26 November 2016

Misinformasi Seputar Meme "Rambut" Materi Gelap

Ilustrasi yang menunjukkan Bumi dikelilingi oleh filamen teoritis materi gelap yang disebut "rambut."
(Kredit: NASA/JPL-Caltech)

Beredar meme di facebook yang menerjemahkan secara keliru filamen materi gelap menjadi Dark hair material. Mari kita simak bersama apakah yang dimaksud dengan artikel aslinya yang menyebutnya sebagai Hairy dark matters.

Beredar meme di facebook yang menerjemahkan secara keliru filamen materi gelap menjadi Dark hair material. Meme tersebut pertama kali diunggah melalui akun facebook ensiklopediabebas.com:
"Dark Hair Material" ini memiliki "batang rambut" serta "ujung rambut". Batang rambutnya sendiri berada di dekat bumi, sedangkan ujung rambutnya berada di tempat yang sangat jauh dari bumi. Bumi pun terlihat seperti bola berbulu di ruang angkasa. NASA menjelaskan bahwa, "Dark Hair Material adalah material yang tidak bisa dilihat dengan mata, mereka tercipta dari 27% material luar angkasa. Sedangkan benda-benda yang kita lihat di sekitar kita itu hanyalah 5% dari material luar angkasa". Gazy Prezeau meneliti "aliran" partikel Dark Material ini setelah melewati bumi akan berubah menjadi fiber yang sangat tipis, sehingga dia terlihat seperti dihasilkan dari bumi.

#Unknown

Asal-usul


Artikel ini pertama kali muncul tanggal 23 November 2015 pada situs NASA yang berjudul Earth Might Have Hairy Dark Matter[1], yang kemudian dirilis oleh Foxnews dalam peberitaannya berjudul NASA: Earth may have 'hairy' dark matter[2] pada tanggal 24 November 2015.

Dalam artikelnya, NASA menyebutkan bahwa:
A new study publishing this week in the Astrophysical Journal by Gary Prézeau of NASA's Jet Propulsion Laboratory, Pasadena, California, proposes the existence of long filaments of dark matter, or "hairs."

Dark matter is an invisible, mysterious substance that makes up about 27 percent of all matter and energy in the universe. The regular matter, which makes up everything we can see around us, is only 5 percent of the universe. The rest is dark energy, a strange phenomenon associated with the acceleration of our expanding universe.

Neither dark matter nor dark energy has ever been directly detected, although many experiments are trying to unlock the mysteries of dark matter, whether from deep underground or in space.
Sebuah penelitian yang baru dipublikasikan minggu ini dalam Astrophysical Journal oleh Gary Prézeau, ilmuwan dari Laboratorium Propulsi Jet NASA, Pasadena, California, mengusulkan keberadaan filamen-filamen panjang materi gelap, atau "rambut."

Materi gelap adalah zat misterius tak kasat mata yang menyusun sekitar 27 persen seluruh materi dan energi alam semesta. Materi biasa, penyusun segala sesuatu yang dapat kita lihat di sekeliling kita, hanyalah 5 persen dari jagat raya. Sisanya, adalah energi gelap, suatu fenomena asing yang diasosiasikan dengan percepatan ekspansi alam semesta.

Baik materi gelap maupun energi gelap belum pernah terdeteksi secara langsung, meskipun banyak percobaan yang dilakukan untuk memecahkan misteri materi gelap, baik jauh di dalam bumi maupun di luar angkasa.

Bagaimana dengan aliran partikel materi gelap yang dapat sekonyong-konyong berubah menjadi fiber? Berikut penjelasan dari NASA:
...
But what happens when one of these streams approaches a planet such as Earth? Prézeau used computer simulations to find out.

His analysis finds that when a dark matter stream goes through a planet, the stream particles focus into an ultra-dense filament, or "hair," of dark matter. In fact, there should be many such hairs sprouting from Earth.

A stream of ordinary matter would not go through Earth and out the other side. But from the point of view of dark matter, Earth is no obstacle. According to Prézeau's simulations, Earth's gravity would focus and bend the stream of dark matter particles into a narrow, dense hair.

Hairs emerging from planets have both "roots," the densest concentration of dark matter particles in the hair, and "tips," where the hair ends. When particles of a dark matter stream pass through Earth’s core, they focus at the "root" of a hair, where the density of the particles is about a billion times more than average. The root of such a hair should be around 600,000 miles (1 million kilometers) away from the surface, or twice as far as the moon. The stream particles that graze Earth's surface will form the tip of the hair.
...
...
Tetapi apa yang terjadi ketika salah satu dari aliran ini mendekati sebuah planet seperti Bumi? Prézeau menggunakan simulasi komputer untuk memecahkannya.

Analisisnya menemukan bahwa ketika aliran materi gelap menembus suatu planet, aliran partikel terfokus pada sebuah filamen, atau "rambut", materi gelap yang ultra padat. Bahkan, sejatinya akan banyak rambut-rambut semacam ini yang memancar dari Bumi.

Aliran materi biasa tidak akan menembus Bumi dan muncul di sisi lainnya. Namun bagi materi gelap, Bumi bukanlah penghalang. Menurut simulasi Prézeau, gravitasi Bumi akan fokus dan membengkokkan aliran partikel materi gelap menjadi rambut padat yang sempit.

Rambut-rambut yang memancar dari planet memiliki "akar rambut", bagian rambut dengan konsentrasi partikel materi gelap paling padat, dan "ujung rambut", yaitu posisi berakhirnya rambut. Ketika partikel materi gelap mengalir menembus inti Bumi, partikel-partikel tersebut akan fokus pada "akar" rambut, yang kerapatan partikelnya sekitar satu milyar kali dari rata-rata. "Akar rambut" berjarak sekitar 600.000 mil (1 juta kilometer) dari permukaan Bumi, atau sekitar dua kali jarak Bumi–Bulan. Aliran partikel yang mencapai permukaan bumi akan membentuk ujung rambut.
...


Kesimpulan


Terdapat misinformasi dalam meme yang ditampilkan oleh ensiklopediabebas.com sebagai berikut:
  • Hairy dark matters diterjemahkan menjadi dark hair material. Artinya sangat berbeda.
  • Hairy dark matters bukan "sebuah" tombak.
  • NASA tidak pernah menyebutkan panjang hairy dark matters adalah 3 juta km.
  • Oleh karena hairy dark matters sejatinya adalah dark matter alias materi gelap, maka tidak mungkin itu sengaja dibuat. Materi gelap dan saudaranya, energi gelap, hingga detik ini masih berupa hipotesis. Seluruh gambar yang tersedia di situs NASA adalah ilustrasi hasil rekayasa komputer.

Galeri

Credits: NASA/JPL-Caltech Credits: NASA/JPL-Caltech

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!

Referensi

[1] Landau, E., Earth Might Have Hairy Dark Matter, on NASA.gov (2015-11-23), tanggal akses: 2016-04-11
[2] NASA: Earth may have 'hairy' dark matter, on Foxnews.com (2015-11-24), tanggal akses: 2016-04-11

Tidak ke mana-mana, tapi ada di mana-mana


Emoticon Emoticon