09 April 2016

Apa sajakah penyebab perubahan warna pada Air Susu Ibu?

Seliweran di timeline FB tentang ASI yang (diduga) mengandung saus tomat.  Klaim ini membuat khawatir ibu-ibu muda yang masih menyusui bayinya.



Berikut kami analisis mengenai apa sajakah yang dapat menyebabkan perubahan warna pada ASI.

Terkadang ASI bisa berubah warna. Sesekali tampak kebiru-biruan, merah muda dan kuning.

Secara umum, ASI cenderung berwarna putih susu atau berwarna biru semu ketika pertama kali mulai mengalir keluar dari payudara Anda di awal menyusui atau pada awal memerah susu.  Hal ini disebut foremilk.

Foremilk adalah ASI yang lebih encer dan rendah lemak. Kemudian, ketika anda mulai intensif  memompa susu, kandungan lemak dalam ASI akan ikut keluar. Dengan meningkatnya lemak, ASI akan berubah menjadi creamy, susu ini disebut hindmilk.

Warna ASI yang berbeda-beda


Makanan tertentu, herbal, suplemen gizi dan obat-obatan dapat mengubah warna ASI Anda.  Meskipun mungkin khawatir melihat perubahan tersebut, hal ini normal terjadi.

ASI berwana kehijauan


Anda mungkin melihat ASI berwarna hijau semu setelah Anda makan makanan hijau atau makanan yang mengandung pewarna hijau. Jika Anda minum minuman berwarna hijau, makan bayam atau rumput laut dan menambahkan tumbuh-tumbuhan tertentu atau suplemen vitamin untuk diet Anda, ASI Anda bisa berwarna kehijauan.

ASI berwarna merah muda, oranye dan merah.


Anda mungkin melihat ASI berwarna oranye,  merah kebiruan setelah Anda meminum atau makan makanan yang secara alami/sintetis memiliki warna-warna ini.  Misalnya: bit, soda jeruk dan jus buah berwarna merah atau oranye dapat menyebabkan ASI berubah warna.

Darah dalam ASI, ASI berwarna coklat dan Rusty Pipe Syndrome.


Jika darah masuk ke dalam saluran susu Anda, ASI Anda mungkin terlihat coklat.  Ketika ASI tampak seperti air kotor yang mengandung karat, itu disebut Rusty Pipe Syndrome.  Darah juga bisa masuk ke ASI jika Anda mengalami luka di daerah puting. Darah mungkin muncul berbentuk garis-garis merah atau merah muda dalam ASI.

Sejumlah kecil darah dalam ASI tidak berbahaya bagi bayi Anda. Jika Anda melihat ada sedikit darah, tidak perlu berhenti menyusui. Dalam kebanyakan kasus, pendarahan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.  Jika hal ini terjadi lebih dari seminggu, segera periksakan diri dengan dokter Anda.

ASI berwarna hitam


ASI berwarna hitam bisa disebabkan oleh antibiotik Minocin (minocycline). Minocin juga menyebabkan penggelapan warna kulit. Penggunaan Minocin tidak dianjurkan saat Anda sedang menyusui. Selalu informasikan pada dokter anda bahwa Anda sedang menyusui sebelum meresepkan obat apa pun.

Kapan saatnya anda ke dokter?


Setiap perubahan warna ASI yang disebabkan oleh makanan dan minuman, Anda tidak perlu merasa khawatir. Namun, jika Anda merasa khawatir dan tidak nyaman dengan perubahan ini, segeralah berkonsultasi dengan dokter langganan Anda. Dokter atau ahli laktasi akan dapat mendengarkan kekhawatiran Anda, mengevaluasi dan melakukan pemeriksaan yang diperlukan.

Untuk kasus  Air Susu Ibu Perahan (ASIP) seperti yang beredar di timeline Facebook tersebut, kemungkinan lainnya disebabkan oleh bakteri Serratia marcescens, yang awalnya diduga tidak menyebabkan penyakit, tapi akhir-akhir ini diketahui sebagai penyebab infeksi pada anak, khususnya akibat infeksi di rumah sakit yang dikenal sebagai infeksi nosokomial (bakteri biasanya kebal terhadap antibiotik).

Jika anak sedang lemah atau baru lahir atau bahkan sedang dirawat di rumah sakit, infeksi ini memang tinggi menyebabkan keparahan penyakit. Namun untuk anak yang sehat ada beberapa laporan susu merah muda penyakit, jadi tergantung dari kekuatan imun si anak.

Bisa saja ternyata memang bakteri Serratia marcescens sebagai penyebab, yang terkontaminasi dari si ibu sendiri atau botolnya.

Kalau si ibu mengklaim warna merah itu disebabkan oleh saus, bisa saja digunakan cara empiris, dia coba lagi nasgor yang ada sausnya terus lihat apa benar ada perubahan warna lagi atau tidak.

Semoga bermanfaat.

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!

Sumber:


Cadwell, K.; Turner-Maffei, C.; O'Connor, B.; Cadwell-Blair, A.; Arnold, L.D.W.; Blair, E.M.; (2006), Maternal and Infant Assessment for Breastfeeding and Human Lactation: A Guide for the Practitioner, (2nd ed.), Jones and Bartlett Publishers.ISBN: 978-0763735777

Lawrence, R.A.; Lawrence, R.M., (2011), Breastfeeding: A Guide For The Medical Profession, (7th ed.), Saunders. ISBN: 978-1437707885

Riordan, J. and Wambach, K., (2014), Breastfeeding and Human Lactation, (4th ed.), Jones and Bartlett Learning. ISBN: 978-0763754327

Blood In Breast Milk on about.com

Statler, V.A.; Smith, M.L.; Fouch, B.B.; Woods, C.R., (2012), "A Pink Milk Bottle Mystery",  J Ped Infect Dis 1 (4): 347-350. doi: 10.1093/jpids/pis102


Emoticon Emoticon