16 April 2016

Manfaat Wine Untuk Menurunkan Berat Badan, Hoax!



Kegemukan adalah salah satu teror yang cukup menakutkan bagi kaum wanita. Namun sekarang Anda tidak perlu repot berolah raga ataupun repot diet yang menyiksa, dengan hanya meminum 'Wine' segelas setiap malam sebelum tidur dapat mengurangi berat badan.

Wow! Apakah benar klaim tersebut? banyak media yang memberitakan tentang manfaat Wine yang dapat menurunkan berat badan berdasarkan hasil beberapa penelitian. mari kita pelajari dengan cermat apakah hasil penelitian benar mengklaim minum Wine dapat menurunkan berat badan.

Media online Dailymail, pada 11 Mei 2015 menerbitkan berita manfaat minum anggur (Wine) dapat menurunkan berat badan. Beberapa orang wanita telah bersaksi meminum 'wine' dapat menurunkan berat badan.

  • Linda Monk, 47, drinks wine nightly and has lost 6lb in the past three weeks
  • Samantha Merrit, 40, credits wine with helping her lose a stone and a half
  • Joanna Kingston, 51, has swapped chocolate for a small glass of wine
  • Joanna says that she feels more in control now than she did before

Dalam artikel itu mengklaim Harvard University melakukan studi selama 13 tahun, dari 20.000 wanita membuktikan bahwa mereka yang minum setengah botol anggur setiap hari mengalami 70 persen penurunan risiko obesitas dibandingkan dengan mereka yang tidak meminum anggur.

A 13-year Harvard University study of 20,000 women found that those who drank half a bottle of wine a day had a 70 per cent reduced risk of obesity compared to non-drinkers. And the U.S. government’s official alcohol body, the National Institute for Alcohol Abuse and Alcoholism concluded that ‘when alcohol is substituted for carbohydrates, calorie for calorie, subjects tend to lose weight, indicating that they derive less energy from alcohol than from food’.

Sumber: DailyMail

Linda Monk, 47 (pictured), has lost 6lb over the past three weeks and is convinced that it's all down to her nightly glass of full-bodied red wine
Linda Monk, 47 (foto), berhasil menurunkan berat badannya 6 kg
selama hampir 3 minggu minum segelas Wine setiap malam

Artikel itu pertama kali diterbitkan oleh dailymail pada 18 Agustus 2011. Meminum Wine segelas setiap hari benar-benar dapat menghilangkan lemak bahkan menurunkan berat badan. Semua orang berpikir alkohol dapat memicu berat badan karena kandungan gulanya yang cukup tinggi, namun hasil penelitian mengungkapkan sehari meminum wine dapat membantu program diet.

A glass of wine a day can actually stop people from getting fat and may even help people to lose weight, say scientists. Alcohol has always been thought to trigger weight gain because of its high sugar content, but new research suggests a glass a day could form part of any diet plan. Looking at past studies they found that, while heavy drinkers do put on weight, those who drink in moderation can actually lose weight.

Sumber: Dailymail


Bahkan media lokal (Indonesia) tidak ketinggalan menerbitkan artikel itu yang mengklaim manfaat wine dapat membantu menurunkan berat badan. Tribun News mengabarkan minum Wine dapat membuat berat badan lebih stabil 30 persen lebih stabil dibandingkan yang bukan peminum, sedangkan dalam judulnya tertulis "Minum Wine, Turunkan Berat Badan".


Olahraga dan mengonsumsi makanan sehat merupakan dua cara ampuh untuk menurunkan berat badan. Tapi tak cuma dua hal itu, peneliti belum lama ini menemukan manfaat minum wine sebelum tidur bisa menurunkan berat badan dalam beberapa hari.

Menurut penelitian dari Washington State University di Amerika Serikat, kandungan resveratrol dalam wine yang membantu terjadinya penurunan berat badan.

Sumber: Liputan6


Artikel berita dailymail yang menyebutkan 'wine' dapat menurunkan berat badan berdasarkan kesaksian beberapa orang wanita dan hasil studi Harvard University. Namun, klaim penelitian oleh Harvard University tidak jelas sumbernya. Dari situs resmi Harvard University, tidak ditemukan hasil studi itu.

Artikel berita dari dailymail yang mengklaim Harvard Univitersy, tidak ditemukan bukti bahwa Harvard University melakukan studi tentang manfaat wine bisa menurunkan berat badan. Artikel itu terfokus pada klaim anekdot dari empat wanita dari Inggris yang aktif diet untuk menurunkan berat badan dengan minum anggur.

Dr Walter Willett Fredrick John Stare Profesor Epidemiologi dan Gizi, Ketua Departemen Gizi Harvard School of Public Health, menjelaskan tentang faktor penurunan berat badan. Penjelasannya tidak menyebutkan tentang 'wine'.

Penelitian terhadap 20.000 wanita, sumber asli berasal dari Archives of Internal Medicine, 8 Maret 2010. Namun, hasil penelitian itu tidak menyebutkan wine dapat menurunkan berat badan, wanita yang tidak meminumnya mengalami resiko kenaikan berat badan dibanding yang meminumnya. Efek penurunan berat badan karena beberapa faktor, bukan murni akibat meminum wine.

"Compared with nondrinkers, initially normal-weight women who consumed a light to moderate amount of alcohol gained less weight and had a lower risk of becoming overweight and/or obese during 12.9 years of follow-up."

"Previous cross-sectional studies of alcohol intake and body weight have shown positive or null associations in men and inverse or nullassociations in women. Prospective studies that focused on weight change have been equally inconsistent across populations.

In the Framingham Heart Study, men and women who increased their alcohol consumption during 20 years of follow-up experienced weight gains larger than the average. In the Nurses Health Study I, an inverse association between alcohol intake and 8-year weight gain was found among 31,940 nonsmoking women. A similar association was noted in the Nurses Health Study II: light to moderate alcohol intake of 30 g/d or less was inversely associated with weight gain and the odds of gaining 5 kg or more in 8 years. In the National Health and Nutrition Examination Survey I Epidemiologic Follow-up Study of 7230 participants, women but not men who consumed alcohol gained less weight over 10 years than those who did not."

Sumber: Jama Internal Medicine, Reuters



Kesimpulan

Harvard University tidak pernah melakukan penelitian efek wine yang melibatkan 20.000 wanita selama 13 tahun. Hasil penelitian itu tidak menyebutkan "minum wine dapat menurunkan berat badan" namun akan membuat berat badan "menjadi lebih stabil". Penelitian dari Internal Medicine pada tahun 2010 menyebutkan, wanita yang tidak meminum wine mengalami resiko kenaikan berat badan dibandingkan dengan wanita yang meminum wine. Wanita yang meminum wine cenderung berat badan akan lebih stabil, sedangkan wanita yang tidak minum wine akan mengalami kenaikan berat badan dengan berbagai faktor. Artikel dailymail sangat menyesatkan, misinformasi itu hingga banyak situs web ikut serta menyebarkan berita itu hingga kemungkinan besar banyak yang mempercayai dan mempraktekkannya.

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!


Emoticon Emoticon