04 April 2016

Manfaat Bawang Hitam


Selama ini kita mengenal bawang digunakan sebagai bumbu masakan, namun apakah Anda sudah mengetahui manfaat bawang, khususnya bawang hitam?

Bawang Hitam pertama kali digunakan sebagai bahan makanan oleh masyarakat Asia yang diproses dengan memanaskan seluruh umbi bawang putih selama lebih dari 1 bulan hingga berubah warnanya menjadi hitam sehingga memberikan cita rasa yang manis seperti cuka atau asam dengan teksturnya yang kenyal. Dalam pengolahan bahan makanan dikenal sebagai Maillard reaction atau reaksi kimia antara asam amino dan pereduksi gula yang dapat menjadikan bahan makanan menjadi berwarna kecoklatan dan rasanya yang sesuai dengan selera.

Popularitas Bawang Hitam telah menyebar ke Amerika Serikat karena menjadi bahan yang digunakan dalam masakan untuk kalangan kelas atas. Proses produksi Bawang Hitam bukanlah fermentasi, tetapi diproses dengan melibatkan reaksi mikroba.


Di Korea, Bawang Hitam dikembangkan sebagai produk kesehatan dan masih dianggap sebagai tambahan makanan untuk kesehatan. Bawang Hitam dipercaya sebagai bahan makanan yang kaya antioksidan dan dapat ditambahkan kedalam minuman berenergi. Di Thailand, bawang ini diklaim mampu memperpanjang umur bagi orang-orang yang mengkonsumsinya. Selain itu juga digunakan untuk membuat coklat bawang hitam.

Bawang Hitam merupakan salah satu sumber antidiabetes melalui efek antioksidan dan mampu mengurangi tingkat Thiobarbituric Acid Reactive Substances (TBARS) hati. Bawang hitam juga dapat nenurunkan resiko komplikasi diabetes, terapi anti oksidan dan juga dapat menghilangkan stres.

Dikutip dari Researchgate, berdasarkan hasil penelitian Inhye Kim beserta timnya, bawang hitam dapat mengurangi obesitas dan hiperlipidemia.

Efek dari ekstrak Bawang Hitam yang sudah tua dapat menghambat diferensiasi sel, sel Adiposit 
mengendalikan berat badan, dan secara signifikan dapat mengontrol Lipid serum.

Penuaan pada bawang putih memang dapat meningkatkan kapasitas antioksidan, tetapi juga dapat menurunkan aktivitas anti-alergi.

Pada bawang segar terkandung senyawa organik alami yaitu S-Alil sistein (SAC). Ini merupakan turunan Asam Amino sistein yang ditambahkan gugus alil pada atom belerangnya. Alil Sistein saat ini sedang diteliti sebagai zat yang potensial dapat menurunkan kolesterol [Yeh Y Y; Liu L (2001).

Cholesterol-lowering effect of garlic extracts and organosulfur compounds: human and animal studies". Journal of Nutrition 131 (3s): 989S–93S. PMID 11238803, dan kemopreventif. [Arora, Annu; Tripathi, Chitra; Shukla, Yogeshwer (2005). "Garlic and its organosulfides as potential chemopreventive agents: a review". Current Cancer Therapy Reviews 1 (2): 199–205. doi:10.2174/1573394054021772, dan kandungan Alil Sistein pada Bawang Hitam 20% lebih banyak dari Bawang Putih segar.

Beberapa manfaat S-Alil Sistein (SAC) yang terdapat pada Bawang Hitam bagi kesehatan sebagai berikut :

1. Mencegah munculnya penyakit Kanker, tumor dan kolesterol. Link 1, Link 2, Link 3

2. Mengendalikan berat badan. Link

3. Menurunkan dan menurunkan tekanan darah tinggi. Link 

4. Mencegah Stroke & serangan jantung. Link 

5. Memperbaiki sistem pencernaan dengan detoks. Link

6. Meringankan Parkinson. Link

7. Mengobati Diabetes secara alami. Link

8. Antibakteri, anti jamur, anti virus, dan antiprotozoa. Link

9. Mencegah Alzheimer. Link

10. Memperbaiki sel hati karena fungsinya sebagai antioksidan. Link

11. Meringankan Arthritis. Link

12. Sebagai antioksidan yang dapat menyehatkan badan. Link

13. Sebagai Antibakteri yang dapat mencegah bakteri, virus, kuman, dan jamur. Link

14. Meningkatkan kekebalan tubuh (sistem imun). Link

15. Anti penuaan. Link

16. Baik untuk penderita gagal Ginjal, gangguan fungsi Liver, Pankreas, Jantung, Paru-Paru, Limpa, dan Empedu. Link

Sementara untuk penyakit Asma, Batuk, dan Sesak Nafas disarankan lebih baik mengkonsumsi Bawang Putih biasa, sebab penyakit tersebut diakibatkan oleh alergi.

Efek antioksidan yang dihasilkan oleh Alil Sistein pada Bawang Hitam tidak dapat membantu pembentukan HB darah dan Thrombosit, tetapi hanya mampu meregenarasi sel termasuk sel darah.

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!


Informasi ini tidak bertujuan untuk menggantikan nasehat dokter. Sekoci.org tidak bertanggung jawab atas keputusan yang Anda buat berdasarkan informasi ini.


Emoticon Emoticon