01 April 2016

Benarkah Keramas di Salon Dapat Menyebabkan Stroke?



Stroke salon


Pada tanggal 10 Maret 2016, SindoNews menerbitkan reportase yang cukup mengejutkan, terutama bagi kaum wanita, judul “Keramas di Salon Bisa Sebabkan Stroke”.

Isi berita

Keramas di Salon Bisa Sebabkan Stroke
Diana Rafikasari
Kamis,  10 Maret 2016  −  13:30 WIB
JAKARTA - Waspada jika Anda melakukan perawatan di salon kecantikan, terutama keramas. Sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa keramas di salon menyebabkan stroke.
Dosen neurologi dari Harvard Medical School, Aneesh Singhal, M.D mengatakan, berbaring di sink atau tempat untuk mencuci rambut pernah menyebabkan seseorang wanita terserang stroke. Wanita berusia 48 tahun itu diketahui mengalami stroke setelah melakukan perawatan di sebuah salon.

Meski tidak berkaitan secara langsung, namun keduanya saling mempengaruhi. Hasil penelitian ini menemukan, aktivitas yang memicu hiperekstensi seperti bersandar dalam keadaan tidak nyaman dipercaya bisa merusak satu dari empat arteri yang menyuplai darah ke otak.

Dilansir dari Cosmopolitan, tidak semua kerusakan ini menyebabkan penyakit stroke. Namun, penyumbatan arteri bisa terjadi karena adanya kerusakan yang besar. Selanjutnya, penyumbatan ini akan berpindah ke otak dan mengurangi aliran darah ke semua area di otak.

Parahnya, penyumbatan ini kerap tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, saat gejala muncul, penderita baru mengetahui adanya kerusakan. Umumnya, kerusakan ini memiliki gejala seperti sakit pada bagian atas alis, leher pegal, kesulitan berbicara, wajah lemas, penglihatan terganggu, hingga kesulitan berjalan dan akan terjadi selama beberapa hari atau minggu.
Oleh karena itu, para peneliti menyarankan untuk mengunjungi salon yang menawarkan sejumlah fasilitas nyaman ketika berada di sink. Selain itu, peneliti juga menyarankan untuk segera mengunjungi dokter jika terjadi gejala-gejala tersebut.

Pembahasan

Pada artikel di atas, terdapat frasa “...Dilansir dari Cosmopolitan...”, tanpa mengarahkan ke artikel dalam Cosmopolitan yang dimaksud. Artikel yang dimuat di Cosmopolitan sehubungan dengan hal ini adalah: “The 1 Thing at the Hair Salon That You Never Knew Could Kill You: It's not hot tools, chemicals, or clippers.” Isi beritanya sebagai berikut:

The 1 Thing at the Hair Salon That You Never Knew Could Kill You
It's not hot tools, chemicals, or clippers.
By Elizabeth Narins Mar 4, 2016

When you go to get your hair cut, colored, or styled, the best part of your experience could also be the most dangerous. Lying back in the sink for a shampoo and scalp massage may — in rare cases — set you up for a stroke, according to Aneesh Singhal, M.D., associate professor of neurology at Harvard Medical School, and the vice chair of neurology and director of quality and safety at Massachusetts General Hospital.

While there's no definitive, empirical proof that a salon shampoo causes strokes, there's lots of anecdotal evidence — like the 48-year-old woman who's suing her salon after suffering a stroke two weeks after her hair appointment.

And it makes sense why this would happen: Any activity that causes hyperextension of the neck (when you lean the head back to the point of discomfort) can tear one of the four arteries that supply blood to the brain. Not all tears trigger strokes, but a large tear can block the artery, while small ones can cause blood clots that could migrate to the brain and cut off blood flow to entire areas, Dr. Singhal explains.

The scariest part is that these arteries are painless, so you might not even notice that the damage has been done until stroke symptoms — like a sudden headache above the eyebrows, neck soreness, loss of speech, facial weakness, leg or arm weakness, loss of vision, or difficulty walking — begin to surface within days or weeks. In such a case, Dr. Singhal says to ignore everything you've heard about taking aspirin (turns out this can make things worse in some cases) and call 9-1-1. The sooner you're treated — ideally within three hours of the onset of symptoms — the better your chance of survival and recovery without permanent disability.

Although all this sounds scary AF, it's worth noting that salon trips rarely end in stroke — and no one is saying you should stop getting your hair washed or avoid salons altogether. Most salons offer foot rests or reclining chairs to make you extra comfortable at the sink, but you should speak up if your neck feels uncomfortable in any way, then shift positions promptly so you don't become a statistic. (Did you know upward of 12 percent of strokes occur in adults younger than 50 years old?!)

You'd be smart to exercise the same caution during your next dentist trip too, where the chair position can compromise your neck, according to Dr. Singhal, who recommends against chiropractic manipulation for the same reason. He also warns that sudden, jerky motions, like you'd experience in a car or on a roller coaster or during a particularly strenuous workout, can damage neck arteries too. So go with your gut to the hospital if you feel like something's up after any of these activities. And be careful out there!

Sejarah

Sindrom salon kecantikan (Beauty parlour syndrome, BPS), disebut juga insufisiensi vertebrobasilar (Vertebrobasilar insufficiency) atau iskemia vertebral basilar (vertebral basilar ischemia, VBI), mengacu pada sekumpulan gejala sementara karena aliran darah menurun dalam sirkulasi posterior otak. Sirkulasi posterior memasok darah ke medula, otak kecil, pons, otak tengah, thalamus, dan korteks oksipital (yang bertanggung jawab untuk penglihatan). Oleh karena itu, gejala akibat VBI bervariasi sesuai dengan bagian otak yang mengalami penurunan darah secara signifikan. Di Amerika Serikat, 25% dari serangan stroke dan serangan iskemik transien terjadi pada distribusi vertebrobasilar. Hal ini harus dipisahkan dari stroke yang timbul dari sirkulasi anterior, yang melibatkan arteri karotid.

VBI pertama kali dilaporkan pada awal 1990an ketika neurolog Amerika mengidentifikasi lima pasien yang menderita stroke akibat leher mereka mengalami distorsi berkepanjangan saat duduk di bangku keramas salon.

Pada jurnal medis tahun 1997, The Lancet menerbitkan sebuah laporan yang ditulis oleh dua dokter Inggris tentang seorang wanita berusia 42 tahun yang menderita stroke setelah rambutnya dicuci. Para ahli mengatakan stroke disebabkan oleh "diseksi dari arteri karotid internal kanannya. Kepalanya telah "diperpanjang" mundur selama sekitar lima menit sambil dicuci dan setelah perawatan dia merasa mati rasa dan bicaranya menjadi cadel."

Penelitian penunjang

Pada penelitian yang dilakukan tahun 1993, dilansir pula oleh The New York Times, menemukan bahwa orang yang lebih tua memiliki resiko terserang stroke yang lebih tinggi saat atau setelah mengunjungi salon kecantikan:
  • Para pasien menderita berbagai keluhan akibat aliran darah yang buruk pada arteri yang menuju ke belakang otak melalui leher, termasuk pusing berat, ketidakseimbangan dan mati rasa pada wajah. Empat dari lima menderita stroke yang menyebabkan kerusakan saraf permanen.
  • "Pada orang tua, gerakan leher melampaui tingkat tertentu bisa sangat berbahaya, terutama hiperekstensi dan rotasi," kata Dr Weintraub, kepala neurologi di Phelps Memorial Hospital di North Tarrytown, N.Y., mengacu pada gerakan melengkung dan memutar ke belakang.
  • Dia dan dokter lain telah menyarankan bahwa pasien yang menerima anestesi atau menjalani perawatan gigi berkepanjangan mungkin juga rentan, karena leher mereka juga ditekuk ke belakang secara abnormal dalam waktu lama.
Sebuah penelitian tahun 2006 juga melihat ke masalah ini. Penelitian tersebut mengatakan bahwa meskipun mungkin jumlah kejadian lebih dari yang diperkirakan sebelumnya, risiko stroke dalam kasus ini mudah diatasi:
  • Secara bersama-sama, hiperekstensi yang dikombinasikan dengan menggantung kepala belakang di wastafel keramas dapat dilihat sebagai faktor risiko untuk iskemia sirkulasi posterior. Kejadiannya mungkin lebih sering daripada yang diasumsikan dan sejumlah pasien dapat melaporkan tentang pusing yang pernah dideritanya di bawah kondisi yang sama ketika ditanya secara khusus. Hal ini dapat dicegah dengan mengubah rutinitas keramas dari posisi kepala menggantung ke belakang menjadi posisi tertekuk ke depan atau netral. Umur dapat dianggap sebagai faktor yang berpotensi predisposisi, karena pasien kita dan hampir semua pasien yang kasusnya dilaporkan dalam literatur adalah 50 tahun atau lebih tua.

Kesimpulan

Dari beberapa literatur yang berhasil dikumpulkan menunjukkan bahwa Beauty Parlour Syndrome (BPS) adalah FAKTA, bahkan, meskipun dikatakan jarang, penelitian pada tahun 2002 telah membuktikan adanya hubungan antara BPS dengan meja keramas salon, tetapi kondisi tidak nyaman tersebut dapat diturunkan dengan sangat signifikan menggunakan penyangga leher tambahan.

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!

Referensi

[1] D. Rafikasari, “Keramas di Salon Bisa Sebabkan Stroke,” 10 Maret 2016. [Online]. [Diakses 28 Maret 2016].
[2] E. Narins, “The 1 Thing at the Hair Salon That You Never Knew Could Kill You,” 04 Maret 2016. [Online]. [Diakses 28 Maret 2016].
[3] Wikipedia, “Vertebrobasilar insufficiency,” 06 Maret 2016. [Online]. [Diakses 28 Maret 2016].
[4] Wikipedia, “Vertebrobasilar insufficiency:History,” 6 Maret 2016. [Online]. [Diakses 28 Maret 2016].
[5] BBC News, “Warning over 'hair salon stroke',” 24 April 2004. [Online]. [Diakses 28 Maret 2016].
[6] GMTV, “Beauty Parlour Syndrome,” 2005. [Online]. [Diakses 28 Maret 2016].
[7] M. Weintraub, “Beauty Parlor Stroke Syndrome: Report of Five Cases,” JAMA, vol. 269, no. 16, pp. 2085-2086, 1993, DOI: 10.1001/jama.1993.03500160051022.
[8] E. Rosenthal, “Rare Threat of Stroke at the Beauty Salon,” The New York Times, 28 April 1993.
[9] J. Heckmann, P. Heron, B. Kasper dan A. Dörfler, “Beauty Parlor Stroke Syndrome (PDF),” Cerebrovasc Dis, vol. 21, p. 140–141, 2006, DOI: 10.1159/000090449.
[10] P. Foye, M. Najar, A. Camme, T. Stitik, M. DePrince, S. Nadler dan B. Chen, “Pain, dizziness, and central nervous system blood flow in cervical extension: vascular correlations to beauty parlor stroke syndrome and salon sink radiculopathy,” Am J Phys Med Rehabil., vol. 81, no. 6, pp. 395-9, 2002, PMID: 12023594.


Tidak ke mana-mana, tapi ada di mana-mana


Emoticon Emoticon