06 April 2016

Necrotizing Fasciitis (Bakteri Pemakan Daging)

Pria kaukasian berusia 43 tahun penderita necrotizing fasciitis. Foto diambil sebelum dilakukan opearsi. Eritrema dan nekrosis ekstensif pada kaki kiri, oleh Piotr Smuszkiewicz, Iwona Trojanowska dan Hanna Tomczak, lisensi CC BY 2.0

Pengertian necrotizing fasciitis

Necrotizing fasciitis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini dapat menghancurkan kulit, lemak, dan jaringan yang melingkupi otot dalam waktu yang sangat singkat.

Penyakit ini kadang-kadang disebut bakteri pemakan daging. Ketika ini terjadi karena faktor genetik disebut sebagai Fournier gangrene.

Necrotizing fasciitis sangat jarang terjadi tetapi ketika terjadi menjadi sangat serius. Sekitar 1 orang yang meninggal dari 4 orang yang terinfeksi. Banyak orang yang mengidap necrotizing fasciitis berada dalam kondisi sehat wal afiat sebelum terkena infeksi ini.

Resiko terkena infeksi ini meningkat jika:
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Memiliki masalah kesehatan kronis seperti diabetes, kanker, atau gagal liver atau ginjal.
  • Memiliki luka di kulit, termasuk luka bekas operasi.
  • Baru/sedang terkena cacar air atau infeksi virus lainnya yang menyebabkan lecet-lecet.
  • Penggunaan obat steroid, yang dapat melemahkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

Penyebab necrotizing fasciitis

Necrotizing fasciitis disebabkan oleh beberapa jenis bakteri. Beberapa dari bakteri ini juga menyebabkan infeksi seperti radang tenggorokan dan impetigo. Biasanya infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini bersifat lunak. Tetapi dalam beberapa kasus yang langka, mereka dapat menyebabkan infeksi yang lebih berbahaya.

Penularan necrotizing fasciitis dapat terjadi ketika bakteri masuk melalui luka, seperti dari gigitan serangga, luka bakar, atau luka sayat. Penularan dapat juga melalui:
  • Luka yang terkena air laut, ikan air laut mentah, atau tiram mentah, termasuk luka akibat menangani hewan laut seperti kepiting.
  • Bekas operasi usus, atau pada usus yang luka akibat tumor atau luka tembak.
  • Ketegangan otot atau memar, meskipun tidak ada luka di kulit.
Bakteri penyebab necrotizing fasciitis dapat ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung, seperti menyentuh luka orang yang terinfeksi. Tetapi hal ini jarang terjadi kecuali orang yang terpapar bakteri ini memiliki luka terbuka, cacar air, atau kerusakan sistem kekebalan tubuh.

Gejala necrotizing fasciitis

Dimulainya necrotizing fasciitis
oleh Joe Doetsch lisensi
CC BY-SA 4.0
Gejala infeksi seringkali dimulai mendadak setelah muncul luka. Perlu dilakukan tindakan medis segera jika nyeri yang membaik setelah 24 hingga 36 jam tetapi kemudian mendadak memburuk. Nyeri yang dirasakan dapat jauh lebih buruk daripada yang diperkirakan dari ukuran luka. Penderita dapat juga mengalami:
  • Kulit memerah, bengkak, dan panas jika disentuh.
  • Demam dan menggigil.
  • Mual dan muntah.
  • Diare.
Infeksi dapat menyebar dengan cepat. Kecepatannya dapat menjadi ancaman bagi kehidupan. Penderita dapat mengalami shock dan kehancuran pada kulit, lemak, dan jaringan yang menyelubungi otot. (Kerusakan ini disebut gangrene). Necrotizing fasciitis dapat mengakibatkan kegagalan organ dan kematian.

Diagnosis necrotizing fasciitis

Dokter akan melakukan diagnosis infeksi berdasarkan seberapa mendadak gejala dimulai dan seberapa cepat infeksi menyebar. Jaringan yang terinfeksi diuji untuk mengetahui adanya bakteri. Diagnosis lanjutan mungkin memerlukan sinar-X, CT scan, atau MRI untuk mencari kemungkinan adanya luka pada organ atau untuk menentukan seberapa cepat penyebaran infeksi.

Penanganan

Penanganan awal necrotizing fasciitis adalah tahap kritis. Semakin cepat penanganan dimulai, semakin besar kemungkinan untuk pulih dari infeksi dan menghindari komplikasi yang serius, seperti amputasi anggota tubuh atau kematian. Perawatan terbaik adalah dalam intensive care unit (ICU) rumah sakit.

Perawatan yang dilakukan antara lain:
  • Pembedahan untuk mengangkat jaringan dan cairan yang mengalami infeksi untuk menghentikan penyebaran infeksi. Sebagian besar orang memerlukan bebearpa pembedahan untuk mengendalikan infeksi. Pengangkatan (amputasi) anggota tubuh atau organ tubuh dapat dilakukan untuk menyelamatkan pasien, tergantung pada tingkat keparahan infeksi dan lokasi penyebarannya.
  • Pengobatan (antibiotika). Ini untuk membunuh bakteri penyebab infeksi.
  • Prosedur pengobatan komplikasi seperti shock, masalah pernapasan, dan kegagalan organ.
  • Terapi oksigen hiperbarik.

Apa yang harus dilakukan jika berdekatan dengan seorang penderita?

Necrotizing fasciitis sangat langka. Bakteri penyebab penyakit ini biasanya tidak menyebabkan infeksi kecuali masuk ke dalam tubuh melalui luka sayat atau luka terbuka lainnya.

Jika kita telah bersentuhan dengan seseorang yang mengidap necrotizing fasciitis, dokter dapat memberikan antibiotik untuk membantu mengurangi kemungkinan infeksi. Jika terdapat gejala infeksi (seperti nyeri, bengkak, merah-merah, atau demam) setelah bersentuhan dengan seseorang pengidap necrotizing fasciitis, segera hubungi dokter.

Untuk membantu mencegah segala bentuk infeksi, sering-seringlah mencuci tangan, dan jaga agar luka sayat, luka gigitan, luka bakar, dan luka terbuka lainnya tetap bersih.

Disadur/diterjemahkan dari
Update terakhir: 4 Juni 2014
Informasi ini tidak bertujuan untuk menggantikan nasehat dokter. WebMD tidak bertanggung jawab atas keputusan yang Anda buat berdasarkan informasi ini. 
©2005-2016 WebMD, LLC.  WebMD, dan logo WebMD adalah merek dagang dari WebMD, LLC

Pranala lain:

Tidak ke mana-mana, tapi ada di mana-mana


Emoticon Emoticon