04 April 2016

Air Kemasan Botol yang Tersimpan dalam Mobil dapat Menyebabkan Kanker?


Sebuah pesan yang beredar dalam jaringan memperingatkan para konsumen untuk tidak minum air kemasan botol yang telah tersimpan dalam mobil bersuhu hangat untuk waktu yang tidak ditentukan karena, menurut dugaan, panas tersebut menyebabkan racun penyebab kanker ‘bocor’ dari botol plastik. Apakah hal ini dapat dibuktikan?

ISI BERITA


 (telah diterjemahkan):

BERBAHAYA!!!!

BERITAHUKAN SEMUA ORANG YANG MEMILIKI ISTRI/PACAR/ANAK PEREMPUAN/TEMAN DAN REKAN KERJA.

KETAHUILAH!

Air kemasan botol dalam mobil Anda sangatlah berbahaya!

Dalam Ellen Show, Sheryl Crow mengatakan bahwa inilah yang menyebabkan kanker payudaranya. Telah diidentifikasi sebagai penyebab paling umum tingginya kadar dioksin dalam jaringan kanker payudara..

Onkologis Sheryl Crow mengatakan padanya: wanita tidak diperbolehkan minum air dalam kemasan yang ditinggalkan dalam mobil. Panas bereaksi dengan bahan kimia dalam botol plastik menyebabkan terlepasnya dioksin ke dalam air. Dioksin adalah sebuah racun yang seringkali ditemukan dalam jaringan kanker payudara. Jadi tolong berhati-hatilah dan jangan minum air dalam kemasan yang telah ditinggalkan dalam mobil.

Sebarkan ini ke semua wanita yang Anda kenal. Informasi seperti ini yang perlu kita ketahui yang mungkin saja dapat menyelamatkan kita! Gunakanlah kaleng stainless steel atau botol kaca daripada botol plastik!

Informasi ini juga beredar di Walter Reed Army Medical Center … Tidak boleh ada wadah plastik dalam microwave. Tidak boleh ada wadah plastik dalam freezer. Tidak boleh ada pembungkus plastik dalam microwave.

Dioksin adalah zat kimia penyebab kanker, terutama kanker payudara. Dioksin sangatlah beracun terhadap sel-sel tubuh kita. Jangan membekukan botol plastik yang berisi air di dalamnya karena ini dapat melepaskan dioksin dari plastik. Baru-baru ini Manajer Program Kesehatan dari Rumah Sakit Castle, hadir di sebuah program televisi untuk menjelaskan bahaya kesehatan ini.

Dia membicarakan tentang dioksin dan seberapa buruknya zat tersebut untuk kita. Dia mengatakan bahwa kita tidak boleh memanaskan makanan dalam microwave menggunakan wadah plastik ….. Hal ini terutama berlaku untuk makanan yang mengandung lemak.

Dia mengatakan kombinasi lemak, panas tinggi, dan plastik melepaskan dioksin ke makanan.

Sebagai gantinya, dia merekomendasikan menggunakan kaca, seperti pyrex atau wadah keramik untuk memanaskan makanan… Anda akan mendapatkan hasil yang sama, tetapi tanpa dioksin… Jadi, makanan seperti TV dinner, sup instan, dsb. harus dipindahkan dari wadahnya dan dipanaskan di wadah lain.

Kertas tidaklah buruk tetapi Anda tidak tahu yang ada di dalamnya. Lebih aman menggunakan tempered glass, seperti Pyrex, dsb.

Dia mengingatkan kita bahwa beberapa waktu lalu sebuah restoran cepat saji beralih dari wadah styrofoam ke wadah kertas. Masalah dioksin merupakan salah satu alasannya...

Selain itu, dia menunjukkan bahwa pembungkus plastik, seperti Cling film, juga sama bahayanya ketika ditempatkan di atas makanan untuk dimasak dalam microwave. Ketika makanan dipanaskan, panas tinggi menyebabkan racun berbahaya untuk meleleh dari pembungkus plastik dan menetes ke makanan. Lebih baik tutupi makanan dengan handuk kertas.



Hoax atau Fakta: Hoax, tetapi masih dipantau dengan riset mengenai keamanan penggunaan botol plastik. 

Catatan: mengenai plastik dalam microwave dan freezer akan dibahas di artikel lainnya.

ANALISIS 

Jenis botol plastik yang digunakan untuk kemasan air minum yang dipasarkan secara komersial di Amerika Serikat telah diregulasi oleh FDA (semacam badan POM) sebagai "substansi yang bersentuhan dengan makanan" dan memiliki keamanan sama seperti zat tambahan makanan. Artinya, dibandingkan hal lainnya, bahwa FDA telah mengkaji data uji mengenai keamanan plastik yang digunakan pada botol air sekali pakai – termasuk potensi kebocoran atau "migrasi" bahan kimia berbahaya ke dalam air – dan maka dari itu telah ditetapkan bahwa bahan tersebut tidak menimbulkan risiko signifikan terhadap kesehatan manusia[i]. Airnya pun juga telah diuji dan diharuskan sesuai dengan standar kualitas dasar sama dengan yang telah diatur oleh Environmental Protection Agency untuk air minum publik[ii].

1. Sekali Pakai vs. Dapat Dipakai Kembali

Penting untuk mengetahui bahwa plastik yang digunakan dalam produksi botol air kemasan sekali pakai berbeda dengan plastik yang dipercaya dapat menyebabkan ancaman kesehatan tubuh manusia dalam pemakaian lainnya seperti botol susu bayi, mainan plastik anak, dan botol minum olahraga yang dapat dipakai kembali. Botol sekali pakai tidak mengandung bisphenol A (BPA) contohnya, yang mana kekhawatiran keamanannya semakin meningkat.

Hal ini bukan memastikan bahwa air yang dijual dalam botol plastik seratus persen bebas dari segala kontaminan, atau bahwa kebocoran bahan kimia dari plastik ke cairan tidak pernah terjadi. Penelitian-penelitian dilakukan terhadap botol polyethylene terephtalate (PET) air kemasan yang telah lolos seleksi FDA contohnya, memang ditemukan adanya sejumlah jejak dari substansi yang berpotensi bahaya yang ternyata bermigrasi dari plastik ke dalam air. Namun poin penting yang harus dicermati adalah, bagaimanapun, jumlah tersebut sangatlah minim, dan jauh di bawah batasan keamanan manusia yang dipatok oleh regulator FDA dan EPA[iii].

2. Bakteri Harus Lebih Diperhatikan?

Menurut Dr. Rolf Halden dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, konsumen justru menghadapi risiko lebih tinggi terhadap paparan potensial pada kontaminan mikrobial dalam air
kemasan – bakteri, yang biasa kita kenal – daripada zat kimia. Dengan alasan itulah, para pakar menyarankan tidak mengisi atau menggunakan kembali botol kosong[iv].

Perlu dicatat juga bahwa plastik yang digunakan dalam produksi botol air minum pakai ulang bervariasi dalam komposisinya dan kualitasnya dan mungkin lebih berpotensi mengalami kebocoran zat kimia dibandingkan dengan botol sekali pakai.

3. Mengenai Sheryl Crow

Beberapa versi dari peringatan ini berisi klaim tambahan bahwa musisi Sheryl Crow mengumumkan pada penampilannya pra-2008 silam di acara televisi Ellen Degeneres bahwa dia mengidap kanker payudara sebagai hasil dari minum air dalam kemasan botol plastik. Sementara adalah benar bahwa Crow pernah mendiskusikan pengalamannya mengidap kanker di acara Degeneres lebih dari satu kali dan dilaporkan bahwa seringkali memperingatkan penonton untuk tidak meminum air dari botol plastik yang telah dipanaskan dalam salah satu penampilannya, tidak ditemukan bukti yang dapat mengonfirmasi bahwa dia secara eksplisit menuduh penyebab kankernya adalah air kemasan botol. Mengutip saran dari nutrisionisnya, Crow memang membuat peringatan menolak minum air dari botol yang dipanaskan pada sebuah pernyataan pada September 2006 di laman webnya, tetapi, lagi-lagi, tidak melakukan klaim bahwa itulah penyebab penyakitnya[v].

4. Update (2009): Studi Jerman Pada Kebocoran Zat Kimia

Sebuah studi terbaru dari Eropa meningkatkan perhatian terhadap keamanan botol air minum sekali pakai, yang mana saat ini dikatakan aman oleh FDA dan agensi pemerintahan lainnya. Peneliti di Jerman menemukan bukti bahwa senyawa buatan manusia yang mirip dengan estrogen bocor ke dalam air yang dikemas dalam botol polyethylene terephtalate (PET).

Substansi jenis ini, diketahui sebagai "disruptor endokrin", memiliki potensi untuk mengganggu estrogen dan hormon reproduksi lainnya di tubuh manusia.

Mohon dicatat bahwa para penulis studi menyimpulkan dengan mengatakan dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah, dan sampai sejauh mana, zat ini memiliki risiko kesehatan aktual terhadap manusia.

Pelajari lebih lanjut:
PET Bottles Potential Health Hazard - ABC News (Australia)

5. Update (2014): Penelitian China/Univ. of Florida Mengenai Kebocoran Zat Kimia

Sebuah penelitian tentang air yang disimpan dalam botol PET dalam jangka waktu yang relatif lama (empat minggu) pada suhu hingga 158 derajat fahrenheit (70 derajat Celsius) ditemukan bahwa tingkat zat kimia BPA dan antimony, sebuah kasinogen (penyebab kanker), meningkat secara bertahap. Meski hanya satu merk dari 16 merk yang diuji menghasilkan jumlah zat kimia tersebut
melebihi standar keamanan EPA, peneliti mengatakan diperlukan lebih banyak uji botol untuk memastikan keamanan produk tersebut.

Pelajari lebih lanjut:
Study: Don't Drink the Warm Bottled Water - Lab Manager, 24 September 2014
Effects of storage temperature and duration on release of antimony and bisphenol A from polyethylene terephthalate drinking water bottles of China - Environmental Pollution, September 2014

Salam Icokes. Indonesian Hoax Buster!

Sumber:
[i] FDA, Bottled Water Carbonated Soft Drinks Regulatory Information Dilihat pada 29 Maret 2016
[ii] About News, Environmental Protection Agency Dilihat 29 Maret 2016
[iii] University of Florida, Research News You Can Use: To Reuse or Not to Reuse Plastic Bottles: Is There a Question?  Dilihat 1 April 2016
[iv] Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Researcher Dispels Myth of Dioxins and Plastic Water Bottles  Dilihat pada 1 April 2016
[v] Sheryl Crow, Battling the Cancer (and how to) and Loving the Horses (an updated article) Dilihat pada 2 April 2016


Emoticon Emoticon