14 April 2016

Rumor Minions Terinspirasi Dari Anak Yahudi

minion 0

Telah lama beredar rumor tentang sebuah karakter lucu berwarna kuning yang dikenal "Minions". Rumor tersebut menyebutkan bahwa Minions terinspirasi dari anak-anak Yahudi korban eksperimen gas beracun Nazi.


Minions adalah anak-anak Yahudi yang di adopsi oleh para ilmuwan Nazi yang kelak akan digunakan untuk kebutuhan eksperimen. Mereka menghabiskan sebagian besar hidup mereka dalam penderitaan karena mereka tidak bisa berbicara dalam bahasa Jerman. Sehingga kata-kata mereka terdengar lucu untuk Jerman.

Sumber klaim: Duniaku, Masakbar

Status

Hoax

ANALISIS

Apakah karakter Minions terinspirasi dari anak-anak Yahudi? Tidak, orang-orang dalam foto itu sebenarnya para penyelam selama latihan penyelamatan pada awal abad ke-20.

Gambar tersebut milik Royal Navy Submarine Museum di Inggris. Alat itu digunakan sebagai penyelamat bila para awak terperangkap didalam kapal selam, alat itu dirancang oleh Kapten SS Hall dan Fleet Surgeon O. Rees, yang di produksi oleh Siebe Gorman.

ORIGINE DES MINIONS-
Courtesy of Royal Navy Submarine Museum

Kapal selam pada mulanya memiliki kemungkinan untuk tenggelam, dan sejumlah kecelakaan sebelum Perang Dunia pertama membuat Angkatan Laut mencari kemungkinan untuk membangun sebuah sarana meloloskan diri yang dapat digunakan awak yang terjebak. Salah satunya, didesain oleh Kapten S.S. Hall dan Dokter Bedah Armada O. Rees, dan diproduksi oleh Siebe Gorman, yang kemudian langsung masuk ke dalam proses produksi.

Sarana ini memanfaatkan sebuah kaleng kecil berisi 'Oxylithe', sebuah zat kimia spesial yang jika dihirup akan memberikan oksigen dan menyerap karbon dioksida. Pada 1903 hingga 1907 Professor Swiss Georges Jaubert, menemukan Oxylithe, yang merupakan perwujudan sodium peroxide (Na2O2) atau sodium dioxide (NaO2). Selagi zat tersebut menyerap karbon dioksida, zat itu juga menyebarkan oksigen.

Sarana penyelamat tersebut terdiri dari sebuah helm keras dan sebuah tunik lengan panjang bersabuk. Dalam tunik tersebut terdapat sebuah kaleng kecil berisi sodium peroksida yang memberikan oksigen ketika menyerap karbon dioksida. Penggunaan sodium peroksida merupakan pilihan yang menarik karena zat tersebut berpotensi terbakar ketika basah. Alat ini sangatlah berisi dan muncul keraguan mengenai kemampuan pemakainya untuk keluar dari pintu atas kapal selam ketika memakainya. Meski dengan desain yang dapat diterapkan, alat keselamatan Hall-Rees ini akhirnya ditinggalkan - satu alat untuk setiap awak mengonsumsi banyak ruang dalam sebuah kapal selam yang sempit.

Sydney Stuart Hall dan Oswald Rees dari HMS Mercury mematenkan penemuan mereka pada 1908 dengan US 896447.

Professor Georges Francois Jaubert merupakan seorang ahli kimia berkebangsaan Swiss yang menemukan Oxylithe dan memiliki sejumlah paten di bawah namanya. Paten terkait Oxylithe adalah untuk contoh GB 1907 paten 17242

Courtesy Royal Navy Submarine Museum

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!


Emoticon Emoticon