil) dibuat dari wortel besar cacat, yang direndam dalam klorin.

Status:

CAMPURAN HOAX & FAKTA

Contoh

Wortel koktail nan "imut" yang Anda beli di toko kelontong berasal dari wortel besar yang cacat bengkok. Wortel-wortel tersebut dimasukkan ke dalam mesin untuk diubah menjadi wortel koktail kecil-kecil. Semua orang sudah tahu tentang hal ini.

Setelah dipotong sesuai ukurannya, wortel potong tersebut direndam dalam tong besar berisi air yang dicampur dengan klorin untuk mengawetkan. Klorin yang digunakan adalah klorin yang sama untuk digunakan pada kolam renang dan binatu. Alasan perlakuan ini adalah karena mereka tidak memiliki kulit pelindung sehingga memerlukan klorin dengan dosis tertentu untuk menjaganya.

Perhatikan bahwa setelah Anda menyimpannya di lemari es untuk beberapa saat, suatu lapisan putih terbentuk pada permukaannya... itu adalah klorin yang muncul ke permukaan.

Berapa biaya yang sudah kita keluarkan untuk mempertaruhkan kesehatan kita demi memiliki SAYURAN yang cantik secara estetika? Kawan... Saya pikir setelah membaca ini kita semua akan mulai membuat baby wortel sendiri dari wortel segar dan menyimpannya dalam lemari es, betul?

Sumber: email beredar

...
Baby carrot atau baby cuts sering kita jumpai di supermarket. Wortel dengan bentuk mungil ini kedua ujungnya bulat dan dikemas dalam kantung plastik. Sayuran mini yang biasa disajikan sebagai pelengkap beefsteak ini ternyata mengandung klorin.

Seperti yang dilansir www.foxnews.com (8/01/2014), baby carrots ternyata tidak sesegar tampilannya. Pencarian di Googlepun menampilkan informasi kalau baby carrots dicurigai direndam dalam larutan klorin.
...

Sumber: detikFood

...
Baby carrots have become a lunch box staple. Parents love them for their convenience and because they’re seen as a healthy food choice. Kids love them because they’re sweet and fun to eat.

But what’s the real deal behind baby carrots?

After all, they’re not like regular carrots. They’re perfectly shaped with rounded edges; they don’t have the same thick core; and, even peeled, they’re bright orange. And a quick Google search of baby carrots turns up some frightening information on how they’re made and whether they’re really “soaked in chlorine.” What’s up with that?
...

Sumber: FoxNews

Asal-usul

Pada bulan Maret 2008, mulai beredar email di atas yang memperingatkan konsumen bahwa apa yang disebut dengan "baby carrot" atau "baby wortel" sebetulnya adalah wortel biasa yang cacat (bengkok) yang telah dipangkas dan direndam dalam klorin. Merupakan suatu kenyataan bahwa beberapa produk pangan yang berlabel baby carrot dibuat dengan memotong akar yang lebih besar, dan bahwa bahan-bahan ini dapat diberi perlakuan menggunakan klorin selama pengolahan. Namun, TIDAK BENAR bahwa ada sesuatu yang salah dengan bahan bakunya (wortel besarnya), atau produk akhirnya sampai di tangan konsumen dalam kodisi masih direndam klorin.

Sebagian besar versi "baby-cut tidak lagi dibuat dari wortel biasa yang tidak sempurna, meskipun motivasi penemuan produk ini pada awalnya adalah untuk memanfaatkan wortel-wortel berukuran normal yang tidak layak sehingga harus dibuang:

Sebelum pertengahan 1980-an, wortel yang rusak dan cacat dibuang, sehingga beberapa petani hanya dapat menjual 30 persen dari hasil panen mereka ke toko-toko. Lelah membuang makanan yang sangat baik, petani wortel dari California Mike Yurosek mengambil wortel-wortel tersebut dan, dengan menggunakan alat pengupas kentang, membentuk kembali menjadi potongan-potongan kecil yang lebih cocok untuk kudapan. Yurosek membeli pemotong kacang hijau untuk membuat wortel berukuran 2-inch dengan cepat seperti yang terlihat saat ini — dan melejitlah popularitasnya.



Wortel yang sekarang digunakan untuk membuat "baby-cut carrot" adalah wortel yang dibiakkan khusus dengan kadar gula lebih banyak daripada "sepupunya" yang berukuran standar, karena rasa manis ekstra ini lebih memikat anak-anak. Begitu pula warna jingganya yang mencolok juga telah ditanam di dalamnya, agar penyebaran warna menjadi lebih merata:

Sebagian besar baby carrot yang dijual di supermarket di AS adalah benar-benar wortel yang disebut oleh industri sebagai "baby cut" — terbuat dari wortel yang lebih panjang yang dikupas dan dipotong kecil-kecil. Wortel-wortel ini dibiakkan secara khusus sehingga memiliki diameter yang lebih kecil, tanpa bonggol, dan lebih manis daripada wortel biasa.

Bob Borda, juru bicara Grimmway Farms, perkebunan wortel terbesar di dunia (menangani 10 juta pound (4.536 ton) per hari), mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, perusahaan telah mengembangkan hibrida yang memadukan kualitas-kualitas terbaik dari lebih 250 varietas komersial yang diketahui.

"Secara alami, Anda menanam wortel untuk memperoleh rasa paling manis dan renyah", tegasnya.

Sebagai perlakuan antimikroba untuk meminimalkan atau mengurangi kontaminasi produk akhir, wortel koktail dapat diberi perlakuan dengan klorin. Wortel-wortel yang diberi perlakuan klorin dibilas dengan air keran dalam jumlah besar untuk menghilangkan kelebihan klorin sebelum dikemas:

Dalam rangka menciptakan sayuran yang lebih tipis, baby carrots ditanam lebih berdekatan daripada wortel tradisional. Dalam waktu 120 hari sejak penanaman, wortel dipanen dan diangkut ke rumah pengolahan untuk dipotong dan dikupas. Tapi sebelum pengemasan, semua wortel digosok dengan alat tajam disertai dengan mandi klorin.

Tunggu, apa? Anda mengatakan klorin? seperti bahan kimia yang Anda masukkan ke dalam kolam renang Anda?

Grimmway Farms menggunakan larutan klorin pada semua wortelnya — baik organik maupun non-organik — untuk mencegah keracunan makanan, sebelum akhirnya dicuci menggunakan air. Grimmway mengatakan pembilasan menggunakan klorin baik dalam batasan yang ditetapkan oleh EPA dan setara dengan kadar yang ditemukan dalam air keran.

Ashley Bade, ahli gizi dan pendiri Honest Mom Nutrition, mengatakan bahwa mandi klorin adalah praktek standar dalam banyak bahan pangan pre-cut. "Larutan klorin-air merupakan langkah yang diperlukan dalam proses pengolahan untuk membatasi risiko penyakit yang dibawa makanan seperti E.coli", katanya.

Menurut Canadian Food Inspection Agency, penggunaan klorin sebagai perlakuan antimikroba adalah praktek yang dapat diterima saat ini untuk pemrosesan seluruh sayuran potong segar yang siap makan (lihat Section 4.4).

Sedangkan untuk "lapisan putih" yang diklaim dalam email peringatan sebagai "munculnya klorin ke permukaan", sejatinya adalah busik yang disebabkan oleh dehidrasi permukaan yang terpotong — Jika Anda cabut wortel dari kebun Anda sendiri, iris menjadi dua dan masukkan ke dalam lemari pendingin, maka wortel tersebut akan mengalami pembusikan yang sama pada bagian yang dipotong ketika wortel mengering. Wortel koktail lebih rentan mengalami pembusikan karena SELURUH area permukaannya adalah permukaan bekas potongan. Untuk menjaga wortel koktail dari pengeringan, simpan pada lingkungan bersuhu rendah dan berkelembaban tinggi.

"Baby-cuts" adalah bagian dari kebangkitan popularitas wortel di AS. Antara tahun 1970 dan 1986, warga Amerika memakan 6 pon (2,72 kg) wortel per orang per tahun. Namun, konsumsi Amerika wortel mulai melejit pada tahun 1987, dan pada tahun 2002 telah mencapai 11 pon (5 kg) per orang. Produk baby wortel sekarang berada di antara barang-barang paling populer di lorong supermarket, telah melampaui kentang dan seledri, menurut laporan USDA 2007.

Untuk membuat "baby-cut," wortel manis yang besar potong menggunakan mesin menjadi beberapa bagian dengan panjang 2-inci, kemudian dikelupas (digores) untuk mencapai ukuran yang diinginkan, ujung-ujungnya dibulatkan menggunakan proses yang sama:
  1. Di ladang, dua unit pemanen wortel menggunakan garpu logam panjang untuk membuka tanah, sementara sabuk karet menggenggap pucuk hijau dan menariknya. Wortel naik melalui sabuk ke puncak picker, tempat pemotong otomatis memangkas daun hijaunya.
  2. Mereka diangkut dengan truk ke pabrik pengolahan, tempat mereka dimasukkan ke dalam air es untuk menurunkan suhunya menjadi 37 derajat untuk menghambat pembusukan.
  3. Mereka disortir berdasarkan ketebalannya. Wortel tipis diteruskan menuju lini pengolahan; yang lain akan digunakan sebagai wortel utuh, jus, atau pakan ternak. Seorang inspektur mencari batu, puing-puing atau wortel-wortel cacat bentuk yang lolos.
  4. Wortel dibentuk menjadi potongan 2-inci dengan pemotong otomatis. Sebuah penyortir optik membuang setiap bagian yang memiliki hijau di atasnya.
  5. Potongan-potongan dipompa melalui pipa ke tangki pengupas. Pengupas berputar, menggores kulit wortel. Ada dua tahapan: pengulitan awal yang kasar dan kemudian "pemolesan" akhir.
  6. Wortel ditimbang dan dikantongi oleh timbangan dan pengemas otomatis, kemudian diletakkan dalam lemari pendingin sampai siap dikirimkan.
Secara umum, konsumen dapat menentukan apakah wortel kecil adalah benar-benar baby wortel atau tidak dengan melihat label yang tercantum pada kemasan. Label yang menyebutkan "baby carrot" terdapat pada paket wortel sangat muda yang dipanen saat sayuran masih cukup mungil. Label yang menyatakan "baby-cut carrot" terdapat pada paket wortel mungil yang dibuat dengan cara memotong dan memoles sayuran yang lebih besar.

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!

Sumber:
  1. Carrot and Shtick on Snopes, 2015-06-24
  2. Baby Carrots Ternyata Dibilas Larutan Klorin yang Berbahaya on detikFood, 2014-01-10
  3. Baby Carrots on carrotmuseum.co.uk
  4. Nutrisi Baby Vegetables on Parenting Indonesia
  5. The truth behind baby carrots on Fox News, 2014-01-07
  6. Digging the baby carrot on USA Today, 2004-08-11


Tidak ke mana-mana, tapi ada di mana-mana


Emoticon Emoticon