13 April 2016

Rumor Pria Korut Diwajibkan Mengikuti Gaya Rambut Kim Jong Un


Kim Jong Un

Sejumlah situs gempar memberitakan para pria di Korea Utara diwajibkan untuk memotong rambutnya dengan gaya yang sama seperti pemimpin mereka, Kim Jong Un. Apakah hal ini benar?

Sebuah situs berita bernama Radio Free Asia yang pertama kali memberitakan hal tersebut, diikuti dengan sejumlah situs berita besar lainnya, termasuk the Korea Times dan BBC. Dalam Radio Free Asia dituliskan bahwa potongan rambut yang disebut "Dear Leader Haircut" atau "chinese smuggler" ini diwajibkan bagi para mahasiswa di Korea Utara.


Mari kita cermati. 

ISI BERITA

(telah diterjemahkan)
Kampus-kampus di Korea Utara telah mewajibkan mahasiswa (pria) untuk memiliki potongan rambut yang sama dengan pemimpin muda negara mereka Kim Jong Un sementara para mahasiswi disarankan untuk tetap menjaga potongan rambut mereka sependek ibu negara mereka Ri Sol Ju, menurut beberapa sumber dari dinasti tertutup itu. 

Perintah ini, dikeluarkan awal Maret, telah menimbulkan kemarahan diantara beberapa mahasiswa karena tidak menginginkan perubahan gaya rambut mereka menjadi seperti potongan Kim dengan sisi yang tercukur dan belahan panjang di atas kepala, yang mana satu dekade lalu dianggap sebagai gaya yang digunakan oleh para penyelundup, sumber-sumber tersebut mengatakan. 

Instruksi bagi mahasiswa untuk memiliki potongan rambut yang sama seperti pemimpin mereka tidak berdasarkan arahan dari Kim sendiri tetapi dari rekomendasi partai yang berkuasa di sana, Partai Pekerja, menurut salah seorang warga Korea Utara dari provinsi Hamgyong Utara dekat dengan perbatasan Cina. 

Tetap saja, semua kampus di penjuru negara tersebut menyikapinya sebagai arahan dan "banyak mahasiswa tidak puas dengan itu", sumber tersebut mengatakan kepada Petugas Korea dari RFA, yang meminta namanya tidak dicantumkan. 

Wajah bulat khas Kim dengan gaya rambut setengah tebal setengah habis itu "sangat unik tetapi tidak terlihat bagus pada beberapa bentuk wajah," sumber tersebut mengatakan. "Bagaimanapun, otoritas kampus memberitahukan para mahasiswa bahwa ini adalah anjuran partai dan haruslah diikuti." 

"Di masa lampau, otoritas tidak membuat gaya rambut tertentu menjadi kewajiban," salah seorang warga Korea Utara berkata. "Ini pertama kalinya. Jadi kritik menentang perintah tersebut memang tidak terhindarkan." 

Salah satu sumber mengatakan dia mengetahui seorang mahasiswa, tetangganya, yang telah secara tidak senang memotong rambutnya dengan gaya Kim.[i] 

Hoax atau Fakta: Hoax 

ANALISIS 

Setelah ditelusuri, kabar mengenai kewajiban memotong rambut bagi mahasiswa di Korea Utara ini tidak dapat dibuktikan. Sejumlah klaim beredar dari artikel yang dirilis Radio Free Asia tersebut bahwa para pria wajib memotong rambutnya mirip seperti pemimpin mereka, Kim Jong Un. Pada saat klaim tersebut bermunculan, artikel tersebut belum diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. 

Sejumlah pengamat dan pekerja yang sempat singgah di Korea Utara pada saat informasi tersebut muncul memberikan konfirmasi bahwa tidak terjadi perubahan tren potongan rambut di Korea Utara.

"Saya cukup yakin bahwa hal ini sangatlah bodoh, semua orang tetap pada potongan rambut yang sama (seperti biasa) minggu lalu," tutur Andray Abrahamian, Direktur Eksekutif dari Choson Exchange, sebuah NGO yang berbasis di Singapura.

"Kami ada di negara tersebut minggu lalu dan tidak melihat ada orang yang berpotongan rambut seperti itu (Kim)," tambah Gareth Johnson, General Manager dari Young Pioneer Tours. 

Joshua Keating dari situs Slate menunjukkan bahwa, sementara kisah potongan rambut terbaru ini dipastikan hoax, berita tersebut muncul bukan tanpa sebab. Kembali ke 2005, Korea Utara meluncurkan sebuah kampanye media yang menyatakan bahwa rambut panjang "mengonsumsi nutrisi dalam jumlah banyak" dan harus dijaga agar tetap pendek. 

Tahun 2013, sebuah laporan lainnya muncul dari negara komunis tersebut dengan klaim bahwa pria dan wanita dibatasi dengan 28 potongan rambut yang diterima oleh negara. Sumbernya? Sebuah situs dari Taiwan. Sejumlah situs berita besar seperti Time pun ikut memberitakannya [ii]. 

Jika memang benar, kemungkinan penyebab meningkatnya para pria mencukur sisi kepalanya dengan gaya Dear Leader bisa saja merupakan sebuah tanda secara sadar, bukan keharusan, akan rasa hormat. 

"Jangan keliru antara sebuah ketetapan dengan sebuah tren," Adam Cathcart, seorang profesor sejarah Cina di University of Leeds dan editor sebuah situs yang berfokus pada relasi Cina dan Korea Utara mengatakan pada Washington Post. 

"Potongan rambut agaknya bersifat sesuai generasi. Sepengetahuan saya, tidak ada 'ketetapan' mengenai memotong rambut secara signifikan lebih pendek di atas telinga yang sebelumnya pernah menjadi kewajiban, tetapi semakin banyak pria dari kalangan non militer melakukannya, dan setelah eksekusi (paman Kim Jang Sun Taek-taek) muncul lebih banyak potongan rambut tersebut di media, dalam taraf apapun," tutur Cathcart. "Tetapi tidak seorangpun memiliki 'potongan' tersebut kecuali Kim Jong Un sendiri, yang mana potongannya semakin tinggi dan tinggi dan bisa dikatakan sebagai sebuah (gaya) mohawk saat ini." 

"Ini adalah sebuah aspek kritis yang bertahan lama dari politik Korea Utara, yang dipaksakan oleh orang-orang di setiap cara untuk menunjukkan loyalitas mereka, seringkali berujung pada hal-hal absurd (seperti merendahkan suara ketika mereka menyebut pemimpin mereka). Akal sehat akan memberitahu siapapun yang mencoba menjadi paling loyal kepada pemimpin selanjutnya akan mengarah kepada keanehan, tetapi sepertinya hal ini tidak terlintas di benak para rakyat Korea Utara." Demikian tutur Bruce Cumings, seorang ahli sejarah Korea dari University of Chicago [iii]. 

Saat pertama kali dirilis pada 2014 silam, artikel dari Radio Free Asia tersebut belum memiliki terjemahan dalam bahasa Inggris. Banyak yang kemudian membuat klaim bahwa potongan rambut tersebut berlaku untuk seluruh pria di Korea Utara dan bagi yang tidak melakukannya akan terkena hukuman. Setelah versi terjemahannya dirilis, baru kemudian diketahui isu "Dear Leader Haircut" ini hanyalah sebuah anjuran untuk para mahasiswa dari Partai Pekerja yang berkuasa di Korea Utara. Ini yang kemudian menjadi salah satu konfirmasi atas beredarnya rumor tersebut. 

Kesalahan akibat potongan rambut tidak berarti para mahasiswa akan mendapatkan hukuman. 

Sumber:
[i] Radio Free Asia, North Korean College Students Ordered to Adopt Leader Kim's Haircut, 26 .Maret 2014, Dilihat pada 8 April 2016.
[ii] J.T. Quigley, The Diplomat, That Viral ‘Kim Jong-Un Haircut’ Story Is Another Hoax, 27 Maret 2014, Dilihat pada 8 April 2016 
[iii] Adam Taylor, Washington Post, Are the men of North Korea really being forced to get Kim Jong Un haircuts?, 26 Maret 2014. Dilihat pada 8 April 2016. 
[iv] Hamish Macdonald, NK News, Why men’s Kim Jong Un hairstyle requirement is unlikely true, 26 Maret 2014. Dilihat pada 9 April 2016.


Emoticon Emoticon