01 April 2016

Paru-paru Perokok Tidak Akan Menghitam dan Fakta Negatif Akibat Merokok


Sebuah rumor telah lama beredar mengenai "Paru-paru perokok berwarna hitam" . Banyak pihak yang mempercayai hal tersebut sebagai dampak dari terlalu banyak merokok yang menyebabkan paru-paru berubah menjadi besar dan menghitam. Bahkan media online DailyMail menampilkan sebuah video dalam artikelnya tentang paru-paru yang menghitam akibat merokok.

Berikut ini penjelasan dari para ahli mengenai paru-paru perokok:

Dr. Duane Carr - Professor ahli bedah dari Universitas Tennessee College of Medicine: "Merokok tidak menyebabkan perubahan warna pada paru-paru."  Link

Dr. Victor Buhler, ahli Pathologi dari Rumah Sakit St. Joseph Hospital di Kansas City: "Saya telah memeriksa ribuan paru-paru baik secara tindakan medis bedah maupun melihat melalui microscop. Saya tidak bisa membedakan apakah pemilik dari paru-paru yang pernah saya periksa pernah merokok atau tidak." Link

Dr. Sheldon Sommers, ahli Pathologi dan Direktur Laborarium di Rumah Sakit Lenox Hill New York: "Tidaklah mungkin baik secara tindakan medis bedah, microscop, atau melalui cara lain yg saya ketahui untuk membedakan yang mana paru-paru perokok dengan yang tidak merokok." Link

Rich White dari Smokescreens.org melaporkan hal serupa:

Hal ini dikonfirmasi oleh Dr. Jan Zeldenrust, ahli Pathology dari Belanda untuk Pemerintahan Belanda pada tahun 1951-1984, di sebuah wawancara televisi di tahun 1980 di menyatakan bahwa "saya tidak pernah bisa membedakan apakah paru-paru tersebut milik perokok atau tidak. Saya bisa melihat dengan jelas antara paru-paru yg sakit dan sehat. satu-satunya paru-paru berwarna hitam yang pernah saya lihat adalah milik bekas pekerja di lahan gambut dan pekerja tambang, tidak pernah dari perokok."

Meskipun demikian, gambar paru-paru hitam telah terpampang pada kemasan beberapa produk rokok, dan penyakit paru-paru hitam atau disebut pneumoconiosis adalah penyakit nyata yang pada umumnya sering menyerang para penambang batubara.


Jadi darimana ide mengenai paru-paru hitam milik perokok berasal? Sebagian dari jawabannya bisa ditemukan pada risalah di Medicinenet.


Risalah photo ini berfokus pada paru-paru milik perokok.  Istilah "paru-paru perokok" mengacu kepada struktural dan tidak berfungsi dengan baiknya paru-paru akibat merokok yang disebabkan oleh penyakit Emphysema (paru-paru kronis, bengkak pada paru-paru akibat udara masuk kedalam pembuluh darah), Emphysema mengakibatkan terganggunya suplai darah.

Jadi dapat disimpulkan Emphysema-lah yang mengakibatkan penampilan yang mengerikan pada paru-paru milik perokok.

Paru-paru babi telah lama digunakan di dunia medis untuk display atau contoh model untuk mendemonstrasikan dampak-dampak yang ditimbulkan akibat terlalu banyak merokok. Contoh salah satu iklan yang menggunakan paru-paru babi.


Paru-paru babi yang digunakan telah bernoda dan kemudian diawetkan dengan BioFlex tidak berbau, proses yang mempertahankan tekstur dan elastisitas paru-paru seperti masih segar. Paru-paru secara dramatis dan mengerikan menunjukkan efek dari merokok berkepanjangan. Sebuah simulasi yang dirasakan dari tumor internal dan simulasi fisik tumor eksternal mendorong siswa untuk merasakan tekstur paru-paru, dan juga sebagai pengingat bahwa merokok merupakan penyebab kanker paru.

Jadi, yang pertama mereka menggunakan paru-paru babi, dan kedua paru-paru itu telah diawetkan dan bernoda hingga terlihat realistis. Simulasi  tumor internal dan eksternal juga telah ditambahkan, dan semua untuk menunjukkan efek dari merokok berkepanjangan, itu semua menjadi sangat meyakinkan.

Tidaklah heran mengapa sejak lama para murid di sekolah formal atau pun sekolah non formal diberitahu akan hal ini dan akhirnya percaya bahwa paru-paru tersebut bekas milik manusia yang selama hidupnya merokok.

Delaware News Journal menyebutkan bahwa kebohongan tersebut sengaja dibuat untuk tujuan baik.
Pankiw mendeskripsikan bahwa gambar-gambar anti merokoknya dikampanyekan sebagai paru-paru dari seorang pria yang telah merokok selama 15 tahun lamanya sebetulnya adalah paru-paru dari seekor babi. Disengaja dengan tidak memberitahukan kebenaran sesungguhnya sebagai tujuan untuk edukasi agar tidak merokok.

Ada lebih dari 5.000 komponen bahan kimia yang ditemukan dalam asap rokok dan ratusan di antaranya berbahaya bagi kesehatan manusia.

Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam rokok :

1). 1,3-Butadiene
Merupakan bahan kimia yang digunakan untuk produksi karet dan dapat menyebabkan kanker darah.

2). Arsenik
Salah satu bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker paru-paru, kulit, hati, dan kantung kemih.

3). Benzene
Salah satu komponen dalam minyak bumi, dan merupakan salah satu bahan petrokimia yang paling dasar serta pelarut yang penting dalam dunia industri. Dapat menyebabkan kanker terutama Leukimia.

4). Kadmium
Logam yang digunakan untuk membuat baterai dan dapat menyebabkan kanker paru-paru, ginjal dan kanker Prostat.

5). Kromium
Banyak digunakan sebagai pelapis pada ornamen-ornamen bangunan, komponen kendaraan, seperti knalpot pada sepeda motor, maupun sebagai pelapis perhiasan seperti pada emas putih. Bahan kimia ini dapat menyebabkan kanker paru-paru, kanker hidung, dan sinus.

6). Formaldehyde
Dalam industri, formaldehyde kebanyakan dipakai dalam produksi polimer dan rupa-rupa bahan kimia. Jika digabungkan dengan fenol, urea, atau melamina, formaldehida menghasilkan resin termoset yang keras. Akibat buruknya adalah Leukimia dan kanker pada saluran pernafasan.

7). Polonium-210
Merupakan elemen rasioaktif yang telah terbukti memenyebabkan kanker pada hewan.

8). Nikotin
Merupakan racun saraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis insektisida yang dapat menimbulkan efek kecanduan dan juga menghambat kemampuan tubuh untuk melawan sel-sel kanker.

9). Tar
Tar merupakan bentukan dari senyawa kimia berbahaya yang ada pada asap rokok. Dimana zat ini akan mengendap di dalam paru paru dan mengganggu fungsi rambut rambut kecil yang melapisi permukaan paru-paru.

Dalam sebuah diskusi tentang efektivitas dari gambar tersebut menyatakan, para peneliti pemasaran dari University of Arkansas, University Villanova dan Marquette University telah mensurvei lebih dari 500 orang perokok aktif di AS dan Kanada, mereka menemukan bahwa gambar yang sangat menakutkan dari efek negatif akibat rokok memiliki dampak cukup besar pada niat perokok untuk berhenti merokok. Gambar yang paling mencolok, seperti yang menunjukan penyakit mulut yang parah, termasuk jaringan paru yang rusak , menghitam dan kanker. Gambar yang cukup menyeramkan itu mampu membangkitkan rasa takut tentang efek dari merokok dan dengan demikian dapat mempengaruhi niat konsumen untuk berhenti merokok.

"Hasil ini menunjukkan bahwa nampaknya ada sedikit downside dari niat untuk berhenti efek dari menggunakan gambar-gambar sangat grafis dari akibat buruk kesehatan karena merokok," kata Scot Burton, co-penulis studi dan profesor pemasaran di Sam M. Walton college of Business.

Kesimpulannya bahwa gambar paru-paru perokok yang menghitam tidaklah benar. Paru-paru menghitam biasanya dialami para pekerja tambang batubara. Namun, walaupun paru-paru perokok tidak akan menghitam, gambar itu dapat memberikan efek positif bagi para perokok aktif agar berhenti dari aktifitas kebiasaan merokok yang sangat merugikan bagi kesehatan.


Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!

Referensi: Frank Davis


Emoticon Emoticon